BUKBER Blogger Reporter Indonesia (BRID), Pecaaaaaahh!!

Monday, July 13, 2015

Bahagiaaaaa..
Assalamu’alaikuuum..

Selasa lalu, Blogger Reporter Indonesia (BRID) sukses menggelar acara Buka Bersama  di Warung Daun Cikini, Jakarta. Saya termasuk yang menghadiri acara tersebut, walau sedang menikmati sakit punggung tapi acara bermanfaat ini harus saya datangi.

Bangga karena dapat bertemu dengan teman-teman sesama BRID, wajah lama dan wajah baru berbaur serempak. Selain itu, saya senang karena dapat mengenalkan Alfath anak saya kepada sosok-sosok panutan, semoga kelak Alfath dapat tumbuh berjiwa pekerja keras seperti Om Tantenya di BRID.

Pertama kali saya mengenal BRID langsung dari Foundernya, Mas Hazmi Fitriyasa atau yang akrab dipanggil Mas Hazmi Srondol. Saat itu kami bertemu di satu acara yang bertempat di Kementrian Luar Negri, beruntung Mas Hazmi duduk satu meja dengan saya (Dan suami). Ketika kami ditanya “sudah masuk BRID belum?”, kami bahkan tidak tahu BRID itu apa. Saya masih sangat awam dengan dunia Komunitas Blogger karena baru saja resign dari pekerjaan sebelumnya dan kemudian menikah. Jadi Mas Hazmi ketemu sama pasangan pengantin baru tuh waktu itu, hehe.. Masih ingat gak Mas?.

Dan ketika akhirnya saya bergabung di BRID, saya tahu bahwa saya berada di tempat yang tepat untuk belajar banyak tentang menulis ala Reporter. Siapa tahu ini jalan saya untuk menjadi Reporter beneran kan ya? :))))

Preparation sebelum acara.

Pertemuan kedua  waktu menghadiri nonton bareng Film Soekarno di Grand Indonesia, Mas Hazmi kaget melihat perut saya yang sudah membuncit, Alfath masih di perut saat itu sekitar tujuh bulanan. Pun, saya berdua suami ke acara tersebut.

Dan kemarin di Cikini, adalah pertemuan kami yang ketiga, ketika Alfath sudah mulai aktif di usianya yang ke 16 bulan. Hehe, ma’af yaaa Alfath ngerusuh dan bikin pusing sama tangisan dan teriakannya, Alfath dibawa karena memang dirumah kami hanya bertiga tidak ada bala bantuan, dan kami ingin membiasakan Alfath untuk dapat bersosialisasi dengan baik di masa depannya. Tentu saja kami bawa kalau memang memungkinkan. Karena itu pula lah saya masih agak membatasi liputan dikarenakan ruang bebas gerak yang masih terbatas. Khas emak-emak banget yaaa, hikssss.

Suasana Buka Bersama di Warung Daun Cikini sangat berkesan karena memang yang hadir terbatas berhubung tempat, banyak yang sedih karena tidak dapat hadir di acara ini. Memang pantas sedih sih ya karena tidak dapat ikut berkumpul dan berbagi tawa dengan para senior. Yang terlebih, disana kami berbagi ilmu dan motivasi, merindiiiiiiing.

Tapiiiiiii, bagi teman-teman yang sempet sedih karena gak turut hadir, jangan khawatiiiiiir.. Mas Hazmi bilang insha Allah setelah lebaran akan ada Habiha (Halal Bihalal) yang tempatnya jauh lebih luas dan kita bebas bawa pasangan, anak, ibu, ayah, kakek, nenek, om, tante, lho lho lhoooo..sekalian aja satu RT dibawa ya, hahaha. Can’t hardly wait hadir di acara Habiha nya nanti.

Ramai, penuh kekeluargaan. Bukber BRID.
Oh iya, kemarin ketemu Teh Ani Berta lagi, ini sosok Perempuan tangguh, dan jadi role model untuk saya nih. Kecil-kecil cabe rawit, ilmunya setinggi langiiiiit. Dari sosok Teh Ani saya belajar, menjadi Blogger gak harus terpaku dengan rate card, gak harus selalu diberi bayaran/pamrih, jadi Blogger itu harus tulus setulus-tulusnya. Nulis niatnya emang untuk berbagi. Dan mungkin karena ketulusan itulah, Teh Ani mendapatkan “balasan” yang luar biasa, sosok tanpa pamrih yang berlimpah berkah dan rezeki berkat ngeblog. Ih teteeeh, abdi saluuuuut. Awesome!!!

Teh Ani Berta.
Ngomongin sosok berpengaruh di BRID, ada  nih Admin yang saya cari selama acara, siapa lagi kalau bukan Mas Ahmed Tsar. Dialah yang selalu nongol di Timeline grup BRID dengan info undangan-undangan menariknya, yang mengakomodir peserta yang ingin hadir. Dan entah gimana caranya nyusun database member BRID, Mas Ahmed ini pasti tahu kalau-kalau ada member yang masih punya PR reportase, biasanya sih gak di izinin meliput dulu. Ibaratnya  seorang Guru, Mas Ahmed akan selalu bilang, “PR nya dikerjakan dulu ya nak-anaaaaak...”. Haha, saya pasti sadar diri kalau masih punya PR biasanya gak daftar liputan manapun. Wkwkwkwk. Namun sayang, Mas Ahmed gak muncul di permukaan, batang hidungnya pun gak keliatan, baunya pun gak kecium, tanda-tanda dia teriak “surpriseeeeee..” pun gak ada, iya saya sempet ngebayangin tiba-tiba Mas Ahmed muncul dan ngagetin kita semua. #LOL

We Heart You lah mas Ahmed, you’re the most wanted banget mas kemarin, di Habiha nanti hadir dong yaaaaa... yaaa.. yaaaa..

Kebahagiaan lainnya karena bisa ketemuan lagi sama Melly, ahiiiwwww. Udah berkali-kali ceritain kalau Melly ini sosok berjasa di dunia blogger yang saya tekuni sekarang, pokoknya hatur nuhun ya Melly sayaaang, terima kasih. Tapi kok kita gak sempet foto berdua sih? :'(

Garut pun berkibar di #bukberBRID ini, bagaimana tidak, Ipan Setiawan seorang Blogger Garut rela menempuh perjalanan dari jam 7 pagi hanya untuk menghadiri acara ini. Sungguh effort luar biasa, sungguh semangat Blogger yang pantas ditiru, di terawang, tapi jangan di raba ya kan bukan uang. :))

Ipan merupakan Adik Blogger yang ilmunya sudah melebihi saya, wah jauh deh kalau dibandingin dengan saya, Ipan ini gak kenal waktu, gak kenal lelah, gak peduli dia berhadapan dengan siapa, jiwa ingin berbagi dan menolongnya sama rata. Selain itu, sopan santunnya luar biasa, two thumbs up dek!!! Keep up the good work!! kami bangga menyambutmu di #bukberBRID kemarin, sehat-sehat terus yaaaaa.
Ipan dari Garut & Mba Haya "caoo..caoo". hihi
Saya bangga Garut bisa menunjukan eksistensinya di dunia Blogger ini, saya sebagai asli Garut pun semangat untuk terus belajar walau sudah tidak tinggal di Garut lagi.

Ada Liswanti (Onet), Mba Mini, dan sahabat-sahabat lain juga yang menyempurnakan malam itu. Mba Shinta Ries, Mba Haya Aliya (caooo..caooo..caooo) juga turut hadir. Apa lagi yang paling membahagiakan selain berada di tempat yang tepat bersama orang-orang yang hebat.

Selain itu, saya akhirnya dapat bertemu dengan Founder Blogger Muslimah setelah sebelumnya hanya silaturahmi di dumay saja, Iyaaa.. ini pertemuan pertama kami. Mba Novia yang sempat membuat saya tertegun karena mirip dengan tokoh Penulis Idola saya, Bunda Asma Nadia, hehe.. kalau kata Mba Novia, “kami mirip karena memang bersaudara, saudara seiman”. Wah, jleb banget, menyadarkan saya bahwa semua yang kumpul di acara #BukberBRID itu adalah saudara.
Alhamdulillah.
Ka-ki. Liswanti, Mba Novia, Saya.

Here we goes..
Acara pun di mulai, Alhamdulillah saya datang gak telat-telat banget, ketika sampai saya melihat teman-teman BRID sedang menyampaikan testimoninya. Ah, padahal saya mau bertestimoni tapi langsung “Say no.. say no” karena baru banget sampai, dan parno Alfath (anak saya) teriak-teriak. *padahal mah sibuk nyari kursi sih, ngeles.

Saya lihat sekeliling, dan terkesima dengan MC yang merupakan Public Speaking yaitu Mas Ulish Anwar. Dan setelah saya mengisi absen, mata saya berkeliling dan takjub melihat teman-teman disana begitu “khusyu” dengan gadget masing-masing, lalu saya tanya sahabat saya Onet (Panggilan akrab saya kepada Liswanti),
“net, lagi pada live tweet ya?”
“iyaaa.. udah dari tadi tauuuu” jawabnya.
“oh, oke.. lanjutkan.. lanjutkan”.
Mas Ulish Anwar
Saya membuat diri saya nyaman terlebih dahulu dengan duduk di kursi yang dengan spesial diberikan oleh Mba Novia kepada saya, “Jazakillah Mba Nov untuk kursinyaaaa..”.

Sambutan Founder BRID
Mas Hazmi pun maju dengan “jubah kebesarannya”, T-Shirt BRID. Mupeng banget sama bajunya. #gagalfokus
Mas Hazmi. Founder BRID
Saya tergelak mendengar pemaparan Mas Hazmi, beliau bilang seperti yang disampaikan teman-teman dalam terstimoninya tadi, memang banyak yang menganggap bahwa peraturan di BRID itu “kejam”, admin-adminnya saklek, pasti nagihin terus hasil reportase. Hihi,  so true!! Saya merasakan itu tapi tidak terbebani, itu justru saya nikmati sebagai pembelajaran untuk menjadi reporter yang Pro. Suatu berita/peristiwa memang harus disajikan disaat masih anget-anget kuku kayak susu bayi kan ya, kalau kelamaan ditunda bisa basi dan gak sedap dibaca lagi. Sebagai BRID yang punya kerjaan utama sebagai “Emaknya Alfath”, saya berusaha untuk bisa on time nulis reportase, minimal gak basi-basi banget lah ya, wkwkwkwk. *Siap-siap ditimpuk Admin

Tapi secara keseluruhan, saya senang berada di grup ini, “kekejaman” itu akan menjadi “cambuk” untuk kami menjadi lebih dan lebih baik lagi.

Mas Hazmi pun menyampaikan bahwa dulu itu, untuk membuat sebuah “www” sangatlah susah, biasanya di prioritaskan untuk corporate, dan jaringan Internet pun tidak semudah sekarang untuk didapatkan.

Saya akhirnya tahu bahwa Indosat lah yang menjadi Jaringan Operator pertama yang memberikan kemudahan untuk mengakses Internet yang saat itu berada dibawah kepemimpinan Bapak Indar Atmanto yang saat ini sedang mengalami kesukaran.

Dan cerita selengkapnya mengenai Bapak Indar disampaikan langsung oleh Istri tercintanya yaitu Ibu Ami Atmanto yang merupakan designer ternama. Ibu Ami terlihat mempesona dengan ketegarannya, walaupun di sela-sela kalimatnya sempat sedikit tercekat dengan kesedihan yang disimpan dari dalam hatinya. Seolah dapat merasakan kesedihannya, saya hanya dapat tertunduk.
“keep strong ya Bu..”.
Ibu Ami Atmanto.
Tapi ngomong-ngomong soal Indosat, selama bulan Ramadhan ini ada beberapa program lho, Paket Ketupat Ramadhan. Kita pengguna Indosat bisa milih paket sesuai kebutuhan kita. Cukup tekan *123*888# bisa langsung pilih paket SANTAN (SMS Terus-terusan), paket TELOR (Telponan Ramadhan) atau paket OPOR (Online Pol Ramadhan). Nah seru banget kan yaaa, yang belum jelas boleh intip-intip DISINI.

Kultum sebelum buka shaum.
Ustaz Arul atau Kang Arul memberikan tema kultumnya yang lekat di ingatan saya, yaitu BRID dan Batu Akik. Lho?
Ust. Arul.
Menurut beliau, BRID sendiri merupakan singkatan dari Brave, Respect, Inspiratif, dan Development. BRID adalah sekumpulan Blogger Reporter yang anti copas, atau plagiat. Memang beberapa waktu lalu dunia Blogger sempat di gegerkan dengan kasus copaser ini, semoga tidak terulang. Dan Ibarat batu akik, Blogger yang terus di asah kemampuannya, akan menjelma menjadi cantik, mahal dan pantas di apresiasi. Kira – kira seperti itu yang dapat saya tangkap. CMIIW

Dan kemudian, kejutan itu pun datang, Ibu Yenny Wahid (Putri dari Alm. Abdurrahman Wahid atau Bpk. Gusdur) hadir dengan senyum ramahnya. Ya Rabb, mimpi apa saya semalam, ini hebat.. sangat hebat. Di tempat dan waktu yang sama, saya pun dapat mempertemukan Putra saya dengan sosok-sosok hebat ini. “Semoga kepintarannya nempel ke kamu ya, kak”. Amiiin.

Alhamdulillah, berfoto dengan Ibu Yenny Wahid.
Kultum pun ada “iklan”nya deh, hehe. Dan tiba-tiba adzan magrib berkumandang, Alhamdulillaaah.. suasana mulai temaram, langit menghitam, saatnya berbuka. Bismillah..
“minum apa dulu nih, nyemil apa dulu ya?? Menunya banyaaak. Coba setiap hari bisa makan enak kayak gini, pasti dapetin ASI yang penuh nutrisi nih”. Bathin saya. #lol

Nyicip satu makanan ke makanan lainnya, terasa sangat kental kekeluargaan disana, khas Ibu-ibu yang Sunda banget, kedengeran dimana-mana yang nanya “mana sambelnya? Itu pete ya, boleh deh.”, dan celetukan-celetukan lain yang membuat saya kangen Mama di rumah nun jauh disana. Yess, it feels like home. BRID are so nice making me so comfy like that, thank you.

Saatnya pengumuman pemenang Live tweet, disusul pembagian goodibag sambil foto bersama Founder dan Admin BRID, dan saatnya juga Alfath cranky karena mulai ngantuk, jreng-jreeeng drama pun dimulai, Alfath gak mau di gendong Papanya, maunya sama Mama. Baiklah, saya melipir keluar zona Bukber untuk menenangkan Alfath, sekalian sholat magrib dulu deh, saya pun cari Mushola.
Bagi-bagi Goodie.

Kembali ke zona Bukber, saya lihat di kursi saya sudah ada goodibag, di ambilin Onet katanya, Alhamdulillah, terima kasih ya sahabat.

Malam semakin membungkus tubuh-tubuh kami yang mulai kekenyangan, kenyang dengan makanan dan minuman, kenyang dengan ilmu dan motivasi, kenyang dengan moment berharga selama disana, kenyang dengan kebahagian bathiniah. Saatnya bersalam-salaman dan pulang.

Suasana haru saat bersalam-salaman.

Tapiiiii.. gak lengkap ya kalau sebelum benar-benar bubar gak ngelakuin “ritual” yang satu ini, foto-fotoooooo!!. Haha, bahagiaaaaa..


Sekali lagi, terima kasih BRID bersama Punggawa-Punggawanya, semoga di sehatkan terus, ngasih acara-acara hebat terus, dan berharap suatu saat saya di colek untuk liputan ke “Luar”.

“Paspor saya ready lho, mas..mba”.Wkwkwk. *teteeep usahaa

Terima kasih untuk malam indah itu, malam yang sangat pecaaaaaahh!!

Ini diaaa, oleh-oleh Video dari BRID yang saya dapat dari Mas Hazmi juga.. happy watching!!!




Note : Semua Dokumentasi di dapatkan dari Album foto mas Hazmi (FB)

You Might Also Like

6 komentar

  1. Wah asik yah, sayang sekali di Bandung belum pernah nih BRID adain acara :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insha Allah secepatnya BRID meramaikan Bandung ya Teh, pengen hadir deh kalau beneran ada event di Bdg, kita kopdaaar :)))

      Delete
  2. Ihiyyy asyik banget nih reportasenya, rame :D
    Makasih udah hadir ya, Hani...semoga ketemu lagi di keseruan berikutnya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin, makasi Teeeh sudah mampiiiir..
      Semangaaat :)))

      Delete
  3. acaranya seruuu bangeeeet.
    sayang durasi cuma sebentar yah mbak :)
    salam kenal^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seruuuu, sempet mikir "ini durasinya yang sebentar atau memang karena seru banget jadi berasa sebentar?", hihi.

      Salam kenal jg Mba Astari :)

      Delete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik di laman ini.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe