Tentang Masa Kecil, Sepeda & Cara Merawatnya.

Tuesday, November 01, 2016


Kalau ingat masa kecil, saya jadi ingat masa-masa pertama kali belajar sepeda. Dulu, saya gak menyerah walau harus berulang kali terjatuh hingga harus bedrest karena lengan bengkak akibat tertindih sepeda. Hingga akhirnya, saya bisa menguasai sepeda.

Sepeda merupakan salah satu transportasi darat yang dikemudikan tanpa bahan bakar. Cukup dengan terus mengayuh maka kita bisa nyampe ke satu lokasi dan lokasi lainnya. Murah meriah karena tidak menggunakan bahan bakar dan sekaligus olahraga, mengayuh dan mengendalikan stir sepeda cukup membuat otot lengan dan jari saya menjadi semakin kuat, pada saat itu.

Walaupun bersepeda adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, tapi sepertinya semakin kesini semakin sedikit yang menggunakan alat transportasi roda dua yang bentuknya lebih tipis dan lebih simple dibanding alat transportasi lainnya ini. Paling hanya digunakan untuk olahraga di CFD, selebihnya, orang-orang lebih suka menggunakan kendaraan bermesin sebagai sarana dan penunjang  aktivitas sehari-hari.

Dulu, saya selalu rebutan sepeda dengan adik saya, karena orangtua kami hanya membelikan kami satu sepeda saja untuk dipakai berdua. Kemampuan adik saya bersepeda memang jauh lebih mahir di banding saya, pun kemampuan service-nya. Setiap kali sepeda kami rusak, adik saya yang saat itu usianya masih sangat belia, sudah mengerti seluk beluk sepeda dan bagaimana memperbaiki komponen sepeda yang rusak.

Sebagai pecinta sepeda, tentunya kita harus mengerti bagaimana karakter dari sepeda kita, jangan cuma pengen pakenya aja, tapi juga harus ngerti cara rawatnya. Beberapa bagian yang harus kita perhatikan banget adalah warna sepeda yang seringkali cepat pudar dan mengelupas, kemudi atau kayuh roda apakah masih bagus atau sudah bermasalah, apakah ada komponen-komponen dari sepeda yang mulai berkarat, apakah rem masih bagus atau sudah tidak cakram lagi, dll.

Pemilihan produk perawatan sepeda yang tepat juga sangat menentukan kondisi sepeda ke depannya akan seperti apa. Jangan sampai sepeda rusak hanya karena cara merawat kita yang salah.

Ohya, harga emang jarang bohong ya, kalau teman-teman ada yang berencana membeli sepeda, sebaiknya beli yang harganya lumayan mahal dan sebanding dengan kualitasnya yang kuat dan bagus. Saya sering lihat di toko yang jual sepeda murah, biasanya kualitasnya juga gak bagus-bagus banget, bahkan rentan sekali dengan masalah. Tapi kalau emang budgetnya terbatas, beli sepeda yang harganya terjangkau dulu juga gapapa sih, namun emang harus di imbangi dengan perawatan yang maksimal setiap harinya, contohnya seperti di bawah ini, gak ribet kok :
  • Usap body secara keseluruhan.
  • Cuci dengan sabun apabila sudah kotor.
  • Pastikan bahwa terdapat oli yang cukup pada rantai, rem yang oke, ban yang pas, dan komponen lain dalam kondisi yang bagus.
  • Gunakan produk pelindung yang aman untuk menjaga frame hingga komponen yang lainnya.
Gak terlalu rumit kan cara rawatnya, gak perlu minta bantuan orang lain, karena kita sendiri bisa melakukan itu sendiri dengan baik, kuncinya hanya satu, gak boleh males. Dengan perawatan yang oke, di jamin sepeda kita akan memiliki performa yang tahan lama, dan tidak kalah dengan sepeda brand terbaru.

Saat membeli sepeda baru, jangan lupa untuk memastikan tidak ada bunyi-bunyi aneh yang berasal dari gesekan komponen sepeda, serta kemudi yang sudah tidak nyaman saat pertama kali kita mencobanya.

Gimana, sudah siap membeli dan merawat sepeda barunya? sharing dong belinya dimana dan harganya berapa, kebetulan saya sedang survey nih. Haha.

See you, Guys! 
* Sponsored Post
* Pic for title taken from pixabay

You Might Also Like

5 komentar

  1. Duh sepeda masa kecil saya kemana yah, hehe udah ga ada rimba nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepeda masa kecilku pun udah gak ketahuan rimbanya, huhu. Kangen sepedaan jadinya. :D

      Delete
  2. Baca ini trus menatap nanar sepeda yang teronggok di pojokan minta di kayuh :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayuh Mbaa, kayuuuuh. Haha. Aku pengen punya sepeda lagiiiii :)))

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe