Jenius Way To Be A Food Blogger Ala Fellexandro Ruby.

Tuesday, October 04, 2016


Minggu, 3 oktober 2016 kemarin menjadi salah satu weekend berkualitas bagi saya dan beberapa teman Blogger yang hadir di Senayan City Mall, Jakarta.

Sebagian besar teman-teman mungkin tahu ya kalau di Sency ada event keren dari Jenius yang berkolaborasi dengan Brightspot Market, yaitu event Market of the future yang di selenggarakan dari tanggal 29 september – 2 oktober 2016, lokasi berada di dua giant tents Senayan City.

Jenius itu apa ya? Nanti deh belakangan kita bahas, soalnya saya excited banget dengan acara terakhir di event tersebut, yaitu “Jenius way to be food Blogger” yang pematerinya adalah Fellexandro Ruby yang Food Blogger ternama itu.


Belajar Food Photography

Bagi para Blogger, dunia jepret menjepret adalah hal yang lumrah di lakukan sebagai penunjang tulisan, gak heran kalau makin kesini para Blogger makin giat belajar dan nguber ilmu photography kemana-mana supaya hasil jepretannya makin baik. Salah satunya adalah saat mengambil foto makanan, nah, di sinilah kesempatan saya dan beberapa sahabat Blogger untuk konsentrasi menyerap semua ilmu yang akan di beberkan oleh cowok ganteng dengan akun Instagram @captainRuby ini. (monggo, silahkan akun tersebut di kepoin, foto2nya kece semua!)

Setelah puas chit chat, berhaha hihi melepas kangen, dan menikmati aneka cemilan dan cake di JJ Royal Restaurant dengan sahabat Blogger, kami semua menuju Atrium untuk sama-sama belajar tentang Food Photography.

Guys, kurang lebih satu jam setengah Captain Ruby memberikan tip and trik bagaimana cara untuk mendapatkan sebuah foto makanan yang bagus ala dia. Wah, waktu yang sangat singkat mengingat materinya yang seru abis, kami sangat menikmati sesi itu. Khusus untuk memotret makanan, memang kita gak boleh sembarang jepret kalau gak mau hasilnya biasa banget alias STD BGT (baca : standar banget).


Penasaran ngga sih apa saja yang menjadi kunci kesuksesan Captain Ruby sebagai Food Blogger yang akhirnya merambah ke mana-mana as an entrepreneur? Yuk intip rahasianya!.

Untuk mengambil foto makanan, Captain Ruby gak pernah main-main, setidaknya ada beberapa teknik yang selalu dia perhatikan. Dan ternyataaa, salah satu kamera yang menjadi senjata andalannya adalah kamera handphonenya sendiri lho. Karena itu, sekarang yang kita bahas adalah pengambilan foto makanan dengan menggunakan kamera handphone ya.

Pertama, foto makanan itu harus di perhatikan terlebih dulu jenis makanannya, baru tentukan mau di ambil dari angle sebelah mana. Ada beberapa teknik saat mengambil gambar makanan, salah duanya adalah Topshoot (pengambilan dari atas), dan 45 derajat (pengambilan dari samping). Dan ternyata foto makanan yang ada tangan "nongol" itu lagi trend loh, must try!.

Untuk angle, sepertinya kita gak akan terlalu kesulitan ya, terlebih kalau kita udah keseringan selfie alias ngambil gambar wajah sendiri, pasti deh kita tahu letak muka kita bagian mana yang paling oke untuk di ambil gambarnya. Begitupun dengan makanan, di kenali dulu untuk di cari tahu angle terbaiknya. Hemm.. bagi saya masih susah-susah gampang sih, perlu latihan yang sering untuk terus nambah jam terbang.
Latihan selfie dengan Captain Ruby, semoga ilmu fotonya nular, Amiiin. Mohon ma'afkan wajah saya ya kawans! :))
Untuk pencahayaan, walaupun memang bisa di create sedemikan rupa dari segi lighting, sebetulnya dan sejujurnya, cahaya matahari emang paling the best deh, karena itu kita harus “bersahabat” dengan jendela, karena di sanalah kita akan mendapatkakan cahaya matahari yang akan membantu foto makanan yang akan kita ambil mempunyai nilai seni yang tinggi. #haseek

Posisi cahaya bagusnya dari mana ya? Kalau menurut Captain Ruby sih ya, posisi cahaya terbaik adalah dari kanan, kiri, atau belakang, biar gampang ngingetnya, disingkat aja jadi KKB. Kalau dari depan emang gimana? Gak gimana-gimana sih, tapi biasanya terlihat terlalu terang dan jadi ngga oke, apalagi kalau cahayanya pake flash kamera, duh jangan deh.

Ini sepertinya ambil angle 45 derajat deh, haha. Sok nebak-nebak. (source : www.wanderbites.com)
Tapi kalau udah malam gimana, kan gak ada cahaya matahari, atau kalau misalkan di tempat makannya emang gak ada jendela sama sekali yang memungkinkan cahaya matahari masuk, harus gimana?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sebetulnya gampang, yaitu JANGAN MAKSAIN. Karena kita pakainya smartphone camera, yang notabene-nya terbatas kemampuan pengambilan gambarnya, mending gak usah maksain ambil foto di tempat yang minim cahaya. Kalau mottonya Captain Ruby sih gini, “Shoot your lunch, and eat your dinner” , jadi saat waktunya makan malam, yaudah makan aja yang nikmat, gak usah pikirin foto. LOL.

Posisi sebelah jendela ini sempurna banget ya, cahaya matahari emang the best! (source : www.wanderbites.com)
Ada satu pertanyaan menarik yang di ajukan salah satu sahabat Blogger, tentang pengambilan gambar makanan yang ada asapnya. Saya pernah coba ambil gambar makanan berasap menggunakan kamera smartphone dan DSLR, dan emang perlu effort banget sih untuk smartphone, apalagi kemampunan kamera HP saya yang kurang mumpuni, beda jauh dengan hasil dari DSLR yang speed nya memang jauh di atas kamera HP.

Ternyata Guys, untuk makanan berasap, harus di usahakan asapnya terpisah dari makanan, jadi sumber asap berbeda. Untuk dapetin asap buatan itu, kita bisa beli cairan khususnya. Jenis cairannya seperti apa, dan bisa beli di mana aja, itu yang sampai sekarang masih saya cari tahu. Saya makasih banget lho kalau ada temen-temen yang tahu dan mau sharing di kolom komen.

Selain beberapa tip di atas, ada tiga hal yang di tekankan oleh Captain Ruby untuk food photography ini, yaitu :
  1. Bersih-bersih lensa sebelum ambil gambar.
  2. Jangan zoom, crop aja.
  3. Focus sebelum jepret.
Latte art with hands, what a perfect! (source : www.wanderbites.com)

Nah, gimanaaa? Seru ya pembahasan di event Jenius dan Brightspot Market kemarin. Materi dari Fellexandro Ruby adalah pamungkas dari event seru tersebut. Para Blogger terlihat belum puas kayaknya, sepertinya masih banyak yang ingin nanya-nanya ke Captain Ruby tapi apa daya waktu tidak memungkinkan, huhu. Gapapaa, kita intipin akun-akun medsosnya aja yuk, atau langsung aja ke blog www.wanderbites.com untuk lihat hasil karyanya sekaligus baca cerita-cerita seru disana.

Setelah dari Atrium, kami kembali ke JJ Royal untuk makan malam, suasana hangat dan penuh keakraban sangat terasa disana. Dan yang lebih lucu, kami sama-sama melakukan registrasi aplikasi Jenius sambil antusias praktek jeprat jepret makanan.

Coba praktek walau jepret cangkir doang :)))

Apa itu Aplikasi Jenius?

Oke, yang dari awal udah penasaran apa itu Jenius, saya jelaskan singkat disini ya. Jenius adalah layanan 24 jam yang bisa nemenin kita dalam pengelolaan keuangan secara lebih mudah, cerdas dan aman. Dari mulai menangani tagihan-tagihan, kirim uang secara cepat, hingga mengatur tabungan berencana.

Jenius ini adalah aplikasi say, dia dilengkapi dengan kartu debit VISA yang dapat mengatur keuangan cukup dari smartphone kita sendiri. Bagi kita yang hidupnya terkoneksi secara digital dengan mobilitas tinggi, sepertinya butuh ya.

Di depan booth Jenius setelah registrasi dan aktivasi, yeayy, langsung jadi dong.
Dengan Jenius, kita bisa kirim uang segampang kirim salam, bisa nabung segampang foto dari HP, bisa open account tanpa harus ke Bank, trus kalau mau buka blokiran ATM juga gak harus antri di CS Bank terdekat. Ya ampun, senangnya hidup iniiii, memang layak kalau hubungan tak terpisahkan antara hidup dan keuangan ini disebut sebagai : Life Finance.

Jenius dapat diunduh di Apple Store atau Google Play Store, setelah itu lakukan registrasi dan aktivasi kartu, nanti Jenius Crew akan menelpon kamu untuk konfirmasi sebelum mengantar kartu debit ke alamat kamu.

Untuk keamanan pun gak perlu di khawatirkan, karena Jenius didukung oleh BTPN, terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta dijamin oleh LPS. Saya sendiri udah registrasi dan aktivasi Jenius dong, kamu kapan? 
Ini Debit Card Jenius punya saya? punya kalian mana?.
Kalau masih bingung, bisa kunjungi jenius.com yaaaa, selamat mengunduuuh. 


You Might Also Like

31 komentar

  1. Aku udah lama jadi followernya Captain Rubi ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak di ragukan lagi, foto2 Mommy Oline kece2, aku sukaaa :*

      Delete
  2. Makasih sharingnya mba Hani.

    Belum pernah bikin foto yang ada tangan nongol gitu. Kayaknya foto makanan kudu banyak trik ya. Ehm...kamera hapeku gak banyak mendukung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Nur, semoga bermanfaat yaa.

      Btw, kamera HP punyaku juga gak bagus2 bgt, makanya perlu bgt di siasati ya kalau mau dapat gambar bagus, tip2 di atas cukup membantu, Ayok mba kita praktekan :)))

      Delete
  3. Asli! Yang bikin melotot gambar makanannya. Kayanya enak banget tuh

    ReplyDelete
  4. Wah keren uy acaranya, aku juga paling suka kalau suruh foto makanan hik hik

    Thanks udah sharing tips-tips nya mbk hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Dek Bowo, biar makin kece ya food photography-nya :))

      Delete
  5. Salam kenal
    Review keren.
    Terima Kasih dapet ilmu tentang cahaya dari jendela #tariiik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Intan, terima kasih ya, semoga tulisan ini bermanfaat.

      Salam kenal kembali Mbaa :*

      Delete
  6. Wah langsung jadi hari itu juga ya kartunya. Keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, bisa langsung jadi hari itu, mungkin karena sedang ada event dan booth nya ya di Sency. Kalau biasa, kartu di kirim kerumah setelah regis dan aktivasi. CMIIW :)

      Delete
  7. tip asapnya berguna bangett, tinggal nyari di mana belinya..

    ReplyDelete
  8. Aku sempat lihat pameran Jenius ini hari sabtu. Kupikir semacam kursus komputer atau les anak2 biar jenius hahaha..salah persepsi

    ReplyDelete
  9. Reviewnya bagus teh hani. Wah jadi tahu nech cara photo yg bagus. Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya Shanti, semoga bermanfaat.

      Salam kenal kembaliiii :*

      Delete
  10. memang harus bisa foto makanan dg bagus dan apik, aku suka banget lht foto dr food blogger yang ciamik jadi suka bikin ngiler

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komposisi semua2nya pas ya mba, enak di lihatnya, mengundang selera makan :)

      Delete
  11. Aku plg demen foto makanan dr angle 45 derajat, soalnya kl top shot kdg suka males ngatur2 posisi makanannya :D

    ReplyDelete
  12. Aku kalau liat foto-fotonya captainruby jadi laper malah, hihihi.

    ReplyDelete
  13. Cakep-cakep ya jepretan dese. Desenya juga. Hihihi...

    ReplyDelete
  14. Makanlah makan malammu. Iyaaa.. Kadang maksain juga ambil foto makan malam. Apalagi kalau tempat makannga kece, menunya cantik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bawaannya pengen jeprat jepret dulu ya Mba, pantang makan (walau udah menuju dingin) sebelum dapat foto kece, haha.

      Delete
  15. Mbak Hani, Insya Allah sudah paham dengan trik fotonya. Tapi pengen tanya tentang jenius tu... Di kahir paragraf mbak hani bilang "nanti kartu debit akan dikirim", apakah artinya saat download dan daftar artinya kita buka rekening baru?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, artinya kita sudah open account disana dan berhak mendapatkan kartu debit VISA-nya.

      Saat registrasi di aplikasi, jangan lupa untuk foto setiap kartu ID kita dengan posisi yang baik untuk mempercepat proses, belajar dari pengalaman kemarin lama banget registrasinya ternyata salah satu penyebabnya (selain jaringan internet yang kurang kenceng) adalah posisi pengambilan gambar dari setiap ID kita :))

      Delete
  16. srundeng bebeknya sepertinya makyuss tenan ya.
    ini karena trik fotonya atau memang benar-benar lezat.
    thank dan salam kenal Mbak.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe