Tips Mudik Cerdas.

Monday, June 27, 2016


Assalamualaikuuum, gak terasa ya kita sudah masuk ke minggu ketiga di bulan Ramadhan, Alhamdulillaaah. Bulan penuh keberkahan dan penuh ampunan. Pastinya, Banyak do'a yang di panjatkan lebih khusyu lagi di minggu ini. Selain itu, sebagian besar umat Muslim di perantauan pasti sudah mulai menyiapkan segala sesuatu untuk mudik.

Tahun ini Alhamdulillah saya sekeluarga juga insha Allah mudik ke Garut setelah tahun kemarin enggak. Tahun ini lebih banyak persiapannya karena anak saya Alfath sudah semakin besar dan "printilan" bawaannya sudah semakin banyak. Tapiii.. sebenarnya perlu ngga sih bawa barang banyak-banyak?.

Dalam perjalanan mudik, walaupun kita membawa kendaraan pribadi dan penumpangnya tidak banyak, namun jangan sampai membuat kalap dengan memenuhi setiap ruang mobil dengan barang bawaan, karena belum tentu semua di perlukan. Selain itu, banyak hal lainnya yang juga harus di perhatikan saat mudik.

Saya pribadi, selalu berupaya menyelesaikan beberapa hal jauh-jauh hari sebelum mudik, seperti mulai memesan uang baru ke Bank untuk angpau, memesan amplop angpau khusus untuk anak-anak (seperti yang kita tahu, mereka suka yang lucu-lucu kan ya), dan mulai belanja untuk keperluan parcel/bingkisan, dan di minggu kedua bulan Ramadhan mulai membagikannya.
Siapkan angpau lebaran jauh-jauh hari.
Nyicil belanjaan untuk bingkisan dan segera membagikannya
 (jauh-jauh hari sebelum mudik)
Mungkin hal-hal tersebut di anggap sepele untuk sebagian orang, tapi kalau memang itu menjadi kegiatan tahunan kita, lebih cepat di selesaikan akan membantu kita lebih fokus ke perjalanan mudik tanpa harus memikirkan ini itu. Packing untuk mudik pun ada baiknya di siapkan sedini mungkin juga, di cicil dikit-dikit untuk menghindarkan kita menjadi heboh dan sibuk di last minute. 

Gathering “Mudik Cerdas” bersama mobil123.com.

Jum'at malam kemarin, saya berkesempatan hadir ke acara Gathering yang di adakan oleh mobil123.com di Aruuba Restaurant yang berada di Pasaraya Grande, Blok M. Banyak info penting berkenaan dengan mudik yang disampaikan oleh Bapak Sonny Susmana dari SDC (Safety Driving Defensive Consultant). Menurut beliau, kita harus menjadi pemudik yang cerdas dengan memperhatikan beberapa hal berikut. Di simak yuk.



Kesehatan Prima. 

Ini sangat penting mengingat perjalanan mudik yang tidak sebentar, apalagi di tambah dengan medan dan kondisi selama perjalanan yang cukup membuat lelah. Pastikan Driver dalam kondisi fit dan tetap fokus selama perjalanan.

Hindari Micro sleep yang membahayakan. Micro sleep adalah kondisi lelah yang berlebihan sehingga membuat kita tertidur sepersekian detik (biasanya kurang dari 30 detik). Saat mengalami Micro sleep, badan tidak hanya lelah biasa, namun semua organ badan sudah melemah, hal tersebut akan mempengaruhi kecepatan dan membuat mobil goyang kanan kiri karena pengemudi sudah tidak stabil menjalankan kendaraan. Ini, super bahaya.

Micro sleep akan lebih membahayakan apabila di alami di kecepatan 80 ke atas, terutama saat berada di jalan tol yang notabene-nya lurus, monoton, bikin bosan, kadang bikin melamun dan sampai fokus sama sekali hilang.

Sempatkan mampir ke rest area untuk istirahat, terutama untuk para Driver. Istirahat (tidur) sekitar 30 menit akan sangat membantu untuk memulihkan stamina sehingga siap melanjutkan perjalanan.

Selain fisik pengendara, fisik dan "organ dalam" kendaraan juga harus di pastikan dalam kondisi prima. Cek bengkel dulu sebelum mudik, pastikan kendaraan memang layak untuk dibawa perjalanan jauh.



Perlukan semua barang di angkut? 

Big No. Pilih dan pilah barang yang akan di bawa mudik. Biasanya kita terlalu PD kalau akan memerlukan barang ini dan itu, padahal tidak. Jangan membawa mainan anak berlebihan, pilih yang paling dia suka dan ukurannya tidak terlalu memakan ruang.  Siapkan baju dengan bijak, ambil sesuai jumlah hari selama di kampung halaman, dan tambah beberapa saja untuk keperluan urgent.

Khusus bagi yang membawa anak kecil seperti kami, kebutuhan anak memang sedikit di prioritaskan mengingat usia anak yang Batita kadang susah di ajak kerjasama. Dan biasanya, saat kita pulang kembali ke Perantauan, bawaan di mobil akan menjadi dua kali lipatnya, di tambah oleh-oleh lah, pesanan/titipan orang lah, bekal dari orangtua di kampung lah, dll.


Ketemu Onet disini, finally.
Partner sebagai Navigator.

Siapapun yang berada di sebelah Driver, sebaiknya tidak tidur selama kendaraan melaju. Pastikan kondisi Driver tetap aman dan jadilah "Navigator".

Sebagai istri yang nanti akan berada di sebelah suami selama perjalanan mudik, ternyata saya mempunyai beberapa tugas penting. Saya harus memastikan suami saya menyetir dengan nyaman, gak harus ribet ambil ini itu seperti menyiapkan uang tol, mengambil minum dan cemilan, dan hal lainnya. Di situlah peran saya sangat di perlukan.

Pendamping Driver harus lebih peka akan kondisi selama perjalanan. Dan lebih mengerti apa yang di perlukan Driver tanpa harus di beritahu sebelumnya, Syukurlah, saya membiasakan diri untuk tidak tidur (walau pernah kebablasan juga sih karena ngantuk dan capek banget, hiks). Sebisa mungkin saya membantu apa yang di perlukan selama perjalanan kami. Menjadi teman ngobrol dengan tetap memperhatikan sikon saat itu, menyuapi suami dengan hati-hati, membuka tutup botol minum suami, membuka aplikasi seperti waze sebagai penunjuk jalan dan mencari info kondisi jalur yang akan kami lewati. 


Cari rute “jalan tikus” untuk Efisiensi waktu.

Kebanyakan orang lebih memilih jalur yang biasa di pakai untuk mudik walau sudah tahu akan terjebak macet yang entah kapan berakhir. Padahal, hal tersebut bisa saja di antisipasi jika dari jauh-jauh hari kita sempatkan cari info jalur lain untuk bisa sampai ke kampung halaman, biasanya sih jalan tikus ya. Tapi kalau ternyata tetap kejebak macet walau sudah lewat jalan tikus, ya sudah di terima dengan senang hati saja, karena mengeluh tidak akan membawa kita ke kampung halaman lebih cepat, yang ada malah BT selama di jalan. Bawa happy aja!.

Selain Tips di atas, ada beberapa hal lain yang harus saya perhatikan, seperti :
  • Pastikan volume musik tidak terlalu kencang dan mengganggu konsentrasi suami. 
  • Pastikan anak kami yang berusia dua tahun tidak mengganggu Papanya selama menyetir. 
  • Pastikan barang yang kami bawa tidak berada di tempat yang dapat mengganggu suami menyetir seperti dekat rem tangan, dll. 
  • Pastikan uang receh siap sedia kapanpun di perlukan. 
  • Pastikan jumlah penumpang sebanyak jumlah safety belt. Kelebihan kapasitas di kendaraan juga sangat tidak baik, apalagi di tambah beban barang bawaan. 
  • Dan sebagainya.
Alhamdulillah dapetin doorprize-nya (Doc. Teh Ani Berta)
Kak Roos pantas dapat best dress emang, ciamiik!

Wah, tugas kita cukup "berat" ternyata ya sebagai partner selama perjalanan. Tapi itu tidak seberapa di banding kenyamanan dan keamanan hingga kita selamat sampai ke tempat tujuan, kampung halaman yang di rindukan dan kembali lagi ke perantauan setelah mudik berakhir. Yang paling penting di antara semua, adalah DO'A. Berdo'alah jangan berhenti semoga kita senantiasa di berikan keselamatan, kelancaran, dan kesehatan setiap saat. Amiiin.

So, teman-teman Kacamata Hani siap mudiiiik? Safety first dan jangan lupa bahagia yaaa, sampaikan salam silaturahmi saya untuk keluarga besar di kampung halaman teman-teman semua. 

Doc. Teh Ani Berta

You Might Also Like

14 komentar

  1. Hani kemarin mudik pakai tips dari Bapak Narsum ini dong ya? :D
    Mantap Han hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banget, sampe2 Pak suami di Brief dulu sesuai arahan Pak Sony sebelum mudik, haha.

      Delete
  2. Soal semua diangkut tuh, bener banget, pdhl di tempat tujuannya gk semua kepake, terutama baju hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. sampe kerudung yg di bawa bejibun, alasannya takut nanti perlu Pashmina warna ini atau itu, padahal gak di pake juga selama di kampung halaman, haha. Salah satu "penyakit" Mudik ya :)))

      Delete
  3. Raffi dapet 1 amplop taun ini xD. biasanya g pernah dapet :))). Entah napa. aku juga dari dulu sejak kecil g pernah dapet xD
    serius
    btw, met idul fitri maaf lahir batin mmmuuuuuahhhhhhhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa, Alfath juga cuma dapat satu angpau aja, haha.

      Gapapa sist, kayaknya kita memang terlahir ngasih bukan dikasih. *haseeek
      Amiiiin.

      Ma'afin lahir batin juga yaaa, muachhh

      Delete
  4. terima kasih tipsnya mbak....
    bisa dipraktekin tahun depan...soalnya baru baca nih hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih juga mba Avy sudah berkunjung. Semoga bermanfaat ya mbaaa, buat persiapan mudik tahun depan, haha.

      Delete
  5. yup, tapi seringkali suka ada saja kejadian luar biasa ya seperti yang terjadi di breksit itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, hal yang tidak di harapkan ya. :(

      Delete
  6. TFS, saya kemarin mudik pakai kreta
    Jadi ngerti2 sdh sampai hehe
    salam sehat dan semangat mbak Hani

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mas Agung. Perjalanan mudiknya menyenangkan ya pastinya :))

      Aalam sehat dan semangat jugaaa (Y)

      Delete
  7. Toss...
    saya juga berperan sbg navigator kalau pergi2,
    Dan ndak boleh tidur barang sedetikpun sama sang driver. Karena kalau saya merem dia jadi gak konsen katanya. Ha..ha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, keren Mba. Itulah peran pendamping, harus bisa jadi berbagai macam peran termasuk jadi Navigator ya :)))

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe