Pembelajaran 4 Konsep Dasar Pengelolaan Uang untuk Anak di Cha-Ching Kid$ at Home

Monday, March 29, 2021

"Maah, uang lebaran Kakak boleh dikasih ke Kakek-kakek yang lewat itu gaaak?"

"Maah, Kakak mau beli mainan yaa, pakai uang tabungan Kakak aja deh ya Mah"

"Maah, uang yang dikasih Oma buat Kakak, Mama simpan aja yaa"

Dan berbagai "Mah" lainnya dari Alfath mengenai uang dan cara menggunakannya. Di usianya yang 7 tahun ini memang Alfath belum terlalu mengerti akan uang dan fungsinya. Sebelumnya bahkan Alfath ini termasuk yang cuek saat ada yang ngasih dia uang. Tapi beberapa bulan ini, saya dan Suami merasa sudah saatnya Alfath mulai dikenalkan akan konsep uang dan kegunaannya, terutama karena Alfath sudah mulai ingin belajar bertransaksi sendiri.

Kalau sebelumnya Alfath tidak mengerti apa itu "angpau", sekarang sudah mulai tahu bahwa di momen-momen tertentu, Alfath dan Adik Bil selalu dapat amplop istimewa berisi uang dari Mama, Papa, Oma dan Bapak Aki Garut, juga dari Om dan Tantenya. Semua uang akan dikeluarkan lalu Alfath bertanya, "uangnya disimpan dimana ya?". Alfath kemudian kami kasih tahu kalau dia sudah punya Tabungan sendiri di Bank tempat Papanya bekerja, uang yang Alfath dapatkan sebelumnya sudah disimpan disana. Alfath kami berikan pilihan untuk menyimpan uangnya di Bank atau di celengan yang ada.

Alfath pernah bertanya, boleh atau ngga uangnya digunakan untuk jajan (makanan) atau beli barang yang dia mau. Kami bolehkan sebagai kompensasi untuk kebaikan yang Alfath lakukan seperti sudah menjadi Kakak yang baik untuk Adik, mau bantu Pekerjaan Rumah, mandiri mandi dan pakai baju sendiri, dll. Tentu saja "upah" tersebut ada batas maksimalnya, karena dalam waktu yang sama, kami juga kasih pengertian ke Alfath kalau uang adalah sesuatu yang tidak datang sendiri. Selama ini Mama dan Papa bekerja salah satu tujuannya adalah untuk mendapatkan uang. Uang bisa kita dapat dengan kerja keras dan kerja cerdas.

Mama dan Kakak Alfath

Hal yang diluar ekspektasi, saat Alfath mulai memiliki jiwa ingin berbagi. Mungkin ini bagian dari manfaat konsep sharing yang Alftah pelajari di usia Balitanya dulu, dan beberapa kali kami pernah ajak Alfath ke Panti Asuhan untuk berbagi. Selain ini, di usia ke-7 ini rasa empati Anak-anak memang biasanya mulai bertambah terhadap orang lain.

Kami mengerti bahwa Anak-anak kami yang merupakan Generasi Z dan Alpha, sangat mudah sekali menyerap berbagai informasi yang diterima. Mereka cenderung lebih kritis dalam berpikir dibandingkan Mama Papanya saat seusia mereka. Perkembangan teknologi pun menjadi salah satu faktor yang menjadikan mereka menjadi "Anak canggih" yang mengerti gadget dan fitur-fitur di dalamnya, mengingat salah satu metode pembelajaran saat ini yang dilakukan daring/online.

Karenanya, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk Alfath mengikuti Cha-Ching Kid$ at Home yang diadakan oleh Prudential.


Cha-Ching Kid$ at Home dan Tujuannya

Cha-Ching Adah program literasi keuangan Pemenang penghargaan yang diluncurkan oleh Prudence Foundation di tahun 2011. Cha-Ching bekerja sama dengan Cartoon Network dan Dr. Alice Wilder yang merupakan Pakar Edukasi dan Psikologi Anak ternama dan telah diimplementasikan di 13 Negara (Asia dan Afrika).



Dalam Program Cha-Ching ini, Anak-anak berusia 7-12 tahun akan diajarkan empat konsep dasar pengelolaan uang, yaitu :

  • Earn (Memperoleh)
  • Save (Menyimpan)
  • Spend (Membelanjakan)
  • Donate (Menyumbangkan)

Dan semenjak Pandemi tahun lalu, PT. Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) terdorong untuk meluncurkan Cha-Ching Kid$ at Home yang memungkinkan Orangtua dapat mengajarkan dasar-dasar pengelolaan uang kepada Anak di Rumah. Seperti yang diadakan khusus untuk teman-teman Media dan Blogger hari Sabtu, 27 Maret 2021 kemarin.

Cha-Ching Kid$ at Home ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan Anak yang berkelanjutan dan menyeluruh. Dengan ini, harapannya mereka juga akan lebih siap menghadapi dan menyambut masa depan. Cha-Ching Kid$ at Home juga sejalan dengan dukungan Prudential terhadap Global Money Week (GMW), yang merupakan kampanye tahunan dari Global yang tujuannya adalah meningkatkan kesadaran Anak-anak di usia dininya mereka akan literasi keuangan. GMW 2021 yang diadakan mulai 22 hingga 28 Maret kemarin mengambil tema, "Take care of yourself, take care of your money".

Hadir Jens Reisch selaku President Director Prudential Indonesia, mengatakan "Kami memahami bahwa Anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun. Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan pemahaman dasar mengenai keuangan sejak usia tersebut demi mengajarkan Anak agar lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan di masa depan. Dengan sistem pembelajaran daring yang disesuaikan dengan kondisi saat ini, serta modul pembelajaran yang menarik dan interaktif, kami berharap program Cha-Ching Kid$ at Home dapat mengajarkan literasi Keuangan ke lebih banyak Anak di Indonesia sehingga tercipta Komunitas yang tangguh secara finansial dan sejahtera di masa depan".

Sementara itu, Alan J. Tangkas Darmawan, selaku CEO Eastspring Indonesia menyampaikan, "Kami senang dapat menjadi bagian dari program Cha-Ching Kid$ at Home karena program ini sejalan dengan inisiatif #MoneyParenting kami yang bertujuan memberdayakan Orangtua dengan kepercayaan diri dan tahu bagaimana melatih Anak dan mengelola keuangan yang sukses".

Oh iya, ternyata Prudential kembali berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) lho untuk pelaksanaan Cha-Ching Kid$ at Home di Indonesia. Mereka sudah melaksanakan program Cha-Ching sejak tahun 2013, dan hingga September 2020 kurikulum Cha-Ching sudah diimplementasikan di 2.665 Sekolah di Sidoarjo, Trenggalek, Blitar, Jakarta, dan menjangkau 4.828 Guru dan 146.799 Siswa Sekolah Dasar. Totalnya, Cha-Ching sudah menjangkau hampir 10 juta Orang di Indonesia (melalui program pembelajarannya, Media Sosial, kolaborasi dengan Komunitas, dan TV Nasional), kereeeen!


Keseruan Alfath belajar Literasi Keuangan bersama Cha-Ching Kid$ at Home

Dari keseluruhan peserta yang ada, kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang kemudian dipisah ke Break Room masing-masing, yang didampingi oleh Kakak-Kakak Volunteer dan perwakilan dari pihak Prudential. Awalnya saya sempat khawatir Alfath akan mudah bosan dengan proses pembelajaran ini, ternyata dugaan saya meleset, Alfath sangat semangat dan tertarik dengan setiap materi.

Ini dia Kelompik Kami (BR4)

Tidak heran sebenarnya, karena Anak-anak disuguhi berbagai video dengan lagu-lagu menarik dari Cha-Ching Band! Saya aja gemes dan ikut goyang-goyang badan saat nonton videonya, hihi. Di setiap video terselip materi yang dikemas lewat lagu, liriknya seolah merupakan obrolan keseharian mengenai berbagai macam karakter orang dalam pengaturan uangnya.

Ohya, Cha-Ching Band ini terdiri dari enam Personil yaitu Bobby, Justin, Zul, Pepper, Prudence, dan Pepper. Keenamnya mempunyai karakter masing-masing seperti Zul yang senang sekali menghamburkan uang, Pepper yang gemar belanja, Prudence yang pintar mengelola keuangan dengan baik, Charity yang senang sekali berbagi dengan yang membutuhkan, dan lainnya.

Say Hello to Cha-Ching Band!

Setiap satu video selesai ditayangkan, Kakak Volunteer menjelaskan mengenai apa yang dibahas dalam video tersebut. Dari mulai kebiasaan, permasalahan, hingga solusi dalam hal pengaturan finansial. Anak-anak ditanya mengenai apa saja yang biasanya dibeli, dan beragam jawaban seperti makanan kecil (Camilan), mainan, dan lainnya. Dibahas juga mengenai bedanya kebutuhan dan keinginan, kemudian Anak-anak diminta untuk memberikan spesifikasi dari apa yang ingin atau sudah mereka beli selama ini, apakah termasuk kebutuhan dan keinginan.

Anak-anak ditanya dari mana asal uang yang selama ini mereka "nikmati", Alfath menjawab dari Mama Papa hasil bekerja, saya dan Suami senyum-senyum sendiri mendengarnya. Dari sini, Alfath kembali diingatkan bahwa uang tidak akan datang dengan sendirinya seperti saat dikasih dalam angpau Hari Raya, namun harus dicari dengan kerja keras, bahkan sekalipun hadiah adalah merupakan hasil/apresiasi dari prestasi yang membutuhkan kerja cerdas. Jadi, sebaiknya dipergunakan dengan sebijak mungkin.

Empat konsep dasar Pengelolaan uang - Cha-Ching Kid$ at Home

Alfath kembali mendapat pertanyaan, "saat membeli mainan, apakah langsung ambil karena suka atau dibandingkan dulu harganya?", lalu Alfath menjawab, "membandingkan dulu harganya, tapi kadang asal ngambil aja karena suka", yang kemudian gak dikasih izin sama Mama Papa kalau harganya kemahalan, haha.

Di Video lainnya, ada ilustrasi mengenai membeli barang karena memang diperlukan seperti speaker yang diperlukan mengingat itu sangat penting bagi Cha-Ching Band. Alfath seolah dibuka matanya, jika ingin membeli sesuatu memang harus yang benar-benar diperlukan, bukan hanya melihat bagusnya saja. Sebisa mungkin kita membeli barang yang nilai manfaatnya cukup panjang.

Alfath semangat mengisi lembar tantangan

Terdapat beberapa lembar kerja tantangan dari Cha-Ching untuk Anak-anak seperti mengurangi belanja Keluarga. Disini Anak-anak harus menentukan target belanja bulan depan yang harus berkurang dari total belanja bulan sebelumnya, dengan memilih dan memilah kembali apa yang akan dibeli, dilihat dari kepentingannya. Lalu ada lembar tantangan menabung, dengan tujuan tertentu yang diinginkan setiap Anak. Misal, Alfath ingin menabung untuk membeli mobil remote, berarti Alfath harus membuat jadwal menabung harian atau mingguan supaya targetnya tercapai hingga seharga mainan yang diinginkan itu. Caranya tentu saja dengan menyisihkan dari uang jajannya. Nah karena sampai sekarang Alfath belum punya jatah jajan harian (biasanya kami sediakan stok makanan kecil di Rumah sehingga Anak-anak jarang sekali jajan diluar itu), Alfath akan diberikan jatah harian sebagai apresiasi dari perilaku baiknya setiap hari. Dari total keseluruhan, Alfath boleh tabungkan semua atau sebagian.

Video berikutnya adalah mengenai Charity atau berdonasi, yang sebenarnya bukan hal asing untuk Alfath. Namun berkat video ini, Alfath semakin terketuk hatinya untuk dapat membantu Saudara dan sesama yang membutuhkan. Alfath mengutarakan niatnya untuk mendonasikan sebagian dari uang apresiasi hariannya tadi utnuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Alhamdulillah Nak, Masya Allah semoga senantiasa dimudahkan dan diringankan niat untuk selalu berbagi.

Ini cuplikan video Alfath saat mengikuti Ching Kid$ at Home, ditonton ya Om Tante :))

 

Di akhir acara, kami seru-seruan dengan game Kahoot, Alfath sampai gemeees jawab pertanyaan demi pertanyaan, walaupun gak masuk tiga besar, tapi Alfath puas sekali karena jawab pertanyaan sendiri dan Mama pun bangga karena Alfath sudah mau mencoba. Gak terasa kami tiba di akhir kebersamaan Cha-Ching Kid$ at Home ini. Banyak sekali insight positif yang kami dapat, dan yakin Keluarga lainnya juga berpikiran sama.

Sangat besar harapan saya dan Suami sebagai Orangtua, bahwa setelah ini Alfath akan lebih semangat lagi belajar dalam pengelolaan uang, melanjutkan yang sudah dilakukan sebelumnya. Walau semuanya masih serba basic namun kami yakin akan terus berlanjut ke tahap selanjutnya hingga kelak Alfath semakin pintar dan bijak dalam pengelolaan keuangannya di masa depan.

Belajar hari ini, untuk kebaikan di masa depan. Amiiiin.

Terima kasih Prudential, untuk Cha-Ching Kid$ at Home yang seru dan bermanfaat bagi kami, dan Anak-anak khususnya. Semangat belajar literasi keuangaaan!

You Might Also Like

23 komentar

  1. Anak-anak memang perlu dikenalkan uang, gak cuma untuk menggunakan tapi cara mencarinya jug. Edukasi keuangan lewah ChaChing buat anak-anak bagus banget nih

    ReplyDelete
  2. Wahh keren bangeett Cha Ching$ dari Prudential ini. Bisa mengenalkan konsep mengatur keuangan dengan cara seru. Anakku tu juga nggak peduli sama uang. Bahkan kadang kalau dikasih angpau, angpaunya kebuang pun dia nggak sadar dan nggak peduli juga, haha. Cuma dia tahunya ya kalau mau beli ini itu bisa mengandalkan orang tua atau ATM utinya, hiks. Pengen deh ngajarin dia tentang "effort" cari uang tuh. Biar pintar kaya Alfath juga gitu

    ReplyDelete
  3. Cha-Ching Kid$ at Home .. namanya unik ya .. ternyata programnya Prudential untuk anak. Keren.

    ReplyDelete
  4. mengenalkan konsep uang dan kelola uang sejak kecil memang sangat penting ya, agar kelak saat anak-anak dewasa ini bisa lebih bijak dalam menggunakan uang

    ReplyDelete
  5. anak - anak memangharus kita ajari berbagai prinsip terkait uang, pemasukan dan pengeluaran yaaa mba. Aku juga samaaa

    ReplyDelete
  6. Aaakk, ini materinya mantuull abis, mbaa
    Bukan hanya buat anak.
    Ortu juga perlu paham nih

    contohnya: Dalam hal membelanjakan uang pun perlu dilakukan dengan bijak agar tidak membeli barang yang hanya diinginkan saja tapi tidak dibutuhkan. selalu membuat daftar belanja yang mau dibeli. Supaya bisa membatasi apa saja yang perlu dan tidak perlu diambil.

    ReplyDelete
  7. Aaakk, ini materinya mantuull abis, mbaa
    Bukan hanya buat anak.
    Ortu juga perlu paham nih

    contohnya: Dalam hal membelanjakan uang pun perlu dilakukan dengan bijak agar tidak membeli barang yang hanya diinginkan saja tapi tidak dibutuhkan. selalu membuat daftar belanja yang mau dibeli. Supaya bisa membatasi apa saja yang perlu dan tidak perlu diambil.

    ReplyDelete
  8. Aaakk, ini materinya mantuull abis, mbaa
    Bukan hanya buat anak.
    Ortu juga perlu paham nih

    contohnya: Dalam hal membelanjakan uang pun perlu dilakukan dengan bijak agar tidak membeli barang yang hanya diinginkan saja tapi tidak dibutuhkan. selalu membuat daftar belanja yang mau dibeli. Supaya bisa membatasi apa saja yang perlu dan tidak perlu diambil.

    ReplyDelete
  9. Seru banget ya bisa belajar manajemen keuangan dari kecil. Empat prinsip Cha-Cing ini aku suka, ada bagian donate-nya juga.Anak anak sudah diajarkan berbagi sejak dini.

    ReplyDelete
  10. Belajar mengelola uang sejak dini ini tentunya bermanfaat buat masa depan kelak, mba :) Bagus sekali konseo yang diajarkan

    ReplyDelete
  11. Konsep pembelajaran yang unik juga mencari sebab sudah dikenali juga dilatih mengenai literasi keuangan semenjak dini
    Sehingga ke depannya anak jadi lebih cerdas dalam memanagement keuangannya

    ReplyDelete
  12. ah seru sekali Cha Ching Kids ini mbak
    anak anak bisa belajar tentang konsep uang
    menarik bgt 4 prinsipnya itu
    klo sedini mungkin punya pengetahuan yang bagus soal uang, harapannya pas besar bisa mengelola uang dgn baik ya mbak

    ReplyDelete
  13. Aku itu pernah belajar tentang cara mengenalkan anak pada uang tapi konsepnya belum semenarik ini. Kalau menarik kayak gini kan anak-anak jadi lebih cepat tertarik ya mbak

    ReplyDelete
  14. Asyik banget ya pembelajaran tentang keuangan untuk anak dengan materi menarik, anakku yang smp lumayan bisa atur uang, suka jualan buku juga buat jajan, tapi adeknya belum mengerti. Pengen ikutan deh acaranya..

    ReplyDelete
  15. Seru dan bagus sekali Cha-Ching Kid$ at Home ini...metode bermain sambil belajar untuk edukasi keuangan sejak dini menarik sekali. Karena jika anak sudah terbiasa mengatur keuangan dengan baik mulai dari Earn, Save, Spend, Donate maka akan lebih terencana konsep keuangan mereka saat dewasa.

    ReplyDelete
  16. Ku suka nama-nama personilnya. Lucu-lucu ih hehehe.... Konsep tentang uang yang diajarkan lewat cara ii menarik banget, dan pas ya buat anak-anak generasi z yang lebih mudah menyerap informasi. Jadi inget dulu lagunya Zaskia dan Geoffany sama Oma Titi yang Bangbingbung itu lho hehehe. Konsep earning yang diterapkan di sini yang kadang kita lewatkan buat diajarkan ke anak

    ReplyDelete
  17. Mengenalkan keuangan kepada anak sejak dini penting juga, ya. Apalagi udah ada konsep seperti ini, aku bisa nyontek nih. Hihihi. Btw, band-nya lucu bangettt. Anak2 pasti seneeng nontontnnya. Betah.

    ReplyDelete
  18. Seri amat si cha-ching ini. Jadi anak gak melulu diajarin soal nabung ya. Tapi juga ngeh sama earningnya. Ini tuh penting banget loh asli mba.

    ReplyDelete
  19. Biarpun masih kecil mesti banget belajar literasi keuangan ya mba Konsep tentang uang yang diajarkan lewat cara ini menarik banget, dan pas ya buat anak-anak yang lebih mudah menyerap informasi

    ReplyDelete
  20. Mudah sekali dipahami anak-anak yaah...
    Belajar literasi keuangan dengan menyenangkan dan tertanam di benak anak-anak mengenai konsep keuangan sedari dini.

    ReplyDelete
  21. Prudential ini selalu keren ya programnya, apalagi ada chaching ini makin melek anak jaman now. Kuis kahoot asli menggemaskan kudu menjawab cepat.

    ReplyDelete
  22. Belum pernah pakai metode pembelajararan keuangan pada anak. Bagus ini ya konsepnya, anak jadi paham bagaimana menyimpan, mendapatkan, mengeluarkan dan mendonasikan. Keren al Fath. Barakallah mbak

    ReplyDelete
  23. Memang sudah sebaiknya anak-anak diberikan literasi keuangan begini ya. Konsep dari mana uang itu didapat dan bagaimana mengelolanya itu penting. Anak jadi menghargai orangtuanya yang bekerja untuk memperoleh uang tersebut, tidak asal minta beli ini itu lagi.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here (BTS Dubbing)

Like us on Facebook

Subscribe