The Power Of Content Untuk Melindungi Hak Perempuan dan Anak

Tuesday, November 01, 2016



Hari Blogger Nasional 2016.

Bulan Oktober di akhiri dengan Moment spesial bagi para Blogger. Hari Blogger Nasional jatuh pada tanggal 27 Oktober kemarin, dan tahun ini, tepatnya tahun 2016, saya merayakan hari istimewa itu bersama para Blogger hebat dan beberapa tokoh inspiratif.

Bertempat di Binus FX Senayan, Serempak bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan Gathering Blogger dengan tema “The Power Of Content”. Di hadiri oleh Ibu Ratna dari KPPPA, Kang Maman Suherman Ibu Martha Simajuntak dari Serempak, Teh Ani Berta sebagai Social Media Aktivis & Sekjen IWITA, Ibu Ina A. Murwani sebagai Deputy Head of Marketing BINUS, dll.


Di Gathering yang sama sekali tidak terasa ada suasana kaku atau serius, bahkan banyak sekali kebahagiaan dan tawa yang di dapatkan seluruh Peserta yang hadir, di bahas beberapa tema yang tidak bisa disebut “sepele” tetapi justru sangat krusial terutama bagi kaum Perempuan dan Anak.

Saya sebagai seorang Ibu dan Perempuan yang merasa mempunyai hak untuk dilindungi, semakin terbuka mata dan pikiran tentang kejadian tidak mengenakan di sekitar yang sepatutnya diketahui lebih banyak pihak supaya dapat diminimalisir. Kejahatan seksual terhadap Perempuan dan Anak, semakin merajalela dan semakin mendekat dengan keluarga kita tercinta.

Adakah yang dapat kita lakukan sebagai langkah pencegahan, mampukah kita tanpa kekuatan dan pengaruh signifikan di mata masyarakat sekitar? Tentu ADA. Hal sekecil apapun, semampu kita, tekadkan niat untuk berupaya melakukan langkah preventif, walau sedikit namun dampaknya akan sangat besar bagi banyak pihak.

Ibu Ratna menerangkan mengenai Three (3) ends yang menjadi Program utama dari KPPPA, yaitu :
  • Upaya mengakhiri/meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap Perempuan & Anak.
  • Upaya mengakhiri perdagangan Manusia (Human Traficking)
  • Upaya meningkatkan Ekonomi keluarga.

Kita sebagai Blogger dapat membantu dengan menyebarkan informasi positif dalam tulisan kita, kekuatan dari konten tulisan tentu akan memberikan manfaat dalam memerangi konten negatif yang semakin marak. 

Personal Branding.

Untuk tercapainya penyebaran konten positif yang baik dan merata, kekuatan konten harus di imbangi dengan branding yang baik. Sebagai Blogger, ada baiknya kita membangun Personal Branding yang baik pula. Untuk itu, Ibu Ina memberikan beberapa kunci atau tip-nya, seperti berikut ini.

Memahami Readers kita. Sangat penting bagi kita untuk memahami seperti apa karakter para pembaca, dan apa yang mereka mau baca, karena itu akan memudahkan kita untuk menentukan tema. Salah satu caranya bisa cek Google Analytics.


Tentukan tema dan konsisten. Setelah kita memahami tulisan apa yang diminati para pembaca, tentukan tema dan konsisten-lah. Karena itu akan menjadi salah satu kekuatan kita sebagai Blogger.

Buatlah tagline!. Untuk tagline, saya juga membuatnya untuk blog kacamata hani ini, yaitu "menulis apa yang terlihat dari kacamataku". Tapi setelah ganti template, saya memutuskan untuk tidak menampilkan tagline tersebut dan saya mempunyai keyakinan atau mungkin saya terlalu PD para Pembaca blog ini pasti dapat menyimpulkan maksud dari nama blog ini, kacamata hani, tanpa perlu dimunculkan di permukaan. *pede abisss

Jangan memaksakan untuk membahagiakan semua orang. Kita tidak bisa menjadi apa saja untuk siapa saja. Saat kita tahu ada pembaca yang menyukai tulisan kita, pasti banyak juga yang tidak menyukainya. Dan hal seperti itu, jangan membuat kita merasa bersalah apalagi sampai kepikiran dan mikir keras gimana caranya supaya kita bisa membuat tulisan yang dapat disukai semua orang. Stop to do that! karena kita pun sama, tidak selalu menyukai apa yang orang lain suka.

Good personality. Itu jelas, harus! Baik di dunia maya apalagi dunia nyata.

Alway use image and tone!. Guys, tulisan tanpa foto rasanya gak lengkap, ya ngga sih?. Iya bangeeet! Fotonya di bagus-bagusin juga boleh, asal ngga too much sih menurut saya. Saya sendiri termasuk yang masih belajar untuk membuat infografis, edit foto, dsb. Tujuannya supaya foto-foto tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung dari tulisan, Tone dari setiap foto saya usahakan rata dengan tema-nya, walau ternyata memang susah untuk lebih konsisten di karenakan tema tulisan yang kadang berbeda-beda. Dan malah kadang di sesuaikan dengan mood.

Tulisan harus "bertenaga". Konten dari tulisan di usahakan berbobot, informatif, dengan gaya bahasa sendiri. Sedikit "nyeleneh" saat menulis, gak masalah.

Pesan dari Teh Ani Berta.

Personally, saya kenal baik sosok Beliau. Teh Ani ini salah satu senior yang sangat saya kagumi. Baik dari kemampuan menulis, bersosialisasi, dan menempatkan diri dengan tepat di lingkungan manapun yang Teh Ani datangi. Teh Ani sangat penuh sopan santun, namun di waktu yang sama tidak akan ragu untuk "menyentil" siapapun yang melakukan hal di luar batas. Teh Ani, tegas dan tidak bertele-tele.

Saya banyak belajar dari Teh Ani, termasuk tentang bagaimana menciptakan tulisan yang inspiratif dan bermanfaat bagi Para Pembaca. Bagaimana "bertingkah laku" di social media, tentang pentingnya personal branding yang baik, dan tentang arti berbagi.


Jiwa sosial Teh Ani Berta ini memang layak di acungi dua jempol bahkan lebih. Mungkin karena itu Beliau beberapa kali di percaya mengikuti berbagai acara penting baik di Indonesia atau Luar Negeri, semua karena tulisan dan kepribadiannya yang positif.

Pesannya, jangan terlalu "perhitungan" dengan benefit dari tulisanmu, tidak harus melulu ada "bayaran". Jangan letih berbagi, karena rezeki kelak yang akan mendatangimu. Tidak ada salahnya sesekali kita mengambil job sosial, sebagai penyeimbang dan bentuk rasa syukur.

Selain itu, Teh Ani juga selalu dengan tegas mengingatkan para juniornya untuk menulis reportase secara aktual, tidak ditunda-tunda sehingga berita jadi basi. Untuk Hard News, hasil reportase maksimal di kerjakan dalam dua hari, jangan lupa penggunaan 5W + 1H. Sedangkan untuk Feature Stories, bisa di kerjakan lebih lama karena harus menyiapkan tulisan bernarasi, menuangkan ide-ide dan konsep lebih luas.

Kekuatan Kaum Perempuan.

Menyadari bahwa kekerasan seksual dan perlakuan tidak menyenangkan terhadap kaum Perempuan yang semakin marak, memang sangat miris. Tidak hanya Perempuan, Anak-anak kecil pun terancam kejahatan serupa. Lebih miris lagi karena lebih dari 60% pelaku berasal dari keluarga terdekat.

Kang Maman yang turut hadir di Gathering Blogger kali ini, memberikan gambaran kejadian tidak mengenakan tersebut di beberapa tempat di Indonesia. Dan betapa piciknya bagi yang masih berpikir bahwa yang pertama kali harus di salahkan dari kejadian-kejadian seperti itu, adalah kaum Perempuan.


Hal tersebut membuka mata para Blogger untuk turut menyebarkan berita dengan konten yang salah satunya adalah tentang kejahatan seksual yang saat ini ada di mana-mana, bahkan di depan mata. Menyamakan dan menyatukan suara, bahwa kejahatan seksual, tidak terletak berdasarkan seberapa mini rok seorang Perempuan, tapi dari seberapa mini otak para kaum tidak berperikemanusiaan itu.

Hal di atas sebagai pengingat juga bahwa kejadian mengerikan seperti itu harus lebih sering di angkat salah satunya lewat tulisan, supaya semakin banyak pihak yang tahu dan mulai lebih waspada lagi,

Cerita Pengalaman Kang Irwin Day/Dey.

Saya baru pertama kali mengenal sosok Kang Irwin ini, yang ternyata adalah Blogger Senior dengan segala pengalaman di bidang internet. Kang Irwin bercerita bahwa alasannya dia menulis tentang serba serbi internet ya karena dia mempunyai bisnis warnet. Dan ketika warnetnya tutup, maka Kang Irwin berhenti menulis. Hingga suatu hari, Kang Irwin mendapatkan penawaran untuk menulis dengan bayaran yang saya bilang "wow" menggiurkan sekali.


Tidak ingin aji mumpung, saat Kang Irwin menerima tawaran untuk menulis tentang Politik, Beliau menolaknya. Alasannya, itu bukan ranah dan "zona nyamannya" dia.

Guys, ini tentang prinsip!. Saat kamu menerima tawaran menulis hal yang tidak kamu sukai, atau yang bukan di bidangnya kamu, ya jangan di paksakan hanya karena bayarannya tinggi (misalnya). Ada moment dimana kita hanya ingin menulis apa yang kita suka saja, dan ketika itu berbayar, akan menjadi hal yang Alhamdulillah sekali. Sekalipun hal menyenangkan itu datangnya setahun sekali, ya sudah rezekinya memang setahun sekali.

Bertabur hadiah. (Sumber : http://evrinasp.com/ )
Intinya, tidak memaksakan, menulislah dari hati. Wah! tertohok sekali saya saat mendengarkan pengalamannya Kang Irwin dan semua Narasumber yang hadir. Menginspirasi!.

Selamat Hari Blogger Nasional, Indonesia!

You Might Also Like

10 komentar

  1. Bener menulislah dari hati, buat saya sih blogging ya nulis, mau nulis kalau enggak ga usah hihihi. Nice posting loh mama Alfath

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Teh Tian, setuju banget dengan komennya. *kiss

      Delete
  2. Selamat hari blogger nasional... Semangat menulis dr hati :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Hari Blogger Nasional, yess..semangat menulis dari hati. :)

      Delete
  3. Setuju, nulis klo gk pake hati susah dpt ide ��

    ReplyDelete
  4. Akupun sangat kagum denganmu Hani, Mama Alfath :)
    Anak muda yang selalu ingin belajar.

    ReplyDelete
  5. Gathering yang oke banget.. Banyak informasi yang bermanfaat yaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Indah, seru dan berkualitas sekali.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe