Kugy.. Dyrga..

Saturday, October 10, 2009

Tentang Hari ini.

Berkaca dari kejadian yang kemarin, aku memahami satu hal. Hidupku.. bahagiaku.
Akan ku putar waktuku sendiri, ke masa yang aku mau tentu saja. Sejenak, biarkan aku memanjakan diri dengan melakukan hal yang orang lain tidak ikut campur didalamnya. Dan aku lebih memilih… untuk menjauh.

Dyrga-ku, malam ini dia tidak ada disini. Telpon tadi siang, mungkinkah telpon terakhir? Mmmhh… ngga yakin.

Aku tidak akan pernah rela berbagi Dyrga dengan dia, bukan dengan orang lain, tapi hanya dengan dia. Aaaaaahhh… pemikiran yang bodoh. Saat ini, aku merasa asing dengan diriku sendiri.

Tadi malam adalah malam terhangat. Dalam kelemahanku karena sakitku, dia ada. Temani aku lewati malam, dengan aku yang tidur di bahunya. “Dyrga, aku bersyukur punya kamu”. Aku berharap dia dengar apa yang hati ini bilang. Malam tadi aku menemukan Dyrga –ku yang tlah lama hilang. “itulah kamu yang aku mau, kamu yang kemarin-kemarin ngga ada, kamu yang slalu pengen tau apa yang ada dalam pikiran dan hatiku, kamu yang hanya miliku, hanya aku”.

Garut, 10 oktober 2009

Hari dimana aku menghabiskan waktuku untuk menikmati perjalanan ke satu tempat yang penuh awan. Huuuhh…. Obat macam apakah yang dokter kasih kemaren siang? Obat itu membuat kantukku memuncak disiang dan malamku. Sejenak aku terbangun dan menyempatkan diri untuk memastikan dia ngga lupa sending SMS. Dan memang ada, SMS dari dia, lengkap dengan protes-nya. Ya ya yaaa…. HP ku slalu divert, itu karna aku ngga mau hariku terganggu dengan telpon basa basi, sombongku.

Garut-ku. Betapa aku sangat mencintai kota ini. Dan betapa aku ingin meninggalkan Kota ini akhir-akhir ini. Lho?
Cintaku ada disini, sekaligus rasa sakitnya. “Dyrga, kamu ngga tahu betapa aku sakit, betapa aku sangat ingin membencimu, tapi.. aku ngga pernah bisa..”

Kekuatanku sekaligus kelemahanku, itulah dia.
aku mencintainya seperti aku mencintai duniaku, dunia radio. Seketika aku kembali ke masa dimana ada dia yang membawaku untuk berkembang di tempat baru, beberapa bulan lalu. Aku yang telah mengenalnya dari enam tahun yang lalu, tapi beberapa bulan kemarin lah, aku benar-benar tahu dia. Dia yang adalah punyaku. Tak akan letih aku bilang, dia adalah punyaku.

Aku sangat menghargai perjuangan dia belakangan ini, untuk yakinkanku tentang rasanya yang bukan cuma omongan semata. Tapi aku hanyalah seonggok manusia yang tidak bisa untuk berbagi dengan “bintang jatuh”. Dyrga, tolong mengerti.

Langit menjadi sangat merah, tanda marah-kah??? Aku berselimutkan hawa panas, mmmmhhh…. Gerahnyaaaa…. Tak urung niatku berkelana didunia maya. Aku tidak sendiri, dan tidak akan pernah sendiri, dalam kondisi apapun. Hati itu tidak pernah bertugas untuk memilih, karena dia pasti tahu kemana arahnya akan bertolak. Perahu kertas-ku, I love You. Dee.. terimakasih.

Ada winAmp didepanku, lengkap dengan list yang kesemuanya “gue banget”, yang saat ini kudengar U & I nya Jason MRaz, haaahhhh…. Kembali ke masa silam lagi deh. Ada aku yang pada saat itu sama sekali belum mengenal cinta, belum tahu rasanya patah hati. Dan lagu inilah yang mengiringi ke-na’if-anku. Sampai akhirnya aku ter”kontaminasi” dengan hal-hal beratasnamakan “kedewasaan”, lagu ini tetap ada di list ku.

Malam ini akan kuakhiri dengan aku Posting di Blog ter-anyar-ku, disinilah smua keluh dan kesahku akan berlabuh. Jauh dari Directly Comment yang mungkin akan menyudutkanku, hanya disinilah aku merasakan kebebasan yang akan menjadikanku sebagai aku. Aku.

Bersambung ......

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe