TENTANG AKU AKHIR-AKHIR INI

Wednesday, November 04, 2009


"PERSONA NON GRATA itu BUKAN AKU"

Ketika pada akhirnya aku kembali menyematkan kalimat itu atau mungkin lebih tepat disebut sebagai Jargon bagi mereka yang memang merasa dunia sedang tidak berpihak kepadanya, semua orang terkasih yang tiba-tiba menjauh dan tidak ingin berbagi kasihnya. Aku tidak merasa seperti itu saat ini, aku justru merasa memiliki dunia, dia ada ditanganku. Aku merasa seperti itu ketika aku menyempatkan beberapa detik untuk melihat sekelilingku dan ada mereka disana. Kedua orangtua dan satu-satunya saudara kandung, adik laki-lakiku. Betapa aku mencintai mereka Ya Rabb.. betapa aku sangat mencintai mereka semua. Bila suatu saat aku harus berada di satu titik dimana aku dijauhi oleh seisi dunia ini, jangan biarkan mereka menjadi salah satunya, tapi biarkan mereka menjadi satu-satunya yang akan selalu ada di “belakang”ku. Aku sangat mencintai mereka semua dengan segala kekuranganku.

Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu. Aku menemukan salah satu kalimat ajaib itu dalam pembatas salah satu buku yang aku beli dengan hasil keringatku tahun lalu (tidak bermaksud sombong, tapi mencoba mengingatkan kepada diriku sendiri, bahwa aku pernah selalu mendapatkan segalanya dengan keringatku sendiri). EDENSOR-nya Andrea Hirata. dapat dipastikan, secara resmi akupun berkata kepada diriku sendiri, aku akan memeluk semua mimpi yang aku punya, dengan atau tanpa oranglain, tapi tetap dengan restu mama insya Allah. Semoga.

Aku ingin menjadi seorang aku tahun lalu. Oopsss…. Seharusnya bukan itu yang menjadi inginku saat ini, tapi aku harus bisa menjadi lebih baik dari sekedar seorang aku tahun lalu.

Easy to say, hard to do.
Dan aku tetap mencintai diriku sendiri. Saking cintanya, kadang aku menjadi sosok paling egois di Belahan Bumi Pertiwi ini.

Sebulan ini, aku banyak mengenali sosok baru dalam hidupku. Teman-teman baruku sangat ramah dan pintar. Aku bangga menjadi salah satu dalam Komunitas mereka. Aku bangga ada di tengah-tengah mereka dengan tetap menjadi AKU. Tidak akan pernah aku menghilangkan ke”asli”anku di depan siapapun. Mereka bilang aku aneh, Mama bilang aku keras kepala. Aku bilang, aku UNIK.

Hari-hariku akhir-akhir ini tampak biasa (diluar konteks percintaanku). Kenapa ya?
Aku mencari sesuatu yang hilang. Aku terus mencari tapi belum juga kutemui sesuatu itu. Teman-teman Facebook-ku, mereka bertambah banyak setiap harinya (belum mencapai seribu memang, hehe), karakter baru kutemui pula disana. Berwarna, tapi tetap saja mereka maya. Aku pun terus membuka makna dibalik ayat-ayat-Nya, meskipun sedikit demi sedikit, meskipun aku tidak serajin dulu, tapi aku berusaha untuk tidak meninggalkan sepenuhnya, berharap tidak akan pernah. Satu waktu aku menyadari, mungkin itulah satu-satunya “bekal”ku kelak. Ayat-ayat yang terus memberikan pemahaman baru bahwa hidup yang tengah berjalan ini, telah di”ramal”kan dan dituliskan scenario-nya, jauh sebelum aku berada dialam fana ini, bahkan sebelum aku hadir dan berkembangn di dunia rahim mama-ku. Dari situlah akupun mencoba meyakinkan diri sendiri, bahwa sebanyak apapun rasa senang dan sedih yang aku dapatkan dalam hari-hariku, semua sudah berada dalam garis tanganku (baca: suratan takdir).

Aku mencari jati diriku. Aku masih mencari. Maka biarkanlah aku tetap mencari. Bantulah aku dengan cahaya, bukan dengan kata-kata suruhan dan paksaan. Ketika aku berkata tidak, jangan paksa aku untuk bilang iya. Percayalah, tidak akan ada yang kalian dapatkan dengan itu.

Bulan tampak penuh. Dua bulan kemarin, aku masih make a wish dengan dia (teman baruku). Malam ini, dia bahkan sama sekali tidak memberikanku pesan singkat dan bilang “bulannya sudah bulat”. Aku tidak akan marah apalagi kecewa, this is life.. ada yang datang dan pergi. Siap memiliki, maka bersiaplah kehilangan. Itulah kelemahanku, sulit untuk kehilangan. Tapi aku tidak akan membiarkan itu berlarut terlalu lama. Tidak akan. Aku akan mencari bahagiaku sendiri. Sekali lagi, dengan atau tanpa mereka.

Berhadapan dengan Dizzy_ku, aku akan tetap bersyukur ada dia yang selalu bersabar untukku. Bersabar menghadapiku yang kadang sulit untuk dimengerti. But heiiiii…. Wanita memang selalu ingin dimengerti kan??? Jhahaha…
Aku hanya anak kecil yang berjubah dewasa, sahabat-sahabatkupun berkata. Yeeaaahhh… teruslah ber-Opini kawan, kalian aku miliki untuk itu, untuk membuatku semakin tahu, seberapa besar kurangku, seberapa banyak salahku, seberapa pelik khilafku. Dan kalianpun ada, untuk menjadi saksi perubahanku, menjadi kebalikan dari semua makna negative yang ada. Hopefully….

Bersambung……

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe