Mengaku Sebagai Social Media Enthusiast? Jangan lupa #BijakBersosmed

Saturday, September 16, 2017


Tanpa disadari, bermedia sosial sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Menjalani hari tanpa mengintip akun-akun medsos sepertinya ada yang kurang. Setidaknya, hal itu terjadi pada saya juga.

Dulu, awal-awal membuat akun media sosial, niatnya gak jauh-jauh dari membuat status yang ditujukan kepada Seseorang, ya semacam "kode" gitu supaya seseorang itu lebih peka lagi, halahhh. Maklum ya saat itu saya masih berada di usia pencarian jati diri dan tentu saja sedang dalam pencarian jodoh. LOL.

Selain untuk nyetatus, tujuan lainnya gak jauh dari urusan "pamer" foto dan berbagi info menarik atau share tema apa yang akan saya bahas saat siaran (radio). Dulu, timeline belum dipenuhi dan dijejali info-info "panas" seperti tentang Politik dan sebagainya, berbeda dengan sekarang ini, timeline dapat menjadi ajang perpecahan dan bahkan hingga perang status yang dapat memercikan api kebencian hingga dendam.

Iya, sudah se"kronis" itu kondisi media sosial saat ini.

Ikrar #BijakBersosmed
Menyadari hal tersebut, saya yang menyebut diri saya Social Media Enthusiast, yang beberapa tahun ini mencoba monetisasi medsos, tentu harus sangat berhati-hati dan tidak gampang ikut-ikutan trend yang belum tentu bermanfaat, apalagi jika ternyata hal itu palsu alias Hoax. Dan lagi, saya ini termasuk orang yang mudah penasaran, jadi daripada dapat masalah di kemudian hari, saya harus pinter-pinter manage emosi pribadi saya supaya gak dikit-dikit komen tanpa dicerna, atau dikit-dikit share status orang pake tambah tanggapan yang sebenernya gak nyambung.

*mulai berat ya omongannya*

Peluncuran Gerakan #BijakBersosmed untuk Media Sosial Indonesia yang lebih baik
Tanggal 26 Agustus 2017 kemarin, saya menghadiri salah satu acara terkeren tahun ini yang bertempat di Gedung Indosat Pusat, Jakarta. Disana, para penggiat medsos, Komunitas, dan berbagai Organisasi yang peduli dengan medsos sebagai media untuk berinteraksi meluncurkan gerakan #BijakBersosmed.

MC dan Narasumber di acara #BijakBersosmed
Gerakan ini adalah inisiatif Netizen yang didukung penuh Indosat Ooredoo, yang tujuannya untuk mendorong dan menjaga penggunaan medsos supaya sehat, cerdas, aman dan bijak. Yang membuat saya lebih kagum, acara ini di dukung oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia. Makin yakin dong kalau gerakan ini sangat positif dan harus segera disebarluaskan.

Dibuka oleh Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Mba Ripy Mangkoesoebroto yang memberikan sambutan dan memberikan sedikit penjelasan mengenai Indosat Ooredoo sebagai Perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia sangat merasa bangga dapat jadi bagian dari gerakan ini.

Mba Ripy menuturkan bahwa sosial media hendaknya menjadi tempat untuk menyampaikan Informasi yang baik dan benar, untuk melahirkan inovasi baru dan bertukar gagasan, juga sebagai sarana untuk menghargai perbedaan pendapat dengan cara yang santun.

Para undangan semangat dari awal acara hingga akhir.
Apa sih yang melatarbelakangi diluncurkannya gerakan #BijakBersosmed ini?
Ya itu tadi, karena kondisi dunia maya saat ini sudah cukup memprihatinkan. Hal itu ditangkap dengan baik oleh Para penggiat socmed yang menyadari betapa socmed sudah menjadi gaya hidup sebagian masyarakat Indonesia. Sayangnya, kekuatan socmed mulai marak dimanfaatkan oleh sebagian kelompok untuk memproduksi Konten yang dapat memecah belah persatuan dengan ujaran-ujaran tak bertanggungjawab, dan parahnya lagi bahkan dijadikan lahan untuk mencari keuntungan oleh para produsen hoax.

Antuasias Para Netizen untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.
Gerakan #BijakBersosmed ini diharapkan bisa mendorong masyarakat supaya lebih bijak dalam menggunakan akun-akun socmednya. Daripada dipakai buat mancing kerusuhan di dumay mending digunakan untuk nyebarin pesan-pesan positif aja.

Bapak Samuel Abrijani Pangerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika dari Kementrian Komunikasi dan Informasi juga sangat mengapresiasi hadirnya gerakan ini. Menurut Beliau, lebih dari 132 juta populasi di Indonesia atau sekitar 51% dari keseluruhan polulasi di Indonesia telah terhubung satu dengan yang lainnya melalui dunia maya dengan perangkat-perangkat digital.

Tapi di sisi lain, dinamika politik, ekonomi, serta sosial di Indonesia yang tinggi dan bahkan penuh kompetisi, membuat atmosfer socmed Indonesia belakangan ini menjadi riuh rendah.

Sementara itu, menurut Mas Enda Nasution selaku Koordinator gerakan #BijakBersosmed, peluncuran gerakan ini adalah awal dan bukan akhir. Karena di tahun 2018 - 2019 nanti akan menjadi tahun politik, dan pada saat itu akan banyak pertentangan dan kompetisi yang akan menggaet perhatian publik via platform socmed, dan itu diprediksi akan lebih sengit dari sebelumnya. Dan bagaimana cara kita (sebagai Masyarakat) menggunakan socmed, bijak atau tidak, tentu itu akan jadi batu ujian kita sama-sama.

Kalau kalian ingin tau lebih lanjut mengenai gerakan ini, bisa langsung kunjungi website www.bijakbersosmed.id ya.

Pentingnya Gerakan #BijakBersosmed
Menurut "kacamata" saya, gerakan #BijakBersosmed ini merupakan gerakan yang harus kita dukung dan aplikasikan bersama. Sebagai orang yang setiap harinya buka socmeddan baca apa saja yang ada di timeline, saya sudah membatasi "ruang" baca saya disana. Dengan cara hanya mengijinkan teman - teman yang bijak bersocmed yang ada di timeline, selebihnya saya sembunyikan atau kalau perlu saya unfollow.

Too excited, hadir sebelum acara dimulai, ruangan masih kosong :))
Nah, memilih dan memilah teman di medsos juga sangat penting sih. Gak masalah seberapa banyak teman kita, walau gak banyak bange yang penting gak ada yang suka nyebarin informasi palsu atau hoax, gak bikin status kasar atau jorok, gak nyebarin foto atau video yang gak pantas, dan tentu aja gak nyebarin berita atau pendapat yang bisa mancing "kerusuhan" di timeline. Jadi, jujur, dalam setahun ini cukup banyak juga teman di medsos yang saya unfollow, bersih-bersih ceritanya.

Pernah gak sih kalian saat buka timeline dan langsung "gerah" dengan status salah satu teman kalian disana? gak enak banget kan ya, semacam merusak mood seketika. Biasanya status-status yang bikin "gerah" itu merajalela di masa-masa kampanye, ya gak jauh dari dunia Politik gitu, masing-masing ngebela pilihannya sendiri, masing-masing merasa paling benar dan lawannya yang salah. Masing-masing ngajakin orang lain untuk berpendapat sama dengan pendapatnya, dengan cara yang gak enak banget, menghasud, nyinyir, dan sebagainya. Yang seperti itu bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak #BijakBersosmed.

Yeayy, kami Netizen "dewasa" (menolak tua. LOL) tidak kalah semangat dari adik-adik SMA/SMK :))
Harus hati-hati juga dengan akun-akun palsu, ternyata ini memang banyak banget dibikin oleh para tim sukses, wallahu'alam sih ya tapi kita patut waspada, jangan dikit-dikit klik tombol "share", apalagi ditambah dengan pendapat kita yang tidak berdasar. Wah, sekarang UU ITE sudah siap menjerat siapapun yang melanggar lho. Buktinya sudah banyak ya, jadi itu tentu bukan wacana semata.

Nah Gengs, kita mulai dari diri kita dulu deh yuk, saya pun. Saya gak ngerasa bijak-bijak banget tapi setidaknya sudah mulai memfilter supaya gak kebablasan.

Thank you Indosat Ooredoo yang mendukung penuh gerakan #BijakBersosmed ini
Dibalik kesuksesan peluncuran gerakan #BijakBersosmed kemarin, ada dukungan yang sangat besar yang diberikan oleh Indosat Ooredoo. Terbukti dengan bantuannya supaya gerakan ini tersosialisasi dengan baik, dimulai dari SMA/SMK di Jakarta dan akan lanjut ke Kota lainnya dengan mengajak penggiat socmed dalam program ini.


Ini dilakukan secara konsisten sebagai bentuk tanggung jawab Indosat Ooredoo dalam rangka memberikan manfaat positif dari perkembangan dunia digital, termasuk socmed kepada Masyarakat Indonesia.

Gimana Gengs, setuju ngga kalau gerakan #BijakBersosmed ini sangat penting untuk dilakukan dan disosialisasikan? sepakat dong kalau socmed bisa menjadi dunia yang tetap ramah dan santun walaupun perbedaan itu akan selalu ada dan gak bisa dipungkiri. Yuk kita turut dukung gerakan #BijakBersosmed ini bersama-sama.

Bagi kalian yang ingin support, bisa ikuti juga akun-akun dibawah untuk info lebih lanjut lagi.

FB : bijakbersosmed.id | Twitter : @bijakbersosmed_ | Instagram : @bijakbersosmed.id

See you, Gengs di postingan berikutnya.

You Might Also Like

8 komentar

  1. Setuju banget kalau bijak bersosmed diedukasi ke semua kalangan. Biar ga ada lagi kekerasan status dalam sosmed. Ga ada lg saling serang dalam status sosmed

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu bangeeet.
      Berbeda itu gak mungkin bisa dipungkiri, tinggal gimana kitanya menyikapi itu tanpa saling menjatuhkan. Semoga kita selalu #BijakBersosmed

      Delete
  2. setuju, mba Hani.

    Apa pun permasalahannya kalau ada debatnya aku mah mending unfol or hide post deh ga usah ribet2.

    Mudah2an makin banyak yang bijak yah dalam bersosmed

    ReplyDelete
    Replies
    1. Capek ya Mba debat itu,walau sesekali perlu supaya kita dapat tahu sudut pandang orla, tapi kalau berkelanjutan sampai membuat perpecahan, wah mending say no, bubye deh ya.

      Amiiin, semoga ya Mbaa :*

      Delete
  3. Ah, aku pengen banget datang di acara ini kemarin, tp pas lg di Lampung. Han, makasih yaaa sudah ditulis ulang.

    ReplyDelete
  4. Beberapa hari yang lalu saya mengikuti kegiatan dengan tema yang sama, tapi sepertinya penyelenggaranya berbeda.

    Memang topik-topik gini harus diperbanyak sih ya mbak, mengingat banyak banget yang masih hobi asal share di medsos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuuu,topik2 seperti ini harus banyak diangkat supaya makin banyak Netizen yang aware terhadap dampak dari aktivitas medsos yang tidak bijak.
      Sambil mengingatkan diri sendiri juga tentunya :)

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe