Waspadai Hipnotis Via Telepon!!

Monday, January 18, 2016

Sumber
Astagfirullah.
Beberapa hari lalu saya hampir kena hipnotis (via telpon) di stasiun Tebet. Saya memang lebih nyaman transit disana untuk menghindari ramainya Manggarai, dan kemudian menunggu kereta jurusan Jakarta Kota. Tidak seperti biasanya, saat itu saya dalam kondisi (Sangat-sangat) mengantuk. Di saat yang sama melihat layar handphone saya (muncul semacam pop up) bertuliskan "TELKOMSEL Incoming".

Beberapa kali di reject, beberapa kali juga dia terus menelepon hingga akhirnya saya angkat. Kira-kira seperti ini percakapan kami: 

Penipu : Assalamualaikum Ibu, Alhamdulillah Wasyukurilah Ibu telah menjadi Pelanggan terbaik ketiga dan mendapatkan hadiah delapan juta rupiah, hadiah uang tersebut dapat ibu ambil sesegera mungkin ya buuu..

Saya : Waalaikum salam, ma'af ini dengan mas siapa ya? dan itu hadiah apa? saya tidak merasa ikut undian apapun.

Penipu : Tadi Ibu baca gak ketika saya telpon ada tulisan apa di layar HP ibu. Saya dari Telkomsel bu (tidak menyebutkan nama), dan ini memang tidak di undi, karena dari itu saya mengucapkan Alhamdulillah wasyukurillah ya bu (aneh banget). Kalau boleh tahu Ibu menggunakan rekening apa ya bu? (maksudnya nanya Bank apa kali ya) karena hadiahnya dapat ibu ambil saat ini juga.

Saya : maksudnya mas, saya menggunakan rekening di Bank apa ya mas? tapi untuk apa? ma'af mas saya sedang di stasiun, mas mungkin dengar disini berisik dengan suara keteta. Bisa nelponnya lain kali saja?

Penipu : Oh jangan bu, ini ibu dapat hadiah lho. Karena dari itu saya tanya kan ibu pakai rekening apa, supaya secepatnya Ibu dapat mengambil uangnya bu.

Saya : (mulai terpengaruh tapi tetap merasa ini gak bener) cara mengambilnya memang gimana mas? saya gak punya rekening, yang punya itu suami saya, nanti saja ya mas.

Penipu : Ibu silahkan catat kode pengaktifan hadiahnya di ATM, jadi kami sudah bekerja sama dengan ATM Bersama bu, nanti ibu hanya dapat mengambil hadiahnya di ATM Bersama ya bu. Gimana bu, sudah siap mencatat? kalau tidak ada kertas bisa di HP saja bu? ibu punya HP yang lain kan?

Saya : (mulai mengeluarkan HP yang lain) oke mas, apa yang harus saya catat?

Penipu : Ibu silahkan ketik 00880081318465362. Nah nanti ketika ibu sudah masukan kartu ATM ibu, ibu masukan PIN, tekan transaksi, tekan uang elektronik, tekan mandiri e-cash, kemudian tekan isi ulang..

Saya : (saya potong omongannya), maksudnya "i-cash" mas? bisa di spell ngga mas? itu kenapa saya harus tekan isi ulang?

Penipu : iya karena memang seperti itu bu, pokoknya sekarang ibu berdiri dan cari ATM terdekat, telponnya jangan ditutup ya bu, saya sambil pandu ibu dari sini.

Saya : *diam..mikir.. ini kayaknya gue di kerjain nih, itu angka apa ya, kalau nomor rekening kayaknya kepanjangan deh. Atau jangan-jangan.. itu Virtual Account yang di gunakan untuk menipu?! kurang asem nih orang!!*

Penipu : Bu.. ibu dengar saya kan ya, silahkan cari ATM terdekat ya bu.

Saya : Aduh mas, mas gak dengar ya, saya sedang di stasiun, sedang transit, jadi saya sedang nunggu kereta mas. Gak bisa keluar stasiun trus cari ATM sekarang. Emangnya gak bisa ya saya cairkan uangnya nanti saja, malam misalnya?

Penipu : Emang Ibu di stasiun sedang apa sih bu? mau kemana? (MULAI KURANG ASEM!)

Saya : (dih, kurang ajar banget ya nih orang ga sopan, dasar penipu) lah, saya sedang dalam perjalanan menuju kantor, kok gitu ya nanya nya. Gini aja ya mas,kalau memang saya menang, nanti saya confirm lagi ya untuk pengambilan hadiahnya, soalnya saya gak bisa ambil saat ini juga, saya buru-buru. (Sengaja di lama-lamain, pengen tahu tuh penipu bakal kayak gimana lagi usahanya).

Penipu : Duh, jadi gimana ya bu, saya juga gak bisa bantu, soalnya kalau tidak di ambil sekarang, hadiahnya angus bu bisa buat yang lain. Ini ibu sedang di tayangkan di Metro TV lho bu kalau tidak percaya, suara ibu kedengaran dimana-mana ini bu. Dan saya juga tidak menanyakan nomor rekening ibu berapa kan, saya hanya bertanya ibu menggunakan rekening apa, jadi saya tidak ada niat untuk menipu.

Saya : Oh iya mas gak papa, kasih saja ke yang lain, saya ikhlas.

Penipu : Gak apa-apa ya bu, saya kasih yang lain saja?

Saya : Iya, gak papa.

Penipu : Baik bu, terima kasih. *langsung dia tutup telpon tanpa babibu lagi*


Teman-teman, dari awal telepon sebenarnya kita sudah bisa curiga. Tidak ada greeting sesuai SOP, tidak menyebutkan namanya siapa, tidak ada proses Verifikasi data, tidak ada permintaan maaf saat saya bilang kalau saya sedang dalam perjalanan dan tidak bisa mengangkat telpon.

Seolah alam bawah sadar saya terus di giring supaya mengikuti perintahnya. Dia terus-terusan bilang bahwa saya mendapatkan delapan juta rupiah.

Teman-teman, Hati2 ya selama perjalanan menuju tujuan, terutama yang keretaan. Jangan ngelamun, sebisa mungkin hilangkan ngantuk dengan cara apapun. Kondisi ngantuk bisa membuat kondisi alam sadar kita menurun. Dzikir sebisanya supaya tetap fokus dan kita selalu dalam kondisi mengingat Allah Swt., Insha Allah kita akan selalu dalam lindunganNya. 

Sepertinya, maksud dari penipu itu adalah supaya orang-orang awam yakin bahwa dengan mengikuti petunjuk yang dia berikan, maka akan mendapatkan sejumlah uang yang di sebutkan, tetapi justru sebenarnya kita lah yang akan menggelontorkan sejumlah dana ke rekening para Penipu tersebut. Wallahua'alam.

STAY SAFE! 

You Might Also Like

26 komentar

  1. sereemmm teteh, temenku waktu itu juga ada yang kena, udah di atm, untung keburu sadar..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih iya teeh.. ngeri banget emang. Apalagi kalau kemana2 sendiri, gak boleh lengah sama sekali.

      Delete
  2. Alhamdulillah masih dilindungi ya, mbakyu.

    ReplyDelete
  3. Duuh...untuuung nggak kena ya, serem juga...
    sekarang kalo dapat telpon dari nomor nggak dikenal biasanya aku reject dulu trus aku sms..hihi, takuut

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba, kayak gitu aja. Dan do'a yg banyak supaya di jauhkan dari orang2 jahat. Hiks.

      Delete
  4. Anak buah suamiku pernah lho, Mba Hani. Di stand voucher di Soetha. Padahal supervisor nya liat kalau tuh SPG terima telp kaya orang linglung. Dia kerok voucher pulsa 100rb buat yg nelp total 2 jt. Ampun deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Ampun, kayaknya kita juga harus lebih peka ya lihat gerak gerik orang, sebisa mungkin langsung cepat tanggap kalau ada teman kita yang "kena". Kemarin sempat parno selama di kereta dan ngerasa kayak dikelilingi orang2 jahat, padahal kan hanya satu dua orang aja yang kayak gitu, imbasnya jadi bikin paranoid :'(

      Delete
  5. Wiiih, ada juga yang kaya gini, ya? Sulit banget cari kerja halal, ya? -,-

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada banget mba, ternyata setelah aku ngobrol sama teman2, banyak juga kasus serupa. Aku sempat sesumbar ke suami kalau gak mungkin kena hipnotis2an, eh gak taunya dalam kondisi yg lagi ngantuk hampiiiir aja kena. Skr lebih waspada lagi terutama saat bepergian sendiri.

      Delete
  6. ini kasus kena hipnotis aku hampir mengalami ketipu, tapi modusnua berbeda : saya dapat kupon hadiah mobil dari dalam kemasan kopi ABC, saya telepon nomor tercantum. Sampai kepada tahap pilih warna mobil, saya pilih silver, kemudian cepat ke bank mandiri transfer Rp.8 juta ke rekening dia. Alhamdulillah di bank ditegur polisi jaga disitu, seketika saya tertegun dan sadar ketika diberi tahu polisi ini modus penipuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaah masih di berikan keselamatan baik jiwa ataupun materi ya mas. Saat ini kita gak pernah tau berada di tengah2 orang baik atau sebaliknya, memang sebaiknya tetap waspada dan tetap ingat padaNya.

      Terlalu banyak berita dengan kasus serupa akhir2 ini :'(

      Delete
  7. alhamdulillah mbk hani masih dilindungi Allah Swt. Masih banyak modus lain lagi. Penting tetep hati2 ....

    ReplyDelete
  8. Semoga kita semua dijauhkan dr penipaun kek gini ya Han, serem ih. Hebat bgt mereka. Mereka kok bisa tau gitu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin, tetap waspada ya say. Orang jahat saat ini memang semakin "pintar" :(

      Delete
  9. Ya ampun ngerinyaa..
    emang ya, menghadapi kayak gini itu harus cuek dan pakai akal sehat - logika yang bener. Kalau yang terlena, bisa-bisa ketipu. Ihhh orang2 sekarang ya, segala macam cara dihalalkan -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju! Logika harus tetap jalan. Do'a harus makin kenceng, hoho.

      Delete
  10. duh kok ngeri ya, sampe telepon aja bisa dipake buat hipnotis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak orang belajar hypnotherapy untuk membantu orang lain, tapi makin banyak juga yg digunakan utk kejahatan sepertinya :(

      Delete
  11. Trims mbak infonya serem ya........saya jg pernah dikerjain tapi via telpon rumah, mungkin krn skrg banyak yg mulai ketangkap polisi yg by hp jadi mulai mengincar pelanggan2 tlpn rumah. Memang sebaiknya diajak ngobrol lama krn lama kelamaan mulai kebaca kalau tuh orang mulai grogi juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Syukurlah masih di berikan keselamatan ya mba, tetap hati2 mba, semoga kita selalu di jauhkan dari hal2 seperti itu. Amiin.

      Delete
  12. Replies
    1. Sepertinya mereka memang punya sindikat yang secara IT pun sudah di kondisikan sedemikian rupa, sekarang kejahatan makin canggih :'(

      Delete
  13. Saya baru saja mengalami kejadian serupa tadi malam, kata2nya pun nyaris sama cuma bedanya Si penelpon bilang akan ditayangkan di Global tv dan sialnya saya sedang tidak berada dirumah jadi tidak bisa memverfikasi kebenarnya.tanpa disadari memang instruksinya seperti tidak bisa dilawan sepanjang perjalanan telpon tidak boleh dimatikan dan disela2 percakapan penelpon sering sekali mengucapkan Asma ALLAH seperti Masyaalah bu masa tidak percaya, Astagfirullah bu mohon menuju ATM terdekat segera.mohon lebih berhati2 untuk teman2 semua karna kebanyakan korbannya adalah wanita. alhamdulilah nominal yg saya transfer tidaklah banyak dan saya baik2 saya, ammien.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Innalillahi.. turut prihatin ya Mba, sekaligus turut bersyukur karena kerugian materi tidak ada apa2nya di bandingkan keselamatan jiwa. Saat ini memang kapanpun dimanapun, kita harus selalu waspada, dan gak boleh luput dari do'a.

      Semoga kejadian2 seperti ini tidak terulang lagi, Amiiin.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe