Hati - Hati Penggunaan Deksametason si Obat Dewa

Friday, April 10, 2015

Kali ini saya mau cerita pengalaman saya yang sempat kecanduan salah satu jenis obat. Bagi saya ini merupakan pengalaman yang sangat2 menyeramkan, karena itu saya pengen share ke temen-temen. Barangkali saat ini ada yang sedang mengkonsumsi jenis obat ini.

Selama hamil, badan gemuk normal.
Deksametasone. Jenis obat ini mungkin sudah sering temen-temen denger dan bahkan minum, kalaupun bukan kalian, bisa saja salah satu keluarga yang sedang mengkonsumsi, karena itu please hati-hati.

Penggunaan Deksametasone dalam dosis sewajarnya mungkin tidak akan menyebabkan efek samping yang signifikan, tapi kalau sudah berkelanjutan dan apalagi sampai addict, bisa bawa kita ke mimpi buruk.

Cerita awal saya mengkonsumsi obat ini.

Masih sekelumit kisah antara saya Vs alergi. Dulu waktu saya hamil Alfath, saya sempat khawatir bakal gimana2. Saya takut alergi saya bisa ganggu kelancaran proses kehamilan sampai saatnya saya melahirkan. Sebelum hamil, saya sempat mengkonsumsi jenis obat Telfast sebagai anti alergi. Kemudian seperti yang saya ceritakan disini, saya berjanji tidak akan menyentuh Telfast selama hamil demi kesehatan janin saya.

Baca juga : "Kakak Bayi" Ada Di Perutku.

Melahirkan, hingga Alfath usia 2 bulan, masih gemuk normal
 Dan keajaiban itu terjadi, do'a saya terkabul, selama hamil saya berhasil tidak mengkonsumsi obat alergi apapun, minum paracetamol pun saat saya demam tinggi saja, kalau demam biasa saya tidak minum obat apapun, biasanya minta di gosokin punggung sama kaki pake minyak kayu putih, tidur yang banyak deh, abis itu langsung seger dan demamnya ilang. Subhanallah, kekuatan janin memang dahsyat.

Berat badan saya naik sekitar 11 kg selama Alfath tumbuh di rahim saya, gemuk standar dan yang "membengkak" cuma perut doang. Bagian badan yang lain cenderung normal, termasuk paha dan lengan. Mungkin pipi saya terlihat lebih chubby khas emak2 hamil ya.. Intinya, gemuknya normal (bukan karena cairan).

Alfath 3 bulan, mulai muncul gejala Moonface, pipi membengkak.
Tapi di usianya Alfath yang ke dua bulan, saya mulai kembali terserang alergi, tenaga saya drop karena sesak dan pusingnya bikin susah ngapa2in. Untunglah saat itu saya masih di dampingi Mama dan Uwa (kakaknya Mama) buat bantu jagain si baby. Sangat terbantu juga karena Alfath bisa tidur terpisah dengan saya disaat saya lagi sakit, Alfath tidur dengan Omanya sementara Mimiknya ASIP yang sudah saya stok di kulkas.
Saat itu langsung inget dan nyesel kenapa dulu do'anya pengen disembuhin alerginya selama hamil, harusnya saya berdo'a minta disembuhin selamanya aja. 
Konsultasi dengan dokter kandungan tentang kondisi saya, saya pun diberikan obat alergi jenis Deksametasone. Disini saya tidak menyalahkan dokter kandungan saya karena resep Deksa tersebut, beliau memberikan dosis yang seharusnya dan saat itu pun saya diingatkan untuk berusaha menghindari alergen supaya alerginya gak kambuh dan gak perlu minum obat2an keras (terutama) selama menyusui.

Tapi karena saya merasakan badan saya enakan setelah minum Deksa (dosis 3x sehari 2 butir), akhirnya malah keterusan minum itu bahkan setelah obat yang diresepkan dokter habis. Saya terus berpikir harus beli lagi dan lagi. Dengan Deksa, alergi tidak pernah menyerang, saya senang. Tapi ternyata disitulah mimpi buruk saya dimulai. 

Kegemukan tak wajar mulai nampak, Moonface!!
Saat  itu menjelang Ramadhan, saya merasakan efek luar biasa dari Deksametasone, diantaranya :
  • Badan saya segar bugar, bawaannya gak ngantuk dan saya lupa rasanya capek. 
  • Saya bisa tahan gak tidur selama tiga hari (laper dan pengen makan terus).
  • Kuat ikut puasa walau beberapa hari kurang istirahat.
  • Makan berat bisa sampe 6-7 kali sehari.
  • Moonface, wajah chubby ngga normal, bulat sebulat bulan #tsaaah
  • Punya "punuk unta", waktu pake baju terasa sempit karena punggung belakang saya makin meninggi.
  • Strechmark berlebih, garis-garisnya menjalar menuju betis.
  • Berat badan naik hampir 11Kg dalam waktu 2 bulan saja.
  • Alergi ngga kambuh selama masih dalam pengaruh obat itu.
  • Dll (Dan lalu lupa) apa lagi efeknya.
Tepat lebaran, keluarga kaget lihat saya gendut banget. Setiap ada yang nanya, saya masih bisa jawab santai, "maklum lah busui, emang harus makan banyak, gendut dikit wajar dong, hehe". Tapi lama kelamaan saya kok jadi ngeri sendiri setiap kali berhadapan dengan cermin, hampir tidak mengenali wajah yang sudah membundar sedemikian rupa.

Nekad ambil Job MC di Swiss Bel Hotel
padahal masih ngga PD banget dengan Moonface nya :'(
Akhirnya tengah malam saya browsing  dan nemuin artikel mengejutkan tentang efek dari Deksametasone, ternyata banyak orang malah sengaja minum itu demi mendapatkan berat badan ideal. Banyak orang yang susah gemuk alias badannya kurus banget, mengambil jalan pintas dengan mengkonsumsi obat Dewa ini. Dan katanya lagi, mereka beneran naik BB nya sampai 5Kg dalam beberapa hari.

Bener-bener seperti "Dewa" nih obat..
Ada satu hal yang saya dan mungkin banyak orang tidak tahu tentang efek buruk dari penggunaan Deksametasone secara berkepanjangan dan tidak sesuai dosis seharusnya. Ada "hukuman" bagi pasien2 bandel seperti saya yang sudah jelas2 disarankan untuk tidak minum obat ini banyak2 (apalagi sedang dalam kondisi menyusui) tapi malah melipir ke Apotek untuk beli lagi obat yang harganya ngga seberapa mahal ini. Sepuluh biji bisa di dapat dengan harga dua ribu rupiah saja!!
Ketika orang sudah addict dengan Deksametasone, dan memutuskan untuk berhenti mengkonsumsinya (karena tahu efeknya berbahaya terutama bagi ginjal), itu tidak serta merta bisa berhenti seketika. Perlu proses perlahan mengurangi dosis sampai akhirnya berhenti total atau biasa disebut dengan istilah Taffering Off.
Berhenti secara total sekaligus, justru akan sangat membahayakan tubuh karena disaat itu metabolisme tubuh kita akan berantakan dan seolah "nagih" Deksa lagi, kemungkinan terburuk adalah kematian. Hiks..
Apa yang terjadi ketika saya langsung berhenti minum obat ini? Saya mengalami "sakau", badan saya sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, saya hanya bisa nangis sambil nahan sakit. Ngga bisa gerakin badan sama sekali karena gerak sedikit saja, sakitnya minta ampun. 

Saya ngga mau minum Deksa lagi karena takut mencelakakan bayi saya yang baru berusia beberapa bulan, obat Dewa itu bisa membahayakan ginjalnya. Tapi ternyata saya ngga kuat. Akhirnya saya kembali minum Deksa. *nyesek*
Rutin renang (di ajarin suami) selama recovery
dari "addict" terhadap Deksa
Tekad yang sangat-sangat kuat untuk bisa lepas dari Deksa membawa saya ke kolam renang setiap minggu. Karena masih belum bisa, minta suami deh buat ngajarin renang supaya badan bisa terolah dengan baik, begitupun dengan pernafasan yang jadi makin kuat.

Renang adalah salah satu cara terampuh yang membantu saya keluar dari mimpi buruk Deksa ini. Sambil saya mengurangi dosis, badan terus saya biasakan untuk berolahraga (hal yang jarang saya lakukan sebelumnya). Do'a banyak2 juga minta dikuatin ngga nyentuh2 lagi obat Dewa itu.

Berhasil mengurangi dosis setiap minggunya adalah "kemenangan" tersendiri, karena saya harus menahan rasa sakitnya yang luar biasa.

Dalam waktu tiga bulan, usaha saya membuahkan hasil, cairan-cairan yang bikin gemuk badan berangsur hilang. Sebenarnya badan kurus bukanlah tujuan utama saya, saya tidak terlalu mempermasalahkan kalau harus gemuk disaat menyusui, SELAMA itu gemuk sehat, bukan karena cairan seperti saat itu. 

Tujuan utama saya adalah lepas dari ketergantungan terhadap Deksa, dan mengembalikan metabolisme tubuh seperti semula. Alhamdulillah moonface pun tidak terlihat lagi. "Punuk unta" di punggung saya juga tidak ada, strechmark tidak menjalar lagi ke betis, dan nafsu makan pun kembali normal.

BEFORE. Masih Bulet banget mukanya. (Alfath 5mo)
AFTER. Cairan di wajah berkurang. Saat Alfath 10Mo.
 (Sumber : Blog Rumahhanirandi )
Walaupun saya tetap harus mencari solusi untuk mengatasi alergi saya saat itu, saya tidak ingin berurusan lagi dengan Deksa. Saya terus berkonsultasi dengan dokter (dokter anak saya, dokter internist, dokter THT, dan sekarang dilengkapi dengan dokter alergi) tentang langkah apa lagi yang sebaiknya saya tempuh.

Capek pasti, bolak balik ke RS bukanlah satu piknik yang menyenangkan, tapi saya mencoba bersahabat dan berdamai dengan keadaan, demi situasi dan kondisi yang lebih baik. Demi anak saya. Demi keluarga yang mencintai dan menginginkan saya sehat.

Dan Allah Swt memudahkan jalannya sampai detik ini, mimpi buruk itu berakhir. Saya terbangun dengan perasaan penuh syukur, saya dapat "mengalahkan" Deksametasone. Semua perjuangan terbayar sudah.
"Bersakit-sakit dahulu, lepas dari Deksametasone kemudian"
Saat ini, saya tidak meminum obat apapun untuk alerginya, hanya menggunakan inhaler powder sesekali sebagai langkah preventif, yang pasti sambil terus menghindari alergen (pemicu alergi) yang baru saya ketahui beberapa minggu kebelakang setelah melakukan tes alergi (yang mahal bingit).

Baca juga : Biaya untuk tes alergi.

Walau suami gak pernah complain dengan penampilan saya,
tapi pengen aja sih tampil cantik buat dia. *ahiiiw*
Huaa.., gak berasa ceritanya udah panjang banget, udahan dulu yaa..
FYI, saya memang hanya bisa buka lappy di sela2 kesibukan saya bersama Alfath, kami dirumah tanpa ART yang bantu jadinya kebayang dong hectic nya kayak apa kalau siang2, haha.. Pengennya sih nulis dan berbagi sering2 tapi susahnyaaa minta ampun. But I'll try my best ya temen2 supaya bisa terus sharing.

Btw, kalo temen2 lihat wajah saya sekarang masih bulet, itu karena emang udah bawaan dari lahir buletnya, sekarang malah nurun ke Alfath tuh, haha.. Tapi setidaknya saya lega, mau se-chubby apapun yang penting chubby dan gemuk sehat bukan karena cairan. *pake Bolt segala biar gak di tanya2* #LOL 

Boleh lhoo seperti biasaaa, temen2 cerita juga di komen barangkali ada yang punya pengalaman tentang obat ini, atau tentang apapun. Susah senang kita tanggung bersama yaaa.. haha.









Beberapa artikel tentang Deksametasone yang saya temukan :
- Deksametasone sebagai obat dewa
- Stop Penggunaan Siproheptadin dan Deksametason sebagai obat gemuk!

You Might Also Like

41 komentar

  1. aduh mak... efek obatnya serem amat... mudah2an terus sehat ya... chubby juga tetap cantik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serem mak, apapun yg serba berlebihan memang gak baik ya, itu terbukti bgt :D

      Amiiin, makasi ya mak :)

      Delete
  2. Paling susah memang kalo punya alergi. Suami saya alergi paracetamol dan pernah hampir lewat gara-gara mengkomsumsi paracetamol karena alergi. Sekarang kalo lagi jadi alerginya jadi takut minum obat, dicekoki air putih saja karena trauma. Sehat selalu ya Mak....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin, sama2 ya mak. Semoga suaminya jg sehat2 terus, harus hati2 memang dalam penggunaan obat ya, salah dikit bisa fatal.

      Makasi sudah mampir mak Junita :)

      Delete
  3. Asli, emang dexa ini obat dewa abis. Pas aku alergi ngga ada obat yang mempan abis itu disuntik dexa. Untung pas di rs aja makenya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bangeeet..efeknya luar biasa.

      Iya mak. ga usah banyak2 pakenya, pas urgent aja.

      Delete
  4. aku pernah dengar saat kerja di Apotik Century dulu pernah menjual Detametaxon
    iya
    kenakan sesuai dosis dan suruhan dilokter mak

    semoga lekas sembu yaaa
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus banget sesuai dosis, dan jangan terlena dg efeknya yg bikin badan berasa full power..

      Amiiiin, makasi mak. Sehat2 selalu juga yaaa :*

      Delete
  5. omg, serem amat efeknya ya mba... Coba ah aku cek persedian obat di rumah ada obat ini ga ya... krn suami jg alergi... Tapi aku ga inget obat yg biasa diksih dokter.. Kalo emg ini, aku stop aja lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, lebih baik kita ceki2 lagi persediaan obat dirumah. Harus mulai melek sama kandungan obat yg dimasukin ke tubuh. Kalau perlu, kita bawel ke dokter nanya2 ttg obat yg di resep-in, hehe..

      Kalau sesuai dosis sepertinya aman mbak.

      Delete
  6. Waduh sereem ya efeknya. Makasih ya mak udah sharing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 mak.. semoga gak ada yang "bandel" lagi kayak saya ya mak.. :)

      Delete
  7. Alhamdulillah ga pernah nyoba... moga sehat terus ya mba ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaah.. semoga gak harus nyoba sampai kapanpun. Mari hidup sehaaat.. :*

      Delete
  8. Sprtinya saya jg sempat kenalan dgn obat dewa ini mak...g sampe addict. Saya sempat addict nya sama painkiller kapsul racikan dokter *_*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu gmn mak cara stop nya dari painkiller itu?

      Sehat2 terus ya Mak Irma :*

      Delete
  9. Untung gak punya alergi dan gak tau obat ini. Sebenarnya baik juga sih jika tetap dengan dosis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaah..

      Betul mak, ketika dokter memberikan kita resep obat ini pasti dengan dosis yang seharusnya ya mak..
      Kadang pasiennya ada yg bandel (nunjuk idung) krn keenakan sama efeknya, hiksss

      Delete
  10. Ngeri banget ya Mak. Mungkin jangan dibiasakan membeli obat tanpa resep dokter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul maak, setuju.
      Biasakan pake resep dokter dengan dosis yg dianjurkan.

      Obat ini sepertinya harus pakai redline ya. Sebagai tanda kalau ini obat keras.

      Delete
  11. Aku berusaha sebisa mungkin ga minum obat mak, nyoba yang alami dulu, kalo udah desperate baru deh. Dexametasone, kayaknya familiar, mungkin aku pernah minum obat ini juga. Tapi alhamdulillah ngga sampe keterusan sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebiasaan baik mak, aku jg lagi membiasakan diri ke yg alami2 aja. Kasian badan di cekokin obat2 kimia terus. Selain itu, kasian dompet juga, hihi..

      Delete
  12. Info yg sangat bermanfaat, mbak.. Walaupun saya (alhamdulillah) nggak alergi dan nggak tahu ttg obat ini sebelumnya, tapi abis baca ini saya jadi tahu. Insya Allah bermanfaat di kemudian hari, siapa tahu ada kenalan sy yg konsumsi juga. Jd bisa ngingetin. :)

    Alhamdulillah mbak sekarang udah nggak ketergantungan lagi, yaa.. i, dedeknya lucuu, gemes liatnya ^^ Sehat selalu ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Iya mbak setidaknya tau dulu ya, itung2 nambah tabungan pengetahuan, hehe.. Semoga bermanfaat.

      Makasi ya mbak, Alhamdulillah juga sekarang udah ngga ketergantungan lg. Semoga Alfath punya Mama yg sehat selalu. ((Amin))

      Delete
  13. Baca judulnya jadi gatel pengen klik dan komen.. Hihi.. Dexamethasone bukan obat dewa, justru ati2 banget klo mw ngeresepin obat ini.. Klo dgn obat lain gak manjur baru deh tambah obat ini atau kalau penyakitnya autoimun, itu pun hrs dikontrol dgn ketat (butuh rutin cek darah juga) dan klo penyakitnya mulai reda ya tappering off.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Obat Dewa dalam tanda kutip kali ya, krn efeknya dianggap "manjur" banget.

      Oh gitu ya, semacam jurus pamungkas kalo yg lain udah ga mempan ya.. :))
      Thank you for sharing :*

      Btw, cek darah baiknya rutin berapa lama sekali ya? Atau nunggu instruksi dokter aja?

      Delete
  14. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  15. Membaca perjuanganmu, Mak, aku terharu.
    Btw papanya Al-Fath sabar, ya.
    Sehat terus ya, Mak :)

    ReplyDelete
  16. Cantik amat mbaaaaakkkkkkk ya Allahhh, iri saya. Hihi

    saya baca artikel ini merinding-merinding campur kagum lihat wajah mbak yang teteup imut-imut walau lagi 'moonface'

    Sehat terus ya mbak, alerginya jangan kambuh-kambuh. Dede gantengnya juga sehat-sehat, barakallah semuanya :)

    ReplyDelete
  17. Ternyata ngeri juga efeknya ya. Pernah sih baca2 ttg si Deksa tapi gak begitu paham..

    ReplyDelete
  18. Assalamualaikum ,
    mba saya juga ngalamin hal yg sama kaya mba saya juga mengkonsumsi dexa tanpa sepengetahuan dokter kira" sudah 7 bulan dan alhamdulilah saya udah bisa tappering off 1 minggu yg lalu, tapi muka saya jadi moonface banget dan strech mark dimana2 . Saya mau tanya mba hani utuk bisa ngilangin moonfacenya berapa lama soalnya saya jdi ga pd banget tiap ketemu orang . Klo bisa saya mau minta pin bb atau no mba hani saya mau tanya2 dan sharing2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget mba, email ke unie94mhz@gmail.com ya, nanti kita ngobrol lebih lanjut. Btw, tadi sudah di chat di google hangout juga. :)

      Delete
  19. Ngerii y maak...

    Pernah sering dengar obat ini...tapi lupa siapa yg pernah mengkonsumsi obat ini dari keluargaku...tapi Alhamdulillah g sampe adict.

    Makasih mak infonya.

    Sehat terus ya

    ReplyDelete
  20. Bacanya sambil deg-degan :')
    Alhamdulillah Mbak sudah bebas

    ReplyDelete
  21. Ternyata pernah gemuk juga ya mbak Hani.. sekarang langsiing

    ReplyDelete
  22. Mba untungnya segera ditangani yaaa.. Nggak kebayang kalo terus2an dikonsumsi :(

    ReplyDelete
  23. alhamdulillah skr udh lepas ya mak. itu biar chubby teuteup cantik :)
    suamiku msh minum dexametason, kalo alerginya kumat aja. obatnya jg ga usah beli, tinggal ngembat dari warung, hehe

    ReplyDelete
  24. aku juga punya alergi dingin dan debu (ttt), dulu pas masih kuliah sering banget alergi dingin kambuhm, senjata utama ya minum deksametason yang kecil banget tapi langsung nyaman kalau habis diminum, tapi alhamdulillah setahun ini aku enggak merasakan alergi dingin kambuh lagi, soalnya jakarta panas sih :D

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe