WAROENG MEE : Makan, Narsis, dan Kumpul Kekinian.

Saturday, September 12, 2015

Credit
Menjamurnya bisnis kuliner di Indonesia sepertinya patut di sambut baik dan di acungi jempol, setidaknya dimata saya hal tersebut menjadi bukti bahwa kita mampu mandiri dan menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi. Namun, semakin banyak pebisnis baru tentunya menjadi "ancaman" bagi para pebisnis kuliner lama, terutama bagi yang jarang berinovasi dan mengikuti trend yang happening saat ini.

Mostly, penikmat kuliner biasanya penasaran dengan jenis makanan/jajanan baru terutama yang mempunyai keunikan rasa tersendiri. Saat suatu makanan menjanjikan kenikmatan tak terlupakan, para pemburu kuliner rela mengejarnya kemanapun. Namun, selain citarasa banyak faktor lain juga lho yang bisa disajikan sebagai pemikat, salah satunya adalah tempat yang asyik.




Semacam Tempat Nongkrong.

“Semacam Tempat Nongkrong”  menjadi tagline sebuah restoran di Jl. Blora yang tempatnya sangat dekat dengan Stasiun Sudirman dan Halte Busway Tosari Jakarta Pusat, Waroeng Mee. Tagline di atas sangat populer di sosial media, sekali kita search hashtagnya di sosmed, maka akan langsung mengarahkan kita kepada foto-foto dan testimoni dari penikmat kuliner di Waroeng Mee. Wiiih, testimoninya buanyaaak, dan kalau dilihat dari foto-fotonya, semua menu yang ada di Waroeng Mee sangat menggugah selera. Nyumm!!

Beruntung saya dapat kesempatan meliput semua keasyikan yang ada di Waroeng Mee. Tempat itu sangat asyik juga dipakai untuk reunian dan seru-seruan dengan sahabat-sahabat lama, atau untuk sekedar mengenyangkan perut selepas jam kerja dan sebelum pulang kerumah, take away untuk keluarga juga bisa jadi option menarik yang akan membahagiakan orang-orang rumah. Dan Sssst.. kita juga bisa kok berdua doang ke Waroeng Mee dengan pasangan tercinta dan menghabiskan malam disana dengan makan dan narsis-narsis. :)))

Saat weekend, datanglah ke Waroeng Mee beramai-ramai dengan keluarga tercinta, menu-menu disana di jamin akan di sukai semua anggota keluarga, macem-macem mulai dari kue cubit yang mungil dengan aneka warna dan toping, beragam mie yang dihidangkan sangat menarik, sampai Submarine Long Bread yang panjang dan gede banget, porsinya memang porsi sharing dan cocok dinikmati rame-rame.

Pilihan aneka minuman yang di tawarkan pun di jamin akan membuat kita kebingungan mau pesan yang mana dulu, semuanya “menggoda iman” dan minta di seruput sampai habis.


Instagenik, Cozzy And Funny Greetings.

Mas Hendy Setiawan sebagai Owner akhirnya memberikan sambutan. Pribadi yang ramah dan penuh semangat itu menceritakan sekilas tentang Waroeng Mee yang baru tiga bulan ini berdiri.
Waroeng Mee di bangun dengan konsep yang sangat menarik, konsep yang sengaja di dekatkan dengan para Customer yang “kekinian” dan tidak dapat lepas dari gadget dan segala macam aplikasi berikut akun-akun sosmed di dalamnya.

Kecenderungan orang-orang yang selalu mengabadikan segala moment dan hal menarik yang ada di hadapannya (termasuk makanan) dan meng-uploadnya ke sosmed terutama Instagram menjadikan sebuah peluang yang tidak boleh di lepas begitu saja.

Hal itulah yang membuat Mas Hendy (beserta Istrinya Mba Nilam) memenuhi semua tembok di Waroeng Mee dengan beragam Grafiti tokoh kartun dan tulisan (quotes) nyeleneh yang asyik digunakan sebagai background untuk bernarsis ria. Sangat – sangat instagenic.

Waroeng Mee yang mempunyai inspirasi nama dari "warung mi" ini juga nyaman dan cozzy untuk digunakan sebagai tempat acara-acara formal maupun informal.

Mas Hendy menjelaskan awal berdiri Waroeng Mee yang sangat minim modal dan bisa dibilang “modal nekad”, tetapi penuh perhitungan dengan konsep yang matang dengan memanfaatkan kondisi saat ini. 
Orang –orang cenderung pusing dan stres dengan sejuta masalah di kesehariannya, kerjaan yang menumpuk dan tidak selesai-selesai dan membuat susah sekali untuk pergi piknik atau sekedar liburan kilat demi “kewarasan” yang terjaga dan tetap stabil. Dengan kondisi seperti itu, Waroeng mee dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyegarkan pikiran dan mengenyangkan perut serta membahagiakan diri dengan menu-menu menariknya dan alat-alat “perang” untuk narsis disana.

Tidak perlu khawatir bagi yang tidak mempunyai atau lupa membawa tongsis saat makan di Waroeng Mee, karena disana di sediakan tongsis untuk kita pinjam, begitu juga pernak pernik lainnya sebagai properti foto.

Hal unik lainnya adalah Greeting atau sambutan ketika kita datang ke Waroeng Mee. Setiap customer yang datang akan di "teriakin" Haai Mas Broooo..!! Haaai.. Mbak Siiist!!. Bikin kaget awalnya dan berasa jadi pusat perhatian tamu-tamu yang lain deh. *ecieeeee



Selanjutnya Mba Nilam (istri Mas Hendy) memberikan sambutannya. Mba cantik yang aksen Jawanya sangat kental ini pun menyampaikan rasa bahagianya atas kehadiran teman-teman Blogger di Waroeng Mee.

Mba Nilam memaparkan perjuangannya bersama suami dari semenjak mereka mulai merintis Kebab Baba Rafi yang berawal dari gerobak saja. Sampai saat ini, Baba Rafi sudah mencapai 1200 gerobak dan going International ke delapan Negara. Wowww... amaze!!

Mba Nilam sangat memotivasi saya untuk tidak berhenti berjuang menjadi entrepreneur sejati dan membawanya ke Mancanegara. Dengan segala ilmu dan terutama pengalamannya, Mba Nilam mengadakan kelas Mentoring bagi pebisnis pemula yang bisnisnya berjalan kurang dari satu tahun. *info selengkapnya bisa di intip di berbagai akun sosmed Baba Rafi / Waroeng Mee*

Setelah keberhasilan Baba Rafi, pasangan suami istri tersebut melebarkan usahanya dengan membangun Waroeng Mee. Menurut Mba Nilam, Waroeng Mee menawarkan berbagai menu yang sebenarnya biasa tetapi diolah kembali menjadi hidangan yang patut di coba para Pecinta Kuliner. Mie instan yang bisa kita beli dengan harga murah dan kita bikin sendiri dirumah dapat di “sulap” menjadi hidangan istimewa di Waroeng Mee.

Kuah yang diracik sedemikian rupa dengan tambahan susu, beef smoke dan telor dadar sebagai toping, membuat siapapun yang melihat akan menelan ludah dan ingin segera mencoba.

Begitupun dengan aneka minuman yang serba dairy (produk susu sapi), aneka minuman buah dan teh yang dapat menjadi pilihan sesuai selera yang disajikan dengan gelas-gelas berbentuk unik yang sayang BANGET kalau sampai gak difoto dan di upload ke sosmed (sebagai tanda kalau kita sangat kekinian dan "gaoel"), haha.



Semua konsep yang ada di Waroeng Mee sangat pintar dan tahu pangsa pasarnya siapa. Konsep yang disesuaikan dengan zaman dan akan terus di inovasi. Dengan kepintaran seperti itu, gak heran kalau restoran yang baru "seumur jagung" ini sudah akan membuka cabangnya di daerah BSD. Woww!!

Harga.

Jangan takut kantong kempes saat makan di Waroeng Mee, untuk menu-menu menarik dan tempat dan asyik, harga dari setiap menu sangatlah terjangkau. Range harga mulai dari sepuluh ribu sampai enam puluh ribuan.

Persiapan cabang di BSD. Credit

Hadir juga melengkapi kebahagiaan siang itu, seorang sahabat dari Mas Hendy dan Mba Nilam, seorang Emergenetics Business Coach, yaitu Mas Okto Melandana yang akrab di sapa Mas Dana.

Sebagai sahabat, Mas Dana sangat menghargai dan salut terhadap sikap "nekad" pasangan pemilik Baba Rafi Enterprise ini. Ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik di Indonesia, mereka mampu membuktikan dengan optimis bahwa mereka mampu, tentunya karena kejelian, kreatifitas, dan "the power of kepepet".

(Ki-ka). Mas Dana, Mas Hendy, Mba Nilam. .Credit
Sesi tanya jawab pun berlangsung, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggali ilmu dari pasangan hebat ini. Saat itu saya bertanya kepada Mas Hendy tentang kiat-kiat mengkompakan diri bersama suami (pasangan) supaya dapat menyatukan visi misi dan berani memulai suatu usaha. Saya juga sedikit "curcol" tentang ketakutan saya terhadap diri sendiri yang jauh sebelumnya tidak berpikiran untuk menjadi entrepreneur dan lebih memilih menjadi karyawan di Perusahaan orang saja, namun beberapa tahun kebelakang, saya mulai "terobsesi" ingin belajar dan memulai usaha sendiri.

Mas Hendy menyampaikan bahwa salah satu kunci kesuksesan adalah support dari keluarga (pasangan), supaya disaat kita mengalami kerugian, kita tidak akan disalahkan namun justru akan di support dan dikuatkan untuk bangkit kembali.

Hal penting lainnya adalah meyakini bahwa tidak ada profesi yang salah. Baik menjadi karyawan atau pengusaha, apabila dijalankan dengan baik maka akan menjadikan diri kita hebat, selama yang kita jalani merupakan passion kita.

Disaat kita menjalani apapun yang kita sukai, kita akan menjalaninya dengan tanpa beban dan akan membuahkan hasil yang lebih maksimal.

Comot fotonya Mas Febriyan Lukito.
Acara kemudian ditutup dengan pengumuman Live Tweet yang sudah berlangsung dari sebelum acara dimulai, dan dilanjut dengan pembagian goody bag yang berisi makanan-makanan dari Baba Rafi dan Waroeng Mee, nyammm!! Orang-orang rumah seneng nih dapet oleh-oleh makanan enak kayak gini.

Kesimpulan saya, Waroeng mee merupakan tempat yang sangat asyik, colorfull dan penuh dengan kegembiraan. Hati senang perut bahagia, hanya di Waroeng Mee.

Harapan dekat saya, bisa kembali kesana bersama Baby Alfath dan Papanya. Waah, pasti akan senang sekaliiiii.

Thank You Waroeng Mee. Thank You Mas Hendy, Mba Nilam, Mas Dana dan segenap karyawan di Waroeng Mee. Hope to see you (all) again, soon.

Hubungi Waroeng Mee
Fanpage | Instagram : @Waroeng_Mee

Dok. @nyirocker

Boleh Intip juga Menu-menu Waroeng Mee di Instagram Saya @kacamata_hani


You Might Also Like

12 komentar

  1. Wuiiih...itu makanannya bikin ngiler, coba aja ada di Semarang...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an buka cabang di Semarang ya Mba Say..
      😄😄😄

      Delete
  2. makanan dan suasananya memang instagramable banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget Maaak.. Itu Tshirt-nya Mak Myr jg instagramable bingiiit.. Haha *gagalfokus*

      Delete
  3. Replies
    1. Layak dicoba Mbak, tempatnya juga enak disana.. 😍😍😘😘

      Delete
  4. kekinian memang ini yaa waroeng mee
    kesana ahhh
    lucu2 menunya :D

    ReplyDelete
  5. ya ampun itu panjang bener mak, harganya berapa? :)

    ReplyDelete
  6. Yuk kita ke Warmee lagi. Bareng-bareng lagi. Seseruan lagi :D

    ReplyDelete
  7. Makanannya bikin ngiler, kapan ada di Semarang ya :)

    ReplyDelete
  8. Bakalan lama nih kalo nunggu warung mee buka cabang di Lahat. Rejekinya tinggal dikota kecil cm bs memelototin aja

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe