5 Pantangan Penderita Sinusitis.

Thursday, October 13, 2016


Pertengahan tahun 2012 saya pernah operasi sinus, teman-teman boleh baca ceritanya di link di bawah ini. Dari sekian banyak pantangan yang dilarang dokter saat itu, ada lima hal yang saya garis-bawahi yang harus saya hindari demi mencegah sakitnya datang lagi dan supaya saya dapat menjalani hari tanpa adanya bayang-bayang sakit (sinusitis) yang menghantui.

Baca Juga: Sinusitis Part 1.

Jadi lebih tepatnya, ini pantangan versi saya ya.

1. Hindari Stres.

Ini penting banget. Entah yang lain, tapi saya pribadi memang jadi sangat mudah merasa pusing kalau stres, and FYI pusing karena sinus bermasalah itu sangat berbeda dengan pusing biasa. Saat stres, fisik menjadi sangat ringkih. Stres disini kalau bener-bener ada yang ganggu pikiran dan hati banget ya, kalau dari skala 1-5, tingkat stres di angka 4 deh pasti bisa bikin fokus saya berangsur hilang, mood berantakan, males mikir, pengennya diam di tempat sepi, males ngomong, mata menerawang (ngebayangin hal-hal indah sebenernya), pokoknya mager banget. Kalau udah gitu, semua kerjaan dan aktivitas rutin terancam.

Caranya : dengan memilih dan memilah hal apa aja yang sekiranya bisa bikin stres skala 4 itu, kalau misalnya bisa di abaikan, saya pasti akan langsung mengabaikannya, menganggap gak ada, kalau misal ada orang yang bikin sedih, apalagi sampai ganggu ke psikis, saya akan "lupain" dulu orang itu. Kalau kebetulan lagi kerja, saya tinggalkan sejenak pekerjaan saya dan cari pengalihan dulu seperti dengerin musik, buka youtube, ngobrol dengan rekan kerja, dll.

Tapi kalau misal hal itu gak bisa di abaikan, alias mau gak mau harus dihadapi, yaudah saya hadapi tapi saya "komunikasi" dulu ke diri saya sendiri untuk lebih santai, lebih open minded, hindari baper, apapun yang terjadi usahakan berada di sudut pandang yang positif ketimbang sebaliknya. Intinya, jaga hati, dan pikiran.

Kalau gagal? saya "mencabut diri" dari sekitar, cari tempat yang bisa bikin perasaan jadi lebih baik, dan ingat Tuhan. Banyakin istigfar dan serahkan semua kembali ke yang di Atas.

2. Hindari terkena angin malam terlalu lama.

Belakangan, saya memang jadi gak terlalu suka berada di area terbuka saat malam hari. Dulu agak sering kena angin malam saat masih aktif di berbagai event yang mengharuskan saya standby di lapangan, tapi setelah acara inti selesai, saya pasti langsung pamit pulang, gak pernah ikut teman-teman nongkrong dulu atau sekedar ngobrol. Kesannya kayak sombong ya, tapi saya sadar diri makanya milih pulang, daripada besoknya flu dan jadi kemana-mana sakitnya. Apalagi setelah tahu dan harus operasi sinus, angin malam jadi "musuh" yang saya hindari.

Btw, sebenarnya saya mempunyai kebiasaan jelek di masa kecil. Dulu, di umur-umur Sekolah Dasar, saya suka sekali duduk berlama-lama di genteng rumah hanya untuk "nontonin" langit berlama-lama. Langit Garut luar biasa indahnya saat itu, bersih, sangat jarang berpolusi sehingga bintang-bintang terlihat terang benderang. Bintang Timur dan Barat terlihat jelas. Sebelum ada bintang jatuh melesat, biasanya saya gak turun dulu, atau sebelum Mama ngomel sih tepatnya. Masa kecil saya memang ya gitu deh, suka banget bikin puisi, cerpen, lirik, atau sekedar celoteh dalam bentuk tulisan yang di tempel ke dinding. Sayangnya, saya jarang sekali memakai penghangat badan seperti jaket. :'(

Angin malam biasanya membawa bakteri lebih banyak dan kondisi badan saya yang "gampangan" di colek virus dan bakteri, membuat saya memilih untuk menjauhinya dewasa ini. Tapi bukan berarti sama sekali gak kesentuh angin malam ya, lha wong pulang kerja aja malam kok, tapi at least, saya pakai "alat perang" saya kemana-mana (baca : masker). Terlebih dengan kondisi Jabodetabek yang merupakan pabriknya polusi. Rentan banget deh nyerang ke sinus.

3. Hindari asap rokok dan produk rumah tangga dengan bau menyengat.

Asap rokok sebisa mungkin harus di hindari para penderita Sinusitis. Kalau ada keluarga atau teman dekat yang merokok di sekitar, sebisa mungkin menghindarinya. Repot ya, saya sendiri sudah mulai "lelah" cerewetin orang-orang yang merokok di tempat sembarangan, tapi daripada nanti mereka mengungkit-ungkin tentang HAM, jadi saya yang seringkali ngalah, melipir ke tempat yang lebih aman. Karena setiap orang pasti dapat merasakan "alarm" tubuhnya bereaksi saat mendapatkan paparan yang dapat membuatnya sakit.

Selain rokok, saya juga menghindari wangi-wangian yang terlalu menyengat dirumah. Dari mulai detergen, sabun mandi, spray setrika, hingga parfum, harus pilih yang wanginya soft dan gak terlalu nusuk ke penciuman.

Bau-bau menyengat biasanya akan gampang merangsang reaksi alergi yang akhirnya bisa "lari" ke sinus.

4. Hindari Begadang.

Bang Haji Rhoma aja entah dari tahun kapan udah larang buat begadang kan kalau tiada artinya, saya sangat menerapkan hal tersebut di keseharian saya. Waktu kecil, saya mengalami insomnia karena jam tidur yang gak tentu, dan pagi harinya susah buka mata, alhasil badan jadi gak enak dan pusing. Tidur lebih awal dan bangun lebih pagi, dapat membantu badan menjadi segar dan imun lebih kuat.

Tapi saat ada kerjaan nulis, biasanya ide-ide segar dan mood yang paling enak itu saat malam, ya ngga sih? ketika semua anggota keluarga sudah lelap, saat alam sudah mulai tenang, saat keheningan datang dan mendatangkan inspirasi satu persatu. Kopi/teh pahit pun mulai diseduh demi tercurahkannya semua ide tersebut. Tapiiii, untuk saya pribadi, hal mengasyikan seperti itu mulai dikurangi, karena saya butuh pagi dengan semangat yang utuh dan fisik yang siap untuk menghadapi hari. *tsaahhhh

Salah satu masalah terbesar para penderita alergi dan sinusitis adalah imun yang rentan, karena itu sebisa mungkin hindari pencetus yang bisa membuat imun kita drop. Angin malam itu benar-benar kejam, Jendraaaaaal.

5. Hindari memantang semua pantangan.

Ini sih tip yang paling aneh, hahaha. Jadi, semenjak operasi itu, pantangan-pantangan baru pun datang dan diucapkan sangat merdu oleh dokter tersayang. Saya hanya bisa diam dan mulai bertanya ke diri sendiri, "apa kabarnya hidup lu setelah ini, Haaaaan?".

Mulai dari gak boleh "nyentuh" es, padahal sesekali saya pengen juga minum yang seger-seger apalagi di tengah kepanasan Jabodetabek ini. Gak boleh makan pedas-pedas, padahal saya pecinta pedas. Gak boleh kena polusi di jalanan, padahal saya bingung gimana caranya bisa terhindar dari polusi yang setiap saat ada dan pasti kita hirup (walau saat pakai masker sekalipun). Gak boleh makan yang ada kandungan MSG berlebihan, dan lain-lain, dan lain-lain.

Beberapa bulan pasca operasi sinus dan pengikisan konka hidung, hidup rasanya suram dan hampa. Setiap kali pengen makan dan minum apa, pasti suara dokter terngiang-ngiang, eh ditambah lagi dengan suara calon suami (yang sekarang udah jadi suami) yang selalu nanya, "kamu ingat operasi kemarin kan, mau lagi?", errrrrgh.. kejaaaam.

Secara psikis, saya stres, marah, dan bingung. Akhirnya makan apapun gak selera, mood berantakan, dan itu malah membuat fisik saya drop.

Akhirnya, saya sepakat dengan diri saya sendiri untuk lebih longgar lagi, gapapa lah yaaa sesekali melanggar pantangan-pantangan itu, asaaaaal... sekali lagi.. asaaaal.. gak berlebihan. Saya mulai terbiasa dengan "alarm badan" saya sendiri, saya tahu kapasitas fisik saya, saya semakin faham dengan batasan-batasan. Saat saya "melanggar" salah satu pantangan, saya tahu kadar maksimalnya, karena kalau lebih dari itu, saya pun tahu akibat atau resikonya akan seperti apa. Jadi, teteeep, harus hati-hati. Kalau lagi BM (Banyak Mau), ya icip dikit aja, kadang-kadang banyak juga sih tapi setelah itu, dalam kurun waktu tertentu, jauhi pantangannya.

Nah Gaesss, itu dia 5 (lima) pantangan penderita sinusitis ala Kacamata Hani. Ini mungkin hanya berlaku untuk saya sendiri, tapi bisa jadi berlaku juga ke beberapa orang selain saya. Saya meyakini bahwa setiap orang mempunyai "alarm badan"nya sendiri.

Kamu, punya tip atau "pantangan" lain untuk mencegah sinusitis? di share dong di kolom komen, thank youuuuu.


*Pic for title post taken from www.bidan.id

You Might Also Like

18 komentar

  1. Kebetulan pacar saya juga pengidap sinusitis, jadi tips-tips di atas sangat berguna, apalagi banyak hal yg saya baru tau, misalnya soal angin malam dll. Baru tau juga kalo stress bisa memicu penyakitnya >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Keven, terima kasih sudah berkunjung.
      Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga pacarnya sehat selalu ya Kev.

      Salah satu pencetus Sinusitis ini biasanya polusi yang ada di Kota2 besar, angin malam pun dapat menjadi pencetus karena biasanya Sinusitis berawal dari alergi juga, dan imun tubuh menjadi rentan. Gaya hidup sehat sangat perlu diterapkan.

      Delete
  2. Wahhh Sinusitis bisa trjaaaadi krna pemicu di ataas ya mbak. Emang bner sihh kadaang tengah malam jadi salah satu alaternatif buat nemuin ide dibtengah mlam skaligus wktu yg sepi bingit. Tapi ya itu efek utk paginya kuranng baik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Mba, suasana malam hari mendukung suasana hati ya, hihi. Efeknya baru akan terasa di siang hari biasanya kalau keseringan begadang, sesekali gapapa kali ya :))

      Sehat selalu ya Mba Khoirur Rohmah :*

      Delete
  3. Wah, sekarang sering naik ojek nih, tp emang kl malam, udah mulai mengurangi naik ojek, biar ga kena angin.

    Yg msh berusaha sih yang ... begadang nih huaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makluuum, jiwa muda emang suka gitu sih, haha.

      Delete
  4. Jadi kalau sinusitis itu, abis operasi pun nggak lantas langsung sembuh gitu, Mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mostly gitu, terutama yang sinusnya tidak dijaga pasca operasi, terutama karena memang agak susah juga sih ya (menurut pengalaman) untuk menghindari semua pantangan. Menurut jawaban dokter saat itu, biasanya ada yang kambuh berulang setelah 10 tahun dari operasi pertama, jadi di 10 tahun berikutnya si penderita diharuskan operasi lagi, tapi mungkin tidak berlaku ke semua sih. At least, aku sendiri amit2 banget gak mau masuk ruang operasi lagi :(

      Kuncinya memang ada di Gaya hidup / Pola hidup sehari-hari, dan pikiran yang gak boleh stres2 gak jelas, haha

      Delete
  5. wah pantangannya banyak sekali ya, tapi apaboleh buat tetap dilakukan biar tetap sehat ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perlu waktu memang untuk dapat "berdamai" dengan diri sendiri, huhu. Alhamdulillah support dan cinta dari keluarga menjadi motivasi utk survive dan lewati semua dengan rasa penuh syukur.
      Dan tentu support dr teman2 yg tiada henti, thank you so much, Guys! :*

      Delete
  6. saya pernah punya teman sinusitis, sampai penguapan dan operasi segala,
    kesehatan mahal banget ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya Mas, penguapan juga bagus memang. Dulu sempat coba juga, walau akhirnya skr milih uap ala2 sendiri dirumah, dan ttp usaha gimana caranya supaya ttp happy supaya gak kambuhan :)))

      Sehat selalu, Mas Agung. Kesehatan memang harta tak ternilai.

      Delete
  7. jd kasian sm yg punya penyakit sinus, semua2 harus dijaga ya mba . sehat2 buat mba hani n kluarga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, kami baik-baik aja kok mba, cuma jadi lebih hati2 dalam pola hidup, which is itu bagus sih ya, haha.

      Amiiiin, sehat selalu juga ya Mba Desi sekeluarga :*

      Delete
  8. Pernah punya temen di kampus dulu yg tiap hari pilek terus, kasian juga sih anaknya jadi minder. Semoga sekarang dia sudah sembuh, makasih tipsnya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Prima,
      Salam buat temennya ya kalau ketemu, semoga dia gak minder dan tetap semangat, karena obat yang sebenarnya ada dalam diri kita sendiri aih menurutku, yaitu semangat dan optimis, lebih ke psikis yang baik tepatnya.

      Makasih udah mampir yaaa :)

      Delete
  9. Halo mbak Hani.. Salam kenal.
    curhat dikit ya hehe. Aku sering bangun tidur, atau kondisi kondisi tertentu hitung jadi tersumbat padahal enggak pilek. Kondisi sehat. Terus juga keluar seperti cairan dr hidung, tapi encer. Karna kalau pilek kan cairannya kental kan ya.. Terus jadi susah buat nafas, akhirnya nafas pake mulut.. Dan juga jadi bersin terus yang nanti ujung2nya jd pusing. Waktu itu saya sedang kelas, dan penyakit ku itu kumat, temen bilang kalau itu "sinusitis". Mau tanya mb.. Apa gejala sinusitis mba dulu kaya gitu juga? Makasih mb..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe