Samsung Experience Store Membantu Ibu Konvensional Untuk Dapat Mengikuti Perkembangan Zaman.

Thursday, April 21, 2016

Mama Alfath - Alfath - Oma Alfath.
Haloo.. Selamat Hari Kartini semuaaa. Ngomong-ngomong tentang Hari bersejarah untuk Kaum Perempuan di Indonesia ini, saya jadi ingin cerita tentang “Kartini” di hidup saya, siapa lagi kalau bukan Mama.

Dunia Broadcast adalah salah satu passion di hidup saya. Bekerja di radio kurang lebih sembilan tahun membuat saya merasa pekerjaan itu sudah mendarah daging. Tidak lengkap rasanya jika sehari berlalu tanpa cuap-cuap di udara. Tapi itu sudah lewat, "masa-masa kejayaan" sudah berlalu.

Sempat merasa "tersesat" dengan masuk dunia Perbankan, ternyata yang di Atas mempunyai maksud dari itu. Saya di pertemukan dengan Laki-laki terbaik (versi saya) disana. Klise mungkin ya ngalamin Cinlok (cinta lokasi) tapi itulah, ternyata jalan saya bertemu dengan belahan jiwa dengan harus "tersesat" terlebih dulu.

Time flies, pasca pernikahan, selama dua setengah tahun saya fokus dirumah tanpa karir dengan Office hour yang mengikat. Saya di anugerahi anak laki-laki yang menyempurnakan pernikahan kami. Namun, pilihan hidup membawa saya kembali ke "dunia lama" saya, dunia Broadcast. bedanya, kali ini saya mulai "menjajal" kemampuan untuk berjuang di dunia Televisi (TV).

Mama adalah harapan satu-satunya untuk di titipi Alfath anak saya, saat itu saya tidak mempunyai option lain berhubung susahnya mencari “nanny” untuk Alfath, dan pasca gagalnya Alfath masuk daycare karena Omanya merasa berat. Syukurlah Mama tidak keberatan untuk di titipi Alfath, tentunya atas izin dari Bapak juga yang di tinggal selama Mama bersama saya.

Mama bersikeras untuk tidak dibantu "nanny" dalam hal pengawasan dan pengasuhan cucunya, bukan tanpa maksud. Selama ini kami memang kesulitan menemukan "nanny" yang cocok, belum jodohnya mungkin ya. Tapi untuk pekerjaan rumah, saya dan suami tetap mempekerjakan seorang "mbak" karena kami sangat-sangat mengerti mengurus seorang Batita tidaklah mudah, bukan persoalan gampang, selain kesabaran juga membutuhkan fisik yang cukup kuat.

Mama jarang sekali mengeluh, setiap beberapa jam sekali selalu "laporan" via SMS tentang aktivitas anak saya dirumah. Saat di kantor, saya berandai-andai dapat melihat apa yang dilakukan anak saya via video, tapi saya simpan harapan saya karena memang Mama sampai saat ini masih menggunakan HP lama (jadul) untuk berkomunikasi. Tidak ada aplikasi untuk chatting, dan masih menggunakan SMS untuk chat.

Mama saya termasuk Mama yang Konvensional. Lebih memilih HP model Lama ketimbang yang baru. Katanya, ribet dan susah lihat keypad yang kecil-kecil. Padahal sesekali sih mama pengen juga belajar Whatsapp-an, sayangnya Mama nyerah duluan. Sesekali, terlontar keinginan Mama untuk belajar lagi, katanya "nanti aja ya kalo neng sudah santai dan gak sibuk dengan kerjaan. Kasian kalau sekarang kayaknya lagi sibuk banget".

Secara gak sengaja saya nonton sebuah video yang bikin “nampar” banget deh. Video dari Samsung Experience Store ini banyak mengajarkan saya tentang hubungan Ibu dan Anak. Selama ini, saya terlalu concern dengan gadget yang saya pakai sendiri, Mama saya hanya cukup dengan gadget jadulnya, gak bisa chatting gak masalah, gak bisa video-an gak akan bikin Mama “mati gaya” dan kalang kabut. Ternyata, saya salah.

Ada raut wajah bahagia dengan mata yang berbinar ketika saya menunjukan video dari adik saya yang juga merantau di Kota yang berbeda. Menyiratkan kerinduan yang mendalam, Mama saya hanya menonton videonya dengan senyuman, tanpa kata. Saya bisa merasakan, betapa Mama sangat merindukan anak lelakinya. Tapi sepertinya, dengan melihat anaknya sehat, ceria, walau hanya dalam video, Mama merasa “cukup”.

Di video Samsung Experience Store ini saya seolah melihat Mama dan adik kandung saya satu-satunya. Saya tidak bisa menahan rasa hangat yang menjalar di mata dan akhirnya meneteskan air mata. Ma’afkan atas kecengengan ini.

Keramahan para Punggawa penjaga “garda depan” di Samsung Experience Store membuat siapapun tidak sungkan untuk meminta arahan dan bantuan dalam penggunaan gagdet sekaligus fitur-fiturnya. Karena di Samsung Experience Store tidak hanya fokus menjual produk (lengkap dengan aksesorisnya), tapi juga ada hal lainnya yang di tawarkan secara gratis seperti membantu para customernya untuk menguasai setiap fitur yang tersedia. 


Di video Samsung Experience Store ini juga lah, saya benar-benar menyadari, betapa saat ini kecanggihan teknologi benar-benar dapat “membeli” jarak yang terbentang. Saya ingin Mama saya juga merasa bahwa kami, anak-anaknya, walau saat ini sudah memiliki keluarga sendiri-sendiri, dan menjalani kehidupan kami sekarang, Mama tetap merasakan bahwa jarak itu tetap dekat. Bahwa Mama akan selalu bisa merasa kami dekat, dan siap datang kapanpun Mama membutuhkan kami.

Yeayy.. seneng banget sekarang Mama sudah ganti handphone yang ada fasilitas kamera dan pemutar musik (MP3)nya. Di waktu senggangnya, Mama suka dengerin musik dan lagu-lagu yang Mama Suka. Eits, gitu-gitu Mama saya sangat suka lagu-lagunya Sheila On 7 lho, haha. 

Tapi yang membuat saya lebih senang lagi, karena selain musik dan lagu, Mama dapat mendengarkan Muratal di HP barunya yang menjelang tidur malamnya selalu Mama putar. Awalnya, Mama agak kesulitan menemukan aplikasi MP3 di HP nya, tapi semakin lama Mama semakin terbiasa dan bisa otak atik HP sendiri. Senangnyaaa.. hidup Mama sekarang lebih berwarna dan lebih happy karena semakin terhibur dengan fitur-fitur handphone.

Saat saya menulis ini, Mama sudah kembali ke Garut. Kami sudah menemukan “Nanny” untuk menjaga Alfath selama saya dan suami kerja. Jarak saya dan Mama yang kembali berjauhan tidak membuat kami merasa sedih. Apalagi saat ini Mama sedang membiasakan diri untuk menggunakan Video Call yang sebelumnya sudah saya ajarkan, bisa “temu muka” setiap saat deh.

Nanti, di kunjungan Mama yang selanjutnya, saya jadi ingin ngajakin Mama jalan-jalan ke SES deh, kebayang pasti seru banget. Di Samsung Experience Store juga terdapat Kids Zone lho, jadi saya gak khawatir mengajak anak saya kalau nanti saya kesana, karena dia bisa have fun di Kids Zone sama Papanya, sementara Mama dan Omanya muter-muter.

Ah, Mama.. I miss You Already. Tetaplah menjadi wanita dan Ibu yang tangguh bagi kami. Selamat Hari Kartini ya Ma. Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita-wanita tangguh dan hebat di Muka Bumi.

Karena video di bawah inilah, hati saya jadi meleleh.



*Sponsored Post

You Might Also Like

13 komentar

  1. Idem Mbak, ibuku juga gak mau ribet. Malah ketimbang sms lbh suka langsung telepon :))

    Ibuku blm pindah ke telepon pintar sih mpe skrng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. gapapa dek, HP jadul bikin hidup lebih tenang, tentram, sentosa :D

      Mamaku juga kalau gak di"paksa" sikon kemarin2, gak mau pakai HP pintar, apalagi touch Screen, salah mencet mulu :v

      Delete
  2. keren tulisannya... keren juga ibunya Alfath...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun Kang Didno, terlalu memuji nih sepertinya :D

      Delete
  3. iya ya, Mamak saya juga gaptek banget sama Smartphone , jangankan smartphone, buat SMS ajah belum bisa

    Beneer, alasannya ribet, jadi pengin ngajarin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena faktor usia juga ya mas, kadang males lihat huruf kecil2 :D

      Ngajarinnya harus sabar, dan semua terbayar saat Mama bisa mulai chatting di aplikasi terbaru walau banyak typo, hihi.

      Delete
  4. Ulasannya sangat menarik. Senang sekali dapat berkunjung ke laman web yang satu ini. Ayo

    kita upgrade ilmu internet marketing, SEO dan berbagai macam optimasi sosial media pelejit

    omset. Langsung saja kunjungi laman web kami sboplaza.com ya. Ada kelas online nya juga

    lho. Terimakasih ^_^

    ReplyDelete
  5. Wanita harus bisa jadi contoh buat wanita yang lain,,,Semangat Kartini

    ReplyDelete
  6. Kereen, mama fansnya SO7. Gaul nih mama :)

    ReplyDelete
  7. Kan teknologi udah maju pesat nah dengan adanya samsung experince store ini sangat membantu orang-orang dengan memperkenalkan teknologi mereka

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe