Menyiapkan MPASI dengan tepat untuk tumbuh kembang anak yang optimal

Thursday, March 15, 2018



Hamil untuk yang kedua kalinya, bukan berarti saya sudah merasa menjadi seorang Mama yang expert. Walau sudah punya pengalaman, tapi tetep aja merasa banyak hal yang harus dipelajari lagi. Seperti biasa, saya selalu mencari jawaban untuk setiap pertanyaan-pertanyaan di kepala saya dengan cara browsing, baca artikel teman-teman sesama Blogger, dan pastinya bertanya langsung ke ahlinya, dalam hal ini salah satunya adalah Obsgyn saya dan DSA anak pertama saya.

Selain bertanya seputar morning sickness, hyperemesis, dan lainnya, saya juga suka bertanya tentang ASI dan MPASI. Karena seperti hal nya anak pertama, saya juga ingin anak kedua saya ini mendapatkan hak-nya seperti ASI hingga usia minimal 2 tahun, dan MPASI dengan gizi yang baik dan seimbang untuk menunjang tumbuh kembangnya.

Baca juga : My 2nd Pregnancy

Di dalam ilmu medis, sebenarnya bayi sudah bisa diberi asupan tambahan setelah ASI eksklusifnya selesai, agar perkembangannya berlangsung dengan baik, Kita bisa memberi makanan sehat sesuai dengan usianya. Di usia 6 bulan, saya memulai MPASI anak saya dengan pure dan bubur susu. Dan semakin bertambah usianya, tekstur MPASI pun saya tingkatkan sedikit demi sedikit. Untuk makanan bayi 9 bulan sudah mulai bisa beragam menu MPASI-nya, dengan tekstur yang tetap disesuaikan. Salah satu alat yang saya andalkan dalam pembuatan MPASI adalah Slow Cooker. Sepertinya akan saya terapkan lagi untuk pembuatan MPASI anak kedua nanti.

Para ahli menuturkan di usia tersebut sistem pencernaan bayi sudah dapat memproses makanan yang bertekstur padat, selain itu bayi juga mulai memerlukan nutrisi lebih dari ASI, contohnya ketika usia ini pasokan zat besi yang alami mulai berkurang sehingga ia memerlukan asupan tambahan sehingga tidak kekurangan nutrisi ini.

Kita bisa memantau si kecil, apakah ia sudah memiliki berat badan dua kali lipat dibanding dengan bobot lahirnya, apa sudah bisa mengangkat kepala dan lehernya, si kecil sudah mulai tertarik dengan apa yang kita makan seperti mencoba memegang makanan dari piring, terlihat kelaparan meskipun diberi susu dan dapat menahan makanan di mulut?. Bila si kecil telah menampakkan berbagai hal di atas, ini berarti ia sudah bisa diberi makanan padat.

Berikut beberapa makanan bayi 9 bulan yang dapat dijadikan acuan Moms, antara lain:
  • Sereal yang dibuat dari satu jenis biji-bijian yang telah diberi tambahan zat besi. Kita dapat mencampurkannya dengan ASI,
  • Yoghurt. Sebenarnya kita bisa memperkenalkan yoghurt pada bayi. Kandungan kalsium serta vitamin D yang begitu tinggi akan memberi efek baik untuk perkembangan gigi dan tulangnya. Selain itu si kecil menjadi tidak mudah sakit karena yoghurt dipercaya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya,
  • Sayuran hijau. Jenis makanan ini memiliki kandungan folat dan zat besi yang tinggi serta baik untuk kesehatan. pilihan yang terbaik yaitu bayam,
  • Daging. Mungkin kita beranggapan jika daging kurang cocok untuk bayi karena memiliki tekstur yang keras. Tetapi ini bergantung dari cara memasaknya. Memasak daging yang tepat dengan cara merebusnya dalam waktu yang lama sehingga teksturnya empuk serta mudah dipotong ukuran kecil.


Selain itu ada beberapa tips memilih makanan siap saji, seperti:
  • Memeriksa kandungannya. Tiap kita memilih makanan pada anak, usahakan selalu memeriksa apa saja kandungan yang berada di dalamnya. Pastikan kandungan makanan tidak mengandung bahan yang berbahaya dikonsumsi anak,
  • Makanan yang sehat. saat memilih makanan untuk anak, pilih makanan yang kaya kandungan nutrisi serta membantu perkembangannya dengan baik. makanan yang sehat akan mencegahnya dari berbagai macam penyakit,
  • Menyesuaikan dengan usia. Bila memilih makanan untuk anak, lebih baik menyesuaikan dengan usia. Hal ini dikarenakan setiap kategori usia anak mempunyai kategori berbeda mulai dari rasa, tekstur, kandungan dan yang lainnya,
  • Kemasan. Periksa kemasan dengan baik. bila memutuskan membeli makanan dalam kemasan, pastikan kemasan secara sempurna dan tidak cacat. Kemasan tidak sempurna seperti penyok menandakan jika makanan tidak baik dikonsumsi.

Di usia ini sebenarnya bayi tidak mengutamakan rasa makanan dan makanan yang memanjakan lidahnya. Ia hanya makan untuk memenuhi kebutuhan saat lapar, sehingga hindari makanan yang memiliki banyak perasa seperti gula, bayi tidak memerlukan gula. Menjauhkan ia dari zat ini akan mencegah kerusakan gigi. Untuk memberi rasa manis, kita bisa menambah ASI, dan buah pada makanannya. Itu juga salah satu alasan mengapa dulu saya tetap pumping ASI walaupun saya menyusui anak saya secara langsung, karena ASIP bisa bermanfaat untuk pembuatan MPASI juga selain stok untuk jaga-jaga saat saya kesulitan menyusui langsung.

Jangan memberinya terlalu banyak kandungan garam juga karena tidak baik untuk kesehatan ginjalnya, hindari memberi makanan seperti telur mentah, kacang, madu. Jenis ikan laut yang memiliki kandungan merkuri juga harus dihindari. Dengan memberikan MPASI sehat dan sesuai, buah hati pun akan tumbuh dengan optimal, sehat dan cerdas. Amiiiin, tentunya itu harapan setiap Orangtua terhadap anak-anaknya ya.

Mommies, share dong apa aja sih resep MPASI yang diberikan ke buah hatinya. Perlu banget referensi nih.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Klaau anakku dulu MPASI ya cuma sekedar buah gitu kadang dihalusin biar bisa dimakan, sama dikasih bubur instan. Hehe.

    ReplyDelete
  2. Wah aku belum pernah ngasih yogurth buat anak-anak hehe, soalnya takut asamnya itu dia gak suka.

    ReplyDelete
  3. Wah dapat pengetahuan baru ini namanya mampir kesini....
    Hmmm, anakq usia 4th, jadi kangen dya yang sekarang g pernah ketemu karena di bawa mantan istri. Makasih yach ka unie, bisa berbagi pengetahuan

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here (BTS Dubbing)

Like us on Facebook

Subscribe