Grow Happy From The Inside Out with Lactogrow

Sunday, June 02, 2019


Menjadi Orangtua yang bahagia itu mudah gak sih sebenarnya? 

Jawabannya mungkin beragam ya tergantung Individu yang menjalaninya. Bagi saya sendiri, semenjak menjadi Ibu, perjalanannya memang gak bisa dibilang mulus dan gampang-gampang aja. Bahkan mungkin, saya salah satu Ibu baru yang cukup struggling saat menyesuaikan diri kala itu. Iya sih namanya juga penyesuaian, memang perlu proses kan ya, saya seperti harus kembali "berkenalan" dengan diri saya yang baru, as a Mom.

Adalah Alfath Raiha Fastabiq Khair (Alfath), nama Putra saya yang pertama. Dan Adiknya Arthanabil Raiha Altan Shaquille (Bil) yang baru lahir tujuh bulan lalu. Mereka adalah dua sosok mungil nan menggemaskan yang membuat saya dipanggil dengan sebutan "Mama". Dan selama kurang lebih 5 tahun ini, saya berusaha untuk menjadi Ibu yang bahagia.

Bahkan saya selalu bilang ke Suami, supaya hati Istrinya ini selalu dijaga, jangan sampai terluka dan nangis-nangis. Karena kan Istrinya ini juga berperan sebagai Ibu yang suasana hatinya akan sangat berpengaruh terhadap kebahagian Anak-anak kami. Apalagi seorang Suami yang juga seorang Ayah adalah Support system terbaik bagi Keluarga.

Nah, lalu, dengan semua usaha untuk membahagiakan diri itu, apakah saya berhasil dan sukses membahagiakan Anak-Anak saya secara jasmani dan rohani? saya masih harus mencari jawabannya, karena apa yang terlihat dengan mata, belum tentu sama dengan kenyataannya.

Blogger Gathering Lactogrow "Grow Happy Parenting Ramadhan", Happy From The Inside Out

Grow Happy, tumbuh bahagia dimulai dari dalam. Jargon yang bukan hanya sebagai rangkaian kata semata. Tapi itu merupakan kalimat yang sangat harus diperhatikan bagi Orangtua terutama Ibu saat membesarkan buah hatinya. Setidaknya, itu yang saya tangkap dari materi-materi yang didapatkan di acara Blogger Gathering Lactogrow hari Selasa minggu kemarin.


Bertempat di Pandor Café, saya dan teman Blogger dari Indonesian Hijab Blogger (IHB) lainnya bersilaturahmi sambil menunggu waktu untuk menikmati iftar dan berbuka puasa bersama, dengan menambah ilmu dan wawasan dari semua Pemateri luar biasa yang hadir. 

Setelah acara dibuka oleh MC, Mba Paramudita Sarastri yang merupakan perwakilan dari pihak Lactogrow memberikan sambutannya dan menyampaikan bahwa Lactogrow berkomitmen untuk mengajak Orangtua untuk senantiasa mendukung kebahagiaan Anak dan Keluarga. Terbukti dari kandungan Lactogrow yang nutrisinya memang disiapkan untuk mendukung kebahagiaan Anak.

Saya yakin semua Orangtua sepakat juga ya bahwa yang paling berperan untuk mendukung Buah Hati itu adalah Orangtua yang harus happy, dan juga selalu memastikan kesehatan saluran cerna buah hatinya. Seperti yang disampaikan oleh Dr. dr.Ray Wagiu Basrowi, MKK. yang sharing dengan kami Para MomBlogger yang sangat antusias apalagi karena dr. Ray ini sangat fun dan juga gak berhenti mengundang tawa.


Dr. Ray mengingatkan agar Para Ibu selalu memastikan pencernaan buah hati selalu dalam keadaan sehat dengan menjaga keseimbangan mikrobiota ususnya. Caranya adalah dengan memastikan Anak mengkonsumsi variasi makanan yang bernutrisi lengkap dan juga harus yang mengandung probiotik.


Dari pemaparan dr. Ray saya pun jadi tahu kalau salah satu probiotik yang sudah terbukti secara klinis bermanfaat adalah Lactobacillus reuteri.

Kelebihan probiotik Lactobacillus reuteri adalah :
1. Teruji klinis aman dan bermanfaat bagi tubuh
2. Dapat membantu dalam penyerapan nutrisi
3. Bisa mengatur suasana hati jadi lebih baik (good mood)
4. Bantu tumbuh kembang buah hati jadi lebih bahagia dan optimal

Kalau saya flashback lima tahun kebelakang, sesuai usia Putra pertama saya, Kakak Alfath, sepertinya pernah juga mengalami masalah pencernaan yang sampai mengganggu kenyamanannya saat beraktivitas, akhirnya Kakak Alfath jadi Cranky dan mudah ngambek saat itu. Saat konsultasi ke DSA, akhirnya dikasih resep probiotik juga, Alhamdulillahnya sih gak lama langsung membaik lagi kondisi pencernaannya. Tapi hal tersebut jadi membuat saya lebih aware lagi supaya bisa memastikan Anak kedua saya (Bil) tidak mengalami hal serupa.

Dukung Anak Tumbuh Bahagia dengan Stimulasi yang Tepat

Kebahagiaan Anak adalah hal terpenting bagi Orangtua manapun di dunia, termasuk saya yang senantiasa ingin kedua Putra saya, Alfath dan Bil, tumbuh bahagia supaya dapat menjadi pribadi yang positif dan selalu menyebarkan keceriaan dan energy positif kepada lingkungan di sekitarnya.

Namun, seperti yang saya sampaikan diatas, ternyata apa yang terlihat oleh mata, memang belum tentu sama dengan kondisi sebenarnya. Dari awal pernikahan, dan kemudian hamil, saya berkomitmen dengan Pasangan supaya kami tidak harus mengulang hal-hal jelek di masa kecil kami ke Anak-anak nantinya. Kami juga berkomitmen kalau sampai kami mengalami hal yang membuat kami harus beradu argumen, jangan sampai terjadi di depan Anak-Anak.

Namun kenyataannya, hal tersebut, susah untuk dilakukan. Itu yang terjadi pada kami.

Alfath kecil pernah melihat saya nangis sambil ngomel-ngomel ke Papanya. Saat itu Alfath memang belum mengerti apa yang terjadi, tapi saya yakin ada aktivitas otaknya yang “merekam” bahwa saat itu sedang terjadi hal yang tidak membahagiakan. Sekian kali Alfath melihat saya berargumen, Alfath yang kemampuan bicaranya sudah banyak menjadi berargumen juga, dengan bahasanya yang masih polos dan sederhana. Wah, gawat. Saya langsung ketakutan hal itu bisa berpengaruh jelek terhadap pola pikir dan karakternya hingga dewasa.

Setelah melewati fase yang cukup berat, up and down kami rasakan, saya pun dapat lebih mengatur emosi saya terutama di depan Anak. Saya kembali ke komit awal yang ingin memberikan kebahagiaan kepada Anak-anak, karena dampak positifnya akan sangat signifikan untuk masa depan mereka.



Hal itu juga yang disampaikan oleh seorang Psikolog, Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi. yang menggambarkan betapa pentingnya peran kebahagiaan bagi anak ke beberapa aspek dibawah ini :
1. Tumbuh kembang kognitif (proses belajar)nya.
2. Nilai dirinya (Self-esteem) Anak.
3. Social Skill-nya Anak.
4. Dan Karakter saat Anak kelak dewasa.

Karakter Anak yang telah tumbuh dewasa dengan kebahagiaan, akan dapat membangun sifat penting sebagai penunjang keberhasilannya juga, karena dia memiliki beberapa hal dibawah ini :

1. Kesadaran dan Manajemen diri yang baik.
2. Kesadaran dan keterampilan sosial yang baik.
3. Dapat mengambil keputusan dengan lebih baik. 


Beberapa Tips yang diberikan Ibu Vera untuk para Ibu yang ingin Anak-anaknya tumbuh bahagia :

1. Selalu berikan ke Anak-anak kita, makanan yang bergizi seimbang.
2. Dampingi Anak saat bermain karena itu adalah masa-masanya anak sedang eksplorasi.
3. Selalu ekspresikan emosi positif di depan Anak.
4. Pastikan Anak-anak kita mendapatkan waktu tidur yang cukup.
5. Berikan cinta tanpa syarat kepada Anak.
6. Jadilah pendengar yang baik dan antusias bagi Anak.

Nah Moms, kira-kira, diantara keenam point diatas, manakah yang paling sering moms langgar? Hihi kalau saya sepertinya banyak, hiksssss.

Saat dr. Vera menyampaikan tips diatas, saya langsung tersentil karena merasa sudah sering mencederai hati dan mungkin juga pikiran Anak-anak saya terutama Alfath (karena Bil saat ini masih bayi banget dan belum mengerti banyak hal). Saya selalu pastikan Alfath mendapatkan menu makan dengan gizi yang seimbang, namun disisi lain, saya sering menolak saat Alfath meminta saya menemaninya main.


Alasan demi alasan saya lontarkan seperti masih sibuk di dapur, harus kerja dulu kejar deadline (padahal mana Alfath ngerti kerjaan Mamanya dan bukan tanggung jawabnya dia juga), saya berulang kali bilang “nanti dulu ya sayang”, saat Alfath menanyakan “ini apa, itu kenapa?” atau saat dia ingin menunjukkan hasil karyanya.

Tentang cinta tanpa syarat, saya pernah juga mengucapkan kata “asal” ke Alfath, seperti saat dia minta dibelikan mainan saat kami ke Mall. Saya jawab, “boleh, asaaal nanti Kakak main sendiri dulu ya selama Mama kerja”. Seolah saya gak ikhlas memberikan waktu saya untuk Alfath.

Hikss, sedihnyaaa. Rasanya hati ini sakit setiap kali ingat itu. Rasanya ingin segera pulang dan memeluk Alfath dan Bil di rumah. Alfath saat ini berada di fase dimana dia senang menyuarakan isi hati dan pikirannya. Pun semua pertanyaan yang di benaknya gak segan untuk dilontarkan tanpa peduli Mamanya sedang apa, atau sedang merasakan apa. Karena bagi Anak seusia dia, masalah dunia belum dia pahami kan ya. Yang dia tahu hanyalah dunianya yang penuh dengan rasa ingin tahu.


Waaah, selalu hangat ya di lingkaran mata setiap membahas dan sharing tentang Anak, hihi. Baiklah kembali ke acara Blogger Gathering, saya dan semua teman Blogger ditantang untuk membuat makanan sehat dari mainan Play-Doh, haha seru bangeeet. Saya dan tim saya pun memutuskan untuk membuat menu Gizi Seimbang.


Tanpa saya sadar, ternyata semua menu yang dibuat dilombakan dan dipilih satu yang terbaik. Alhamdulillaaah saya dan tim kece saya yang terpilih menjadi Pemenang karena menu yang kami buat sudah sesuai dengan kebutuhan gizi bagi Anak. Senangnyaaa, dapat hadiah pula.


Acara diakhiri dengan foto-foto dan berbuka bersama. Silaturahmi yang indah, dan berfaedah karena semua ilmunya sangat “bergizi” apalagi menu-menunya Pandor Cake ini enak-enak semuaaaa. Pengen balik lagi kesana dan pesan saladnya deh, ada yang mau barengan? Haha.



Thank You Indonesian Hijab Blogger (IHB) dan Lactogrow untuk undangannya. Semoga sukses dan berkah untuk kita semua. Amiiin.


Pelukan dan Cinta Mama untuk Kakak Alfath 

Pulang dari Acara ini saya langsung peluk Alfath yang jemput saya ke Stasiun dengan Papanya. Saya juga langsung dengarkan dengan seksama ceritanya Alfath yang seperti biasa selalu panjang dan detail. Alfath cerita kalau dia tadi lihat kereta yang Penumpangnya penuh sekali, Alfath juga kangen naik kereta katanya karena sudah lama gak diajakin keretaan. Dan cerita-cerita lainnya yang dia ceritakan di dalam mobil sampai kami sampai di rumah.


"Ah, Alfath.. ma’afin Mama ya Kak, banyak banget salah Mama selama ini. Mama akan berusaha untuk perbaiki semua, dimulai dengan menambah quality time kita tanpa embel-embel kata “asal” atau apapun itu. Yang pasti kita benar-benar nikmati waktu tanpa Mama yang sibuk dengan gadget, sibuk balasin email, dan lainnya". 

Karena kebahagiaan Alfath dan Adeknya adalah prioritas utama dibanding prioritas lainnya. Maka, pola asuh dari saya dan Suami pun harus dapat mendukung Anak-anak mendapatkan kematangan emosinya yang maksimal, sehingga tumbuh menjadi manusia yang sehat secara jasmani dan rohani.

Tadi malam, sebelum tidur, setelah baca buku dan sebelum do’a, saya tanya Alfath apakah dia bahagia? Dan katanya Alfath bahagia. Kemudian saya peluk Alfath sambil kami berdo’a sebelum tidur sama-sama.

“Kak, are you happy?”
“Yess, Kakak happy, emangnya kenapa Ma?”
“Gapapa, Mama minta ma’af ya sering bikin Kakak sedih dan sering biarin Kakak main sendiri”
“Gapapa, tapi besok temenin kakak main jual-jualan lagi ya Ma, biar Kakak latihan, nanti kalau sudah besar Kakak kan mau bikin Toko Alfathmart supaya Mama jadi Boss Besarnya”.

Huhu, saya nangis dalam hati jadinya dan selalu saya Aminkan apapun cita-cita Alfath selama ini, pasti saya dan Papanya support  selama itu positif dan berguna bagi orang banyak. Yang penting saat ini adalah kebahagiaanya mereka, buah hati kami. Selain psikis yang happy, fisik juga harus happy dengan selalu mengkonsumsi asupan yang mengandung Happynutri seperti Nestle Lactogrow yang kaya akan vitamin (12 Vitamin), minyak ikan, tujuh mineral dan Omega (3 dan 6), kalsium, dan probiotik Lactobacillus reuteri supaya aktivitasnya tidak terganggu karena pencernaannya bermasalah.


Dengan itu, semoga Anak-anak senantiasa tumbuh dengan suasana hati yang selalu positif, kematangan emosi yang baik, tubuh yang selalu sehat alias gak mudah sakit, juga senantiasa berperilaku Positif dan berguna bagi lingkungan sekitar dan Agamanya. Amiiiiin.

Oh iyaa.. Last but not least, selalu diingat juga bahwa WHO merekomendasikan pemberian ASI Ekslusif hingga bayi berusia 6 bulan dan lanjutkan selama mungkin. Susu pertumbuhan diformulasikan untuk memenuhi nutrisi yang diperlukan oleh anak diatas usia 1 tahun dan tidak diberikan untuk bayi. Jadi, selalu aware dan baca label sebelum membeli ya Moms.

See you around.



You Might Also Like

1 komentar

  1. IHB kalo ngadain event selalu berfaedah yak. Bersyukur banget bisa kenal IHB. Silaturahmi makin panjang. Berkah terus ya ��. Ah aku terharu baca tulisan kakak Alfatah, nyes pasti perasaan ibunya ��

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here (BTS Dubbing)

Like us on Facebook

Subscribe