Sakit Maag, Boleh Puasa?

Thursday, June 09, 2016




"Penderita Maag, boleh puasa gak ?"

Pertanyaan di atas sepertinya masih banyak di pertanyakan di kalangan para penderita maag yang masih "newbie". Dulu, saya pun mengalaminya. 

"Memangnya Hani sakit Maag juga ya?"

Saya sempat mengalami gangguan lambung yang lumayan parah saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Saking parahnya, dari lambung lari ke Liver (hati), yang membuat badan saya berwarna kekuningan, syukurlah di tangani dengan cepat sehingga saya kembali pulih. Terakhir mengalami, saat usia SMA, waktu itu saya mulai mengenal dunia broadcast, beberapa kali terlibat dalam event besar yang membuat saya wara wiri di lapangan hingga larut malam hingga lupa makan, hiks.

Saya termasuk yang jarang sekali sakit maag, tapi sekalinya sakit, wah bisa kemana-mana efeknya. Karena hal tersebut juga, akhirnya saya sangat menghindari pencetusnya seperti telat makan yang kelamaan. Minimal, nyemil makanan kecil supaya perut gak kosong banget.

Trus kalau Ramadan, apakah saya tahan gak makan dari subuh hingga magrib?
Tahan Alhamdulillah, karena puasa ternyata tidak membuat maag saya kambuh. Berbeda dengan beberapa statement yang mengatakan bahwa penderita maag sebaiknya tidak melaksanakan Ibadah shaum/puasa. Hemm, itu fakta atau mitos ya? kita telusuri yuk.

Teman-teman, dari konsultasi saya dengan dokter Internist, ternyata maag itu ada dua jenis, yaitu maag fungsional dan maag organik.

Maag fungsional terjadi dikarenakan fungsi lambung dan usus yang terganggu, biasanya hal ini terjadi karena psikis yang sedang dalam kondisi tidak baik. Sedangkan Maag organik terjadi akibat adanya kelainan seperti luka pada lambung maupun usus dua belas jari.

Maag yang saya alami sepertinya lebih condong ke yang pertama, yaitu maag fungsional. Dan dengan berpuasa, justru akan membantu saya menjauhi penyakit satu itu. Karena selama puasa, saya dapat mengontrol jam makan, dan jenis makanan yang saya konsumsi. Syukurlah, saya tidak pernah mengkonsumsi rokok dan alkohol, dua hal yang sangat membahayakan kesehatan, sehingga lebih kecil kemungkinan maag saya kambuh. Yang di khawatirkan justru kondisi psikis saya, kalau kerjaan kantor sedang banyak dan bikin 'stress' atau ada hal lain yang mengganggu pikiran, biasanya maag menyerang.

Lalu bagaimana dengan penderita maag organik?. Penderita maag organik sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter sebelum memutuskan akan berpuasa atau tidak. Ada beberapa penderita maag yang dapat berpuasa dengan bantuan obat yang di minum saat sahur dan berbuka, namun jika sebaliknya, ketika kondisi lambung mulai terasa tidak enak, sebaiknya tidak di paksakan berpuasa, karena khawatir terjadi pendarahan pada lambung. Tentunya hal ini harus segera di sampaikan kepada dokter supaya segera mendapatkan pertolongan.

Beberapa kondisi yang harus di perhatikan saat berpuasa :

Tubuh kita tidak memproduksi asam lambung pada saat jam makan (sarapan dan makan siang), akibatnya asam lambung akan meningkat di siang hari. Hal ini yang harus di waspadai, karena dapat menyebabkan maag kita kambuh. 

Sebaiknya kita mengkonsumsi obat maag yang memiliki waktu kerja 12 hingga 24 jam ketika sahur, supaya dapat mengontrol kadar asam lambung saat perut kita kosong. Selain itu, hindari pemicu asam lambung saat sahur seperti makanan pedas, makanan asam, rokok dan kopi.

Hal yang harus di hindari penderita maag saat berpuasa :

Tidur sesaat setelah makan sahur. Tidurlah minimal satu jam setelah makan, supaya makanan tidak naik dari lambung ke kerongkongan. Hal itu juga bisa membuat rasa tidak nyaman seperti pahit, mual dan bahkan rasa ingin muntah.

Beberapa kali saya mengalami dada seperti terbakar, panas yang saya pikir gejala typus, ternyata itu akibat asam lambung yang naik karena saya kembali tidur sesaat setelah makan sahur, abisnya ngantuk bingiiit.

Minum susu saat berbuka. Tidak semua penderita maag bisa kambuh maag nya setelah minum susu. Susu juga tidak dilarang untuk di minum selama perut tidak kosong. Kalau teman-teman suka banget minum susu, susu kedelai dapat jadi alternatif lain untuk di konsumsi karena mengandung isoflavon yang dapat mengurangi gejala maag dengan melindungi dinding lambung.

Ohya, ada yang pernah denger ngga sih kalau ternyata minum yoghurt malah di anjurkan karena dapat membentuk asam laktat yang bisa menyembuhkan luka pada dinding lambung. Asam yang terkandung pada yoghurt tidak merangsang produksi asam lambung secara berlebihan. 

Minum Jeniper (jeruk nipis peras) juga tidak berbahaya ternyata, karena walaupun rasanya asam, jeruk nipis memiliki sifat basa di lambung dan bagus untuk menetralisir asam lambung.

Nah, dari apa yang saya tulis di atas, semoga bisa membuat teman-teman (Sesama) penderita maag tidak galau lagi ya mau puasa atau tidak. Selain itu, teman-teman bisa merasakan sendiri sih sebenarnya saat badan kita terganggu atau tidak kalau di bawa puasa. Konsultasi ke dokter sangat di anjurkan juga ya teman, supaya lebih tenang dan khusyu Ibadah puasanya. Dan yang penting lagi, kita harus selalu jaga pola makan dan happy, supaya sakit maag-nya ngga ganggu-ganggu lagi.

Sampai ketemu di postingan berikutnya, selamat berpuasaaaa!

You Might Also Like

8 komentar

  1. boleh aja gak masalah ya walau maag berpuasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, gak masalah, justru membantu menjaga pola makan sebenarnya.
      Tapi kalau Maag berkelanjutan, di anjurkan konsultasi dokter :)

      Delete
  2. Makasih infonya mama Alfath..
    Berguna nih buat mamaku. Dia kan punya sakit maag..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mami Narend, semoga bermanfaat dan Mamanya insha Allah di berikan kesehatan selalu ya, Amiiin :)

      Delete
  3. aku juga penderita maag, tapi yang menyebalkan kalau sakit, minum obat makanya maagnya kambuh. Seperti saat ini banadnku meriang sudah minum obat dan itu bikin lambungku perih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah karena lambungnya sensitif terhadap apa yang terkandung dalam obatnya ya mba? sudah konsultasi dokter kah?

      Delete
  4. aku kena maag pas kuliah. Jadi setiap ramadhan atau mau puasa, aku selalu minum obat maag sebelum sahur, itu aku lakukan selama 1 minggu di awal. Soalnya biar perut gak kaget, dan selama ini aku fine2 aja puasanya. Maag gak pernah kambuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaaah, semangat yaaa.. semoga selalu di lancarkan Ibadah shaum/puasanya yaaa :)

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik di laman ini.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe