Pekerjaan Baru Dan Mengenal Dunia Dubbing (Part 2)

Thursday, November 19, 2015


Assalamualaikum..
Apa kabar temaans? Sebelum baca postingan ini, ada baiknya teman-teman baca dulu bagian pertamanya supaya nggak bingung.

Baca : Pekerjaan Baru dan Mengenal dunia dubbing #1

Sekarang saya ingin kembali berbagi tentang dunia dubbing itu seperti apa. Anggap saja ini #2 nya ya.

Kemarin kita sampai di pertanyaan, apa bedanya Voice Over dan Dubber?
Sepintas, pekerjaan keduanya hampir sama. Namun sebenarnya ada perbedaan yang mendasar diantaranya.

Seorang Voice Over dituntut dapat membaca script (baik untuk promo, iklan, adlibs, PSA, dll) dengan kekuatan vokal yang baik. Suara bagus di kedepan kan disini, dan yang lebih penting, powernya harus terasa di setiap kalimat yang dibacakan.

Feel.
Seorang VO wajib merasakan betul apa yang dia bacakan sesuai konsep yang (biasanya) di tetapkan di awal. Apakah harus dibacakan secara fun, dewasa, "centil", "seksi", kekanak-kanakan, atau karakter lainnya. Penekanan irama harus terasa, pesan yang terkandung di setiap kalimat harus tersampaikan. Intinya, suara kita representatif.

Konsisten.
Saya sendiri kadang suka "plin plan". Birama suara saya terjaga di baris ganjil (1,3,5,dst), tapi lemah di baris genap. Menurut senior VO (sebutlah dia Mas Kukuh), suara saya kurang "bulat". Walaupun karakter suara bagus, tapi hasil akhirnya tetap tidak baik dan tidak layak naik ke TV. Itu yang masih menjadi PR saya saat ini, mengembalikan suara bulat yang dahulu kala saya miliki, wkwkwk.. (Harap maklum yaaa, kan saya vakum dan fokus jadi Ibu dulu). Bagi saya, tantangan ini sangat menyenangkan.

Saya bertekad untuk rajin latihan demi terbentuknya suara yang "bulat". Karena seorang VO memang harus konsisten mengatur Birama.

Sabar.
Harus tahu kapan mengambil nafas, jeda, dan kemudian melanjutkan baca script. Kadang terlalu nafsu dan semangat dapat membuat kita malah terburu-buru  baca script nya. Jadi sabar yaaa, tenang, dan bismillah dulu sebelum masuk ruang dubbing. Minum teh anget dulu juga boleh banget lho, hihi.

Bikin "choose" yang banyak.
Choose/option/pilihan boleh kita buat sebanyak mungkin. Untuk apa? supaya Produser mempunyai banyak pilihan Birama suara kita untuk di pasang ke iklan. Jadi, jangan rekaman sekali doang, buatlah beberapa rekaman dengan Birama berbeda di setiap baris script nya.

Tertib dan Teliti.
Coba di cek ricek lagi hasil VO yang sudah di take, barangkali ada yang kurang, terlewat, atau mungkin ada yang kita rasakan kurang pas. Nah, bisa take ulang kalau memang merasa perlu.
Voice Over merupakan suara vokal manusia yang di rekam dan berfungsi macam-macam.  Biasanya di gunakan pada radio, TV, film, dan juga hal lainnya. Banyak yang berpikir (termasuk saya) bahwa siaran dengan VO adalah sama, padahal ternyata berbeda.
VO bergantung pada script/naskah, harus di rekam dan tidak di kerjakan secara langsung (live).
Ketika teman-teman menonton TV dan mendengarkan suara yang muncul ketika ada satu topik yang sedang di bahas (misalnya di acara berita), itulah VO (Voice Over).

Tugasnya tentu saja untuk memberikan informasi. Selain itu, VO biasa di gunakan juga di acara-acara discovery channel. Tujuannya, supaya penonton mengerti apa yang sedang di bahas dalam tayangan tersebut.

Selain untuk acara berita, VO juga biasa di gunakan dalam iklan (baik komersil atau iklan layanan masyarakat), promo, dll.

Dibawah ini, teman-teman bisa lihat bagaimana proses take voice sebuah VO, dan juga contoh hasil akhirnya seperti apa (yang sudah bisa naik ke TV), check those out..!!

Proses recording di ruang dubbing.



Contoh hasil akhir.



Gimana, ada yang tertarik jadi VO ??
Tunggu part 3 nya yaa.. nanti kita akan ulik-ulik tentang Dubbing dan ada juga Video Dubber lagi beraksi ngedubbing film.

You Might Also Like

28 komentar

  1. waah seru ya
    Berarti bs ada proses edit juga ya? kan direkam dulu tuh gak langsung/live
    kupikir yang kayak gitu live...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba.. kebanyakan memang taping (rekaman) :)))

      Delete
  2. mak say...aku follow ya blognya monggo klo mau polbek

    ReplyDelete
  3. waaahh..makin tertarik pengen coba jadi dubber sekali-kali :D

    ReplyDelete
  4. beda istilah ya... walaupun sama-sama pengisi suara... jadi tambah ilmu deh.., tapi belum minat jadi vo...

    ReplyDelete
  5. Waaa..ini jadi salah satu cita2ku dulu Mak..selain pengen jd penyiar radio. Dan dua2nya belum tercapai dong. Syediiih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau masih jadi cita2, dikejar terus mbaaa :))

      Delete
    2. Kalau masih jadi cita2, dikejar terus mbaak..:))

      Delete
  6. Dulu ingin jadi dubber....kayaknya seru hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru dan "jarang" kayaknya yg punya cita2 jd Dubber, wkwk

      Delete
  7. pengen lho dulu jadi dubber, ngerasa bisa beda2 suara. Aduh, nggak bisa liat videonya, ntar balik lagi deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, udah punya "modal" tuh mba.. sayang kalau gak di salurkan :)

      Delete
  8. Dari dulu pengen banget kerja jadi dubber cuma suaraku nggak bulat hahaha. Seru sepertinya, ajarin dong mbak *loh*

    ReplyDelete
  9. aaahh~ kereeen. aku suka terkagum kagum sama dubber. pengen juga someday, tapii aku kan pemalu... wkwkwk... jadi pendongeng buat anak dulu aja deh.
    semangaaat mbak! pengen denger suara mbak hani. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengerin suara akunya jangan sambil makan ya, takutnya keluar lagi, wkwkwk,, nanti kapan2 VO-ku masukin blog ahhh.. siapa tau ada job baru nyangkut, haha.. *ngareeep

      Delete
  10. Ternyataaa, jadi VO itu bisa jadi sebuah profesi yang menantang juga yaa :D

    ReplyDelete
  11. aiiih ... senengnya, neng Han. Sok jadi kabitaa heuheu ...
    sukses terus, ya, say

    ReplyDelete
  12. Susah ya ternyata. Aku milih nulis aja deh, mba

    ReplyDelete
  13. Wah menarik ya pekerjaan VO ini :D mau masuk TV nggak perlu punya rupa menarik, yang penting suaranya oke :D Share dong pengalamannya di blog kami.

    ReplyDelete
  14. wuihhhh mantab nih jadi dubber ya eh apa VO, kerenlah pokoknya karena gak semua orang bisa begitu, itu sama aja jadi aktor or aktris kitanya

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe