Yang Biasa Dilakukan Saat Terjadi Gerhana

Tuesday, March 08, 2016


Ba'da (setelah) adzan magrib, sayup-sayup terdengar gema takbir yang berkumandang dari berbagai mesjid. Semakin lama semakin riuh, saat itu saya masih usia anak SD (lupa kelas berapa). Dengan polosnya saya bertanya ke Bapak yang sedari tadi ada di sebelah saya.

"lho pak, kan lebaran nya udahan, kenapa ada takbir lagi? kayaknya mereka lupa ya pak?" (sudah trasnlate dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia)

Lalu Bapak menjelaskan kalau gema takbir yang terdengar bukan karena  saat itu lebaran (hari raya), melainkan karena ada gerhana bulan sebagian. Itu awal mula saya tahu, dan di biasakan bahwa pada saat terjadi gerhana, baik bulan atau matahari, sebagian atau total, maka kita di sunnahkan untuk takbir dan melakukan sholat gerhana.

Jam berapa pun gerhana nya, kami sekeluarga berbondong menuju mesjid terdekat. Takbir bersama dan kemudian sholat gerhana berjama'ah. Pernah saya dibangunkan jam dua pagi, dengan susah payah karena satu jam setelahnya akan terjadi gerhana bulan sebagian. Dengan mata yang masih terasa berat, saya melangkahkan kaki untuk mengambil wudhu (dengan menggerutu ke Bapak, kesal karena tidur yang sedang enak-enaknya malah di ganggu). *anak keciiiiil* :p

Begitulah kami di ajarkan. Baik ibadah sunnah atau 'adat' yang sudah membudaya, saat terjadi gerhana ada beberapa hal yang menjadi khas harus dilakukan.

Pun bagi para Ibu hamil yang tidak di bolehkan keluar rumah saat gerhana berlangsung (bahkan seharian) dan diharuskan melakukan mandi gerhana. Mitos nya, supaya bayi yang dikandung tidak mempunyai tanda tertentu (semacam tompel) saat dilahirkan. Kalau yang ini saya gak pernah ikut-ikutan.

Hal tersebut tidak serta merta saya yakini, bahkan saat saya hamil dan terjadi gerhana, saya tidak melakukan 'ritual' tersebut, Alhamdulillah tidak ada hal-hal jelek yang terjadi pada anak saya. 
Semua memang dikembalikan ke pribadi masing-masing ya, tergantung pemahaman dan apa yang kita yakini.

Lalu hal apa lagi yang harus dilakukan pada saat gerhana? bersedekah. Atau berbuat baik lainnya seperti dzikir, istighfar, dan takbir. Tujuannya selain untuk menambah pahala, juga sebagai bentuk ketaatan kepada Sang Maha Pencipta.

Saat gerhana terjadi, ada pemikiran dimana bisa saja kiamat terjadi pada waktu bersamaan. Mungkiiin karena itu juga, di Garut, selain jarang sekali (dan bahkan dulu hampir tidak ditemui) orang yang sengaja keluar rumah untuk menyaksikan hal yang dianggap fenomena alam ini. Selain ketakutan akan kiamat, diyakini juga bahwa menyaksikan gerhana secara langsung atau dengan mata telanjang akan menyebabkan mata rusak dan bahkan buta. Karena itu, kalau tidak berkumpul di mesjid, orang-orang lebih memilih untuk diam dirumah dan melakukan amalan-amalan terbaik sebisanya. (gak kepo lihat langit)

Mungkin saat ini, sudah beda cerita. Di Garut atau di manapun, semakin banyak orang yang memilih untuk mengabadikan moment yang di gadang-gadang jarang terjadi seperti gerhana matahari total yang akan terjadi besok, 9 maret 2016.

Pernahkah penasaran, apa hubungannya gerhana dengan kiamat?. Simak apa yang saya temukan di status facebook seorang teman Blogger, Mas Ahmed Tsar, yang saya copas karena sepertinya layak untuk di renungkan. 

Gerhana dan Kiamat 
Pernah diskusi kenapa hari akhir dunia disebut Qiyamah?
Nah diskusi mengarah diantara arti dari QIYAM(ah) adalah LURUS. maksudnya, barangkali kiamat akan terjadi ketika semua benda langit, berbaris LURUS memanjang saling menutupi di antara satu benda langit dengan yang lainnya. 
Berbaris lurus saling menutupi disebut juga Gerhana. Kalau gerhana matahari dan bulan bisa terjadi di satu periode tertentu, maka gerhananya semua benda langit bisakah juga akan terjadi suatu hari nanti? 
Berbaris lurus itu membentuk angka SATU (AHAD). Ketika ada akhir dunia dan awal dunia, maka dari awal penciptaan membentuk SATU GARIS GERHANA menjadi SATU GARIS GERHANA lagi di akhirnya. 
Maksudnya barangkali penciptaan alam semesta berawal dari dentuman besar menjadi satu garis lalu menyebar, seperti garis gulungan karpet yang dibuka memanjang, begitulah awal semesta tercipta. 
Begitu juga akhir semesta, akan membentuk satu garis GERHANA lagi (AHAD) lalu menyusut menjadi satu titik. SUBHANALLAH...

Di awal saya hijrah ke Ibukota 2010 akhir,  dan mengalami gerhana pertama di Jakarta, saya agak heran kok tidak ada satu pun kegiatan yang biasa dilakukan di Garut?. Orang-orang di Ibukota cenderung biasa saja dan bahkan sama sekali tidak terdengar gema takbir (apalagi sholat gerhana). Sempat bertanya ke beberapa teman yang asli penduduk Jakarta, mereka bahkan tidak pernah tahu tentang sholat gerhana. Mungkin itu hanya kebetulan, belum tentu semua orang tidak tahu.

Apakah hal tersebut terjadi karena perlintasan gerhana tidak melewati Ibukota? bisa jadi. Dan berbagai kemungkinan lain bisa  saja menjadi alasannya. Wallahua'lam..

Untuk menambah wawasan dan pengetahuan, teman-teman boleh banget berbagi cerita/pengalaman, dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan saat terjadi gerhana. Sepertinya banyak yang masih belum saya tahu. 

You Might Also Like

16 komentar

  1. Waaaah, berarti besok pagi pas gerhana kita takbiran juga ya Maaak. Aku baru tau.. Makasi infonya ya Mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, di anjurkan kita melakukan takbir, dzikir, bersedekah dan sholat gerhana setiap kali ada gerhana. :)

      Delete
  2. Aku baru tahu yang takbiran ini. InsyaAlloh nanti mau ikut sholat gerhana aku yang diadakan di masjid dekat rumah. Sebelumnya ga pernah.

    ReplyDelete
  3. aku juga gak pernah merasakan suasana seperti di garut, biasa saja , adem ayem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti sama dengan suamiku mba, yang gak pernah ngerasain suasana seperti itu, tapi kemarin Alhamdulillah di Depok cukup riuh gema takbir dan mesjid2 yang melakukan sholat gerhana pun banyak.

      Delete
  4. Sekarang malah diselenggarakan wisata gerhana ya.

    ReplyDelete
  5. Ini kali pertama kali menikmati cerita gerhana.. Karena bertepatan dengan hari raya nyepi dan pemerintah sudah ramai memberitakannya.. Jadi ikutan heboh.. Meskipun cuman dapat nonton langsung dari tivi dirumah.. Tapi tetep ngga kehilangan euforianya..:)

    ReplyDelete
  6. Kayaknya gerhana kali ini memang heboh banget ya :D beda sama tahun sebelumnya. Di tempatku ga ada takbir semalam, tapi tadi ada sholat gerhana dan ceramah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Takbir biasanya terdengar riuh pada saat persiapan sholat gerhana. Tapi sepertinya di Jakarta baru sebagian saja yang melakukan.

      Delete
  7. Mungkin gerhana tahun ini heboh juga krn viral di medsos :D
    Oh ya Mbak Hani, tinggal di Depok jg kah? Dmn Mbak? #kepoh :))

    ReplyDelete
  8. Ngomong ngomong alhamdulillah ya gerhananya tidak menimbulkan bencana dan bisa di lalui dengan senyuman bukan kesedihan.

    ReplyDelete
  9. Sudah banyak orang yang paham dengan adanya kejadian langka gerhana ini, beda dengan yang tahun lalu, kenapa ini bisa terjadi dan tentu saja ada hikmah yang sangat mendalam untuk kita semua tentang arti penciptaan.

    ReplyDelete
  10. Gerhana Matahari ..biasakan sholat sunnah 2 rekaat

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik di laman ini.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe