[Smart Investing #1] Investasi Cerdas Bersama Bursa Efek Indonesia Dan Mandiri Sekuritas

Tuesday, February 24, 2015

Lohaa.. dipostingan kali ini saya akan membahas sesuatu yang berbeda dari postingan-postingan sebelumnya, tentang sesuatu yang sepertinya banyak dikhawatirkan banyak pihak terutama kaum ibu seperti saya. Tentang perencanaan financial yang bersifat jangka panjang, yang bisa menenangkan apabila dilakukan dengan tepat namun tetap menggunakan azas kehati-hatian.

Pastikan kita berinvestasi secara tepat dan cermat #investasicerdas (Sumber : Twitter Mandiri Sekuritas)
Tugas seorang istri dan ibu memang unik, harus mampu multitasking diwaktunya yang tidak banyak. Tercukupinya kebutuhan rumah menjadi salah satu tugas penting diantara setumpuk tugas penting lainnya. Setidaknya, itu yang saya jalani selama dua tahun pernikahan saya.

Memutuskan untuk resign dari pekerjaan dan menjadi full time mother bagi putra pertama saya adalah hal yang sempat membuat hidup saya “galau”. Di satu sisi, saya faham betul bahwa dua hal tadi merupakan kewajiban saya, saya pun menikmati peran baru saya tersebut. Namun disisi lain, pikiran saya berkecamuk tanpa henti, mencari tahu kira-kira apa saja yang bisa saya lakukan dirumah tanpa harus mengorbankan waktu saya dan si kecil, namun bisa menghasilkan dan bermanfaat dimasa depan. 

Dan bicara tentang masa depan, sangat banyak yang menjadi target hidup saya (dan suami), yaitu memiliki hunian impian kami dengan jumlah kamar yang banyak sehingga dapat menjadi tempat yang nyaman untuk berkumpul keluarga besar kami, kami juga ingin menyekolahkan putra kami di sekolah yang telah kami rencanakan dari sekarang (Dan itu membutuhkan sejumlah nominal yang tidak sedikit), selain itu kami berdua juga mempunyai impian menjadi pengusaha kuliner dan mempersiapkan dana pensiun sebagai symbol kesejahteraan kami di masa tua kelak. Selain itu, impian terbesar kami adalah dapat menghadap ka’bah bersama kedua orangtua dan anak kami. Saat ini, kondisi financial kami belumlah dapat dikatakan cukup untuk mewujudkan impian-impian kami di atas, karena itulah saya membicarakan tentang rencana financial bersama suami saya yang mengantarkan kita ke sebuah keputusan untuk berinvestasi.

Saya & Suami memutuskan untuk berinvestasi saham #investasicerdas
Kadang kita merasa tidak perlu untuk berinvestasi karena merasa tidak layak untuk melakukannya, apalagi jika berinvestasi di bidang saham. Seringkali kita tidak mengetahui untuk apa kita berinvestasi. Padahal, siapapun kita tetap bisa melakukannya walaupun dengan nominal yang tidak terlalu besar. Kuncinya adalah kita memahami terlebih dahulu bidang tempat kita berinvestasi, dan berapa lama kita akan berinvestasi. Ya!! Investasi itu penting, salah satu fungsinya adalah untuk  “menyelamatkan” sejumlah dana yang kita miliki dari inflasi, dan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan dan apa saja yang kita butuhkan saat itu.

Ketika kita memutuskan untuk mulai berinvestasi, maka sebaiknya kita mengetahui akan menginvestasikan uang kita kemana. Saat ini, terdapat beberapa pilihan untuk kita berinvestasi secara pintar, investasi jangka panjang yang dapat kita nikmati hasilnya di masa yang akan datang. 

Bagi mereka yang telah berkeluarga, Investasi jangka panjang tidak hanya bisa dinikmati secara pribadi,  orang yang sudah berkeluarga tentunya memikirkan kesejahteraan keluarganya saat ini dan seterusnya. Biaya pendidikan anak dari SD hingga Perguruan Tinggi, dan rencana-rencana kita di masa depan, serta persiapan dana pensiun dapat menjadi acuan bagi kita berinvestasi jangka panjang. Dan jika kita melakukannya dengan membeli kendaraan atau merenovasi rumah, maka kita salah.
Begitu banyak pilihan berinvestasi yang bisa kita ambil #investasicerdas
Membeli kendaraan atau merenovasi rumah memang termasuk berinvestasi, namun itu adalah investasi jangka pendek. Sedangkan investasi jangka panjang bisa dilakukan di property (Seperti membeli rumah), emas (logam mulia), bisnis bersama teman, ataupun membeli surat berharga yang diperjual belikan di pasar modal (Seperti saham, reksadana, obligasi, dan sukuk) yang kesemuanya biasa disebut “efek”.
Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolekti, kontrak berjangka atas efek, dan setiap derivative dari efek
Saham merupakan bukti penyertaan atau kepemilikan dalam suatu perusahaan yang memberikan hasil investasi bersifat variable tergantung dari kemampuan investor dalam mengelolanya
Karakteristik yuridis bagi pemegang saham:
  • Limited Risk (pemegang saham hanya bertanggung jawab terhadap sejumlah dana yang disetorkan dalam perusahaan).
  • Ultimate Control (pemegang saham, secara kolektif, akan menentukan arah dan tujuan perusahaan)
  • Residual Claim (sebagai pihak terakhir yang memperoleh pembagian hasil usaha perusahaan dan sisa asset dalam proses likuidasi perusahaan, setelah kreditur)

Dulu saya tidak percaya diri berinvestasi karena merasa rendah diri, saya tahu betul bahwa kondisi keuangan saya dan suami tidak banyak, intinya saya merasa bahwa saya bukanlah orang kaya yang terbiasa dengan istilah investasi, property, dan sebagainya. 

Saat ini, saya menyadari bahwa pemikiran saya saat itu tidak benar, karena ternyataaa.. SIAPAPUN BISA berinvestasi termasuk saya tentunya, walaupun profesi saya bukanlah wanita kantoran lagi, saya hanya seorang Ibu Rumah Tangga yang memanfaatkan sedikit waktu disela-sela mengurus keluarga dan rumah untuk menulis dan berjibaku di dunia maya, namun dengan kondisi seperti itu saya justru mempunyai keuntungan untuk berinvestasi tanpa harus sering-sering keluar rumah, tidak dibatasi office hour, dan tentunya bisa menentukan sendiri akan berinvestasi di bidang apa, dan semuanya mengarah ke investasi saham dimana saya bisa tetap memantau indeks dengan tetap melakukan kewajiban-kewajiban saya sebagai seorang istri dan ibu dari satu orang putra.

Membicarakan investasi tentunya tidak melulu bersinggungan dengan keuntungan semata, saya sadar betul bahwa selalu ada resiko di bidang apapun itu. Dan untuk meminimalisir resiko tersebut, saya berusaha untuk mempelajari, dan mencari tahu sebanyak-banyaknya tentang saham. Saya harus mempersiapkan diri apabila nantinya ternyata jumlah keuntungan yang saya terima berbeda dari apa yang saya harapkan.

Beberapa cara saya mempersiapkan diri saya untuk “menceburkan diri” ke dunia saham selain dengan membaca dan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin (baik dari buku ataupun dengan googling), saya beruntung dapat menjadi salah satu peserta di kelas Investasi Cerdas yang di selenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia bekerjasama dengan Mandiri Sekuritas.

Kelas #InvestasiCerdas Batch pertama. (Sumber : Twitter Mandiri Sekuritas)
Di kelas Investasi Cerdas saya mengetahui hal-hal apa saja yang harus saya cermati di saat saya ingin berinvestasi saham. Dan karena saya sangat menghargai pentingnya informasi-informasi yang saya dapat disana, saya ingin berbagi bersama teman-teman semua. Siapa tahu diantara teman-teman ada yang sedang dilanda kebingungan ingin berinvetasi di bidang apa, atau sudah memutuskan ingin berinvestasi saham tapi masih ragu, semoga menemukan pencerahan dan jawabannya disini.

Btw, supaya postingan ini tidak terlalu panjang menjuntai, saya bagi menjadi beberapa postingan saja ya. Yuuuk, lanjut ke postingan saya selanjutnya yang akan membahas tentang "mengapa kita perlu berinvestasi?", "Apa bedanya investasi dengan menabung?", dan "mengapa berinvestasi saham". :)


Referensi : Modul Seminar Pasar Modal Bursa Efek Indonesia

You Might Also Like

1 komentar

  1. Selama ini saya selalu usahakan berinvestasi walaupun belum berkeluarga, hanya saja belum berani untuk merambah ke pasar modal..hehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe