Pesona Situ Bagendit Garut dengan Wajah Barunya

Wednesday, July 11, 2018

Hula Wooorld..!

Libur lebaran emang bikin terbuai dengan suasana ya, haha. Niatnya tetap produktif nulis selama mudik, tapi kenyataan berkata lain. Terlalu menikmati kebersamaan dan kehangatan di tengah Keluarga bikin semangat nulis melempem, padahal lappy udah dinyalain dari pagi, internet siap sedia, tapi cuma dilewati doang dan sesekali dipelototin, haha.

Eh tapi, ada cerita seru selama mudik tahun ini, salah satunya adalah saat Alfath dan Papanya untuk pertama kalinya datang ke Situ Bagendit, salah satu tempat wisata di Garut yang penuh dengan cerita dan kental dengan mitosnya.

Jadi pengen share disini deh jadinya, bukan tentang mitosnya tapi ya, melainkan suasana disana yang banyak berubah dari terakhir kali saya masuk ke Situ Bagendit. Karena beberapa tahun ke belakang, seringnya cuma lewat doang gak mampir.

Ada apa aja di Situ Bagendit terutama saat libur lebaran 2018? Yuk check this out #JalanJalanHani kali ini, Gengs!

Makin Ramai
Wiiiiih, entah karena lagi moment lebaran atau emang kayak gini di setiap moment, waktu kemarin kesana, Pengunjungnya rameee.


Situ Bagendit terkenal sebagai salah satu destinasi wisata di Garut yang murah meriah dan gak jauh dari Pusat Kota. Dari rumah Ortu di Kawasan Jl. Merdeka, cuma memerlukan waktu sekitar sepuluh menit doang dong. Dan iya, yang pertama kali lihat saat akan parkirin mobil adalah, rame sekaliiiii tempat itu.

Banyak Pengunjung yang menikmati keindahan panorama disana bersama keluarga besarnya. Apalagi banyak permainan yang bisa dinimati baik oleh dewasa dan anak-anak.

Dan tentu saja, banyak pasangan muda juga yang datang, seolah menolak untuk takut akan mitos disana, bahwa pasangan yang datang kesana berdua gak akan langgeng alias bakal putus, nah lho, dari dulu sih saya gak pernah percaya ya, putus mah putus aja, dan banyak juga yang kesana berpasangan tapi tetap nikah, jodoh di tangan Tuhan ya kan Gengs. Dah ah udah bilang di atas kan lagi gak mau ceritain mitosnya.

Situ yang semakin bersih
Terakhir kesana entah tahun kapan, saya masih bisa lihat ada sampah-sampah berserakan di tengah Situ. Tapi kemarin, saya lihat sampahnya sangat minim bahkan bisa dibilang cukup bersih dan bikin betah buat foto-foto. Sekaligus bangga bisa "pamerin" keindahan alam Garut dilihat dari salah satu sudut Situ Bagendit.



Masih ada beberapa sampah di pinggiran, tapi not bad lah ya mengingat Pengunjung yang membludak. Semoga sampah-sampah itu juga segera diamankan oleh Petugas kebersihannya. Supaya Situ semakin indah lagi.

Rakit dan Bebek Air
Nah, gak lengkap kalau ke Situ Bagendit Garut tanpa naik rakit. Rakit ini biasa disebut getek kali ya kalau di Kota lain. Dulu, naik rakit adalah hal biasa banget bagi saya, gimana engga, cuma itu satu-satunya moda transportasi yang bisa diandalkan saat saya dan Keluarga akan ke rumah nenek kakek di Kampung Gahot disaat Angkutan Pedesaan susah dijangkau berhubung terbatasnya jumlah angkutan dan hanya ada di jam-jam tak menentu.







Dulu juga, naik rakit di Situ Bagendit bukan sesuatu hal istimewa buat saya. Pokoknya biasa aja rasanya. Tapi belakangan, naik rakit menjadi hal yang membahagiakan. Bisa bikin hormon endorfin meningkat berkali-kali lipat.

Alasannya mungkin karena udah lama gak naik rakit, tapi yang seru, sekarang kita bisa naik rakit hingga ke tengah-tengah Situ.

Warung Apung
Rakit yang kita naiki nantinya rakit akan berhenti di Warung Apung yang tersedia. Kalau gak salah ada dua Warung Apung disana, dan rakit yang saya tumpangi mengarah ke salah satunya. Wow, gak cuma saya yang excited, tapi keluarga dan sahabat pun suka.



Di Warung Apung yang menyediakan jajanan serba ada namun sederhana itu, kita bisa menikmati makan chiki, mie kemasan, atau teh kemasan dengan sensasi yang berbeda. Rasanya sih sama aja, tapi suasana yang membuat feel-nya jadi istimewa. Pokonya ajiiiib lah bisa sambil foto-foto di Warung Apung itu. Jangan lupa pesan kelapa mudanya Gengs, mantaaap.

Selesai naik rakit, Alfath dan Papanya lanjut naik bebek-bebekan, walau gak cuma bentuk bebek doang sih yang ada disana, tapi udah biasa nyebutnya perahu bebek, haha. Sementara mereka enjoy bebek-bebekan, saya dan Mama memilih duduk-duduk aja di pinggiran sambil lihat suasana dan ngemil "kakaren" lebaran.

Tarif Lebaran Rakit = Rp. 60.000,-
Tarif Lebaran Bebek-Bebekan = Rp. 20.000,-

Tarif di hari biasa lebih murah lagi Gengs.

Saung dengan Tarif murah meriah
Kalau kalian datang ke Situ Bagendit rame-rame bareng temen atau Keluarga, sebenernya dianjurkan pesan Saung aja. Bisa nyimpen barang dan makanan disana, asal ada yang jagain ganti-gantian. Dengan tarif Rp. 10.000/jam kita jadi punya tempat istirahat tanpa perlu rebutan dengan Pengunjung yang lain.

Sayangnya, dari sekian banyak foto yang saya ambil, saya lupa mengabadikan saungnya, huhu.

Aksesoris Lucu-Lucu
Salah satu yang paling saya cari saat berwisata ke satu tempat, adalah aksesoris uniknya. Entah itu kalung, gelang, gantungan kunci, dll. Nah, di Situ Bagendit ini ada juga lho yang jualan aksesoris murah meriah, dengan kisaran harga Rp. 5.000-an keatas kita udah bisa bawa pulang aksesoris yang lucu-lucu.



Kemarin kebetulan saya nemu yang saya suka, tentu aja saya beli tanpa ditawar lagi, lha wong harganya udah murah gitu kok, yeayy.

Kios Oleh-Oleh dan Spot Berfoto
Selain aksesoris, banyak kios yang menjual beraneka ragam oleh-oleh. Baju anak, baju dewasa, hiasan khas Garut, dan lainnya. Dan tentu aja, gak ketinggalan jajanan khas daerah ya, biar kata orang bilang itu "jajanan kampung" tapi itu adalah jajanan yang banyak dicari dan bikin kangen.



Saya sempet beli cimol lho, hahaha. Gapapa ya Bumil jajan cimol mumpung lagi di Garut, Cimol disana dijamin enaaak dan gak alot, sekali makan biasanya pada ketagihan, haha.

Ohya, yang suka berfoto jangan khawatiiiir, banyak spot untuk kita berfoto disana, tinggal siapkan alat untuk memotret dan angle terbaik kita aja, jeprat jepret deh sesukanya. Selain itu ada beberapa figur yang bisa diajak berfoto juga, kayak robot atau peran animasi favorit anak-anak, jangan lupa kasih uang seikhlasnya ya setelah berfoto dengan mereka.



Saya gak ketinggalan dong ikutan narsis disana, haha. Kan jarang-jarang ya bisa ke Situ Bagendit apalagi beberapa tahun terakhir saya jarang sekali mudik ke Garut, hiks.

Tempat Parkir Rapi dan Luas
Terakhir kesana seingat saya tempat parkiran di Situ Bagendit sepertinya belum serapi kemarin, beda dengan sekarang yang lebih tertata, dan penjagaannya pun lumayan aman ya. Di area parkir, kita juga bisa menemukan kios souvenir dan jajanan khas Garut lainnya.


Semakin banyak pilihan yang dapat memanjakan mata kita, awas jangan sampai kalap ya belanja oleh-oleh disana, hihi. Tapi range harga Souvenir dan Oleh-oleh di Situ Bagendit dijamin gak menguras kantong yang kebangetan kok, harga masih masuk akal apalagi mostly hasil kerajinan warga Garut yang sudah selayaknya diapresiasi, jadi udah gak perlu ditawar-tawar sadis lagi.

Tarif parkir juga relatif murah, hanya Rp. 5.000,- dan mungkin lebih murah lagi kalau bukan di High Season seperti Hari Raya kemarin.

***

Sebenarnya banyak cerita yang bisa kita temukan di Situ Bagendit Garut. Bagi yang belum pernah kesana, sesekali boleh mampir untuk menikmati kesegaran udara dan keindahan alam Garut dilihat dari kawasan Banyuresmi bagian Situ Bagendit.

Tentang mitos yang beredar, saya kasih bocoran sedikit deh. Jadi, Para Orangtua zaman dulu selalu melarang kami anak-anaknya ke Situ Bagendit bareng pasangan alias Pacar, alasannya karena, katanya setiap Pasangan yang kesana pasti gak akan langgeng apalagi sampai ke Jenjang Pernikahan, pasti putus, katanyaaaa.

Bagi saya sendiri yang gak percaya hal-hal seperti itu, mitos tersebut bukanlah hal untuk ditakuti, duh apalagi hari gini ya kan, percaya aja bahwa jodoh sudah ada yang mengatur, ya toooh? kalian sendiri termasuk yang percaya akan mitos-mitos seperti itu ngga sih? atau mau buktiin sendiri? hihi. It's all up to you Guys.

Sampai jumpa di #JalanJalanHani selanjutnya yaaa.


Doc Pri.

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here (BTS Dubbing)

Like us on Facebook

Subscribe