#TheStoriesOfHani : Rindu Garut

Monday, March 27, 2017


KARENAAA..
Kadang, nulis di status Facebook atau Instagram lebih "lemesh" dan ngalir tanpa "tekanan" apapun, kadang nulis disana tiba-tiba panjang dan susah buat di stop, kadang isi status bisa lebih bermakna daripada konten blog.
MAKAAA..
Saya memutuskan untuk copas isi statusnya di blog supaya lebih abadi. LOL.

Ini isinya tentang kerinduan saya yang sudah membuncah ke Kota Kelahiran saya aja sih, tulisan ringan yang mewakili hati gara-gara cuti yang dinanti gak jadi-jadi dari tahun lalu, yang semoga terealisasi dalam minggu ini. Amiiin. Tulisan dibawah ini sedikit "ber-aku-aku" gak papa yaaa.

#throwback.

Angan terlempar ke masa remaja dimana selalu ada tempat untuk melahap bacaan yang dengan susah payah didapat. Hamparan hijau dengan sejuta cerita. Masa dimana mimpi demi mimpi terbingkai dan siap untuk "dibeli". Masa-masa dimana sentuhan Tuhan terasa lembut menyapa melalui hembusan angin di Puncak Bukit. Melihat para Petani memilah panen untuk dikirim ke Kosambi dan Kramat Jati.

Kadang mikir, kenapa harus dikirim ke Bandung dan Jakarta, kenapa gak dijual di pasar-pasar Garut aja? tapi itu cuma pertanyaan yang hanya ada di hati.

Bodo amat mereka mau kirim kemana, bukan urusan.
Bahkan Bapak sudah bosan bertanya "kapan mau mulai belajar bercocok tanam? Siapa yang akan menjadi Penerus Bapak?". Cukup dijawab dengan senyum, dan Bapak seolah mengerti impiannya harus menguap dan hilang oleh angin karena Putrinya masih akan meneruskan tekadnya menjadi Perantau entah kemana selama gak menetap di Garut.

Bukan, bukan karena benci Kota Kelahiran sendiri. Fokus saat itu, bagaimana caranya suatu saat dapat menerbitkan buku sedangkan di Garut belum menemukan Penerbit dan toko buku pun langka, yang terlengkap saat itu hanya Toko Buku Galaxy. Toko buku yang setia memberikan diskon selama dikasih iklan via "AdLibs" radio.


Beberapa kali bolos kuliah cuma buat ambil job MC, demi bisa ke Palasari. Ya, beli buku ke Bandung itu rasanya seperti semut diantara padang ilalang yg harus siap keinjak kaki2 gajah. Tapi apa boleh buat, demi buku incaran.

Sekarang, saat mimpi telah berubah, saat realita mengajarkan banyak hal untuk sadar bahwa mimpi yang sebenarnya ada disana, Tuhan.. rasanya aku ingin kembali. Ke tempat dimana wajah bisa dengan puas diterpa angin sejuk dan segar tanpa harus facial Oxy.

Saat hati mengajak untuk kembali menjaga bumi, dimulai dari tanah sendiri.
Aku rindu, Garutku.

#TheStoriesOfHani


You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe