Sinusitis #part1

Wednesday, January 28, 2015


Ngomongin penyakit sebenernya gak enak banget ya, saya sendiri termasuk yang gak terlalu suka ngebahas tentang itu, kalau ada yang dirasa pengennya disimpen aja dan cukup orang deket aja yang tahu, selebihnya..dunia tak perlu dikasih tahu lah ya.. *uhuks

Tapiiii.. lama kelamaan jadi pengen juga nih sedikit berbagi pengalaman, tentang satu penyakit yang bernama Sinusitis. Sebagian besar mungkin tahu dan mengenal jenis penyakit ini, apalagi yang hidupnya di kota2 besar, pernah dokter THT saya bilang, “kamu tahu Han, Sinusitis itu penyakitnya orang yang hidup di Kota besar”. Lho, kok?
Doc : blog.docsuggest.com
Ternyata memang ada alasannya kenapa dokter THT saya bilang seperti itu, salah satu faktor pencetus sakit sinus adalah tingkat polusi yang berada di sekitar, seperti yang kita tahu bahwa semakin besar sebuah kota biasanya semakin tinggi juga tingkat polusinya, nah inilah yang duluuu banget gak saya sadari terutama waktu saya masih tinggal di Garut yang bisa dibilang Kota kecil dan (dulu) masih ramah lingkungan, ada sih polusi tapi gak sebanyak di Kota besar.

Saya sempat kaget waktu dokter mendiagnosa saya sakit Sinusitis, dan lebih kaget lagi waktu saya disuruh operasi, bukan disarankan lagi lho tapi beneran disuruh (yang berarti susah ditolak) karena hasil rontgen tengkorak menunjukan bahwa semua titik sinus saya sudah berisi cairan, termasuk dua titik yang berada di sekitar pelipis (jidat bawah, atas idung), dan dikhawatirkan cairan tersebut akan masuk ke otak kalo tidak segera dikeluarkan. Kalau udah nyampe otak, hemmmm.. *gak mau bayangin.. hehe

Banyak teman yang menyarankan pengobatan alternative seperti gurah, saya langsung browsing tentang gurah dan konsultasi dengan dokter, tentu aja dokter melarang keras cara itu, sangat tidak disarankan karena beberapa alasan yang saya lupa, hehe.. tapi saya ingat salah satu alasan yang membuat saya akhirnya mantap memutuskan operasi, karena tulang hidung saya bengkok dari lahir yang bikin saya hanya bisa menghirup oksigen sekitar 30% saja dari yang seharusnya dan itulah yang membuat saya sering pusing dan dulu sering pingsan tiba2. Konka hidung saya juga harus di kikis supaya jalan nafasnya lebih lapang dan lega. Parahnya, saya baru tahu semua itu beberapa minggu sebelum operasi, dan sinus saya sendiri entah dari kapan mulai ada cairan, tapi kayaknya sudah lebih dari 3-4 tahunan karena sudah menyebar kemana-mana.

Bagi saya, sinusitis adalah penyakit yang baru saya kenal, dulu mana saya tahu nama penyakit itu, apalagi ngebayangin saya ngalamin sendiri, duhhh..

Tapi ternyata saya salah satu yang diberikan rezeki itu, setelah saya curhat ke beberapa teman kantor saya saat itu, saya bukanlah satu2nya yang mengalami, Alhamdulillah teman2 saya memberikan support dan do’a untuk kesembuhan saya, mereka juga meyakinkan saya bahwa itu bukanlah operasi yang harus ditakutkan dan prosesnya tidak lama.

Tapi tetep aja, deg2an sampai kaki lemes saya rasain juga di detik2 menjelang masuk ruang operasi, dokter bilang operasi sinus itu termasuk operasi besar dan harus bius total. Jadi yang ada dibayangan saya saat itu banyakan yang jelek2nya ketimbang bagusnya, lebih ke pertanyaan “gimana ya kalau setelah operasi itu saya gak bangun lagi?”, amit-amiiiiit..

Here we go, Bismillah.. Operasi pun dimulai.

Saya masuk ruang operasi sekitar pukul 21.30 WIB, di RS JMC yang berada di Kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan. Dokter Susi selaku dokter THT yang mengoperasi saya sebelumnya memastikan dulu kalau darah saya stabil, baik itu tekanan ataupun HB, saya memang punya masalah HB rendah dari dulu, beberapa minggu sebelum operasi saya diberikan PR untuk menaikan HB dan konsultasi dengan dokter internist yang bernama dokter Jusi, hehe.. mirip2 ya namanya, dr Susi dan dr.Jusi, dua2nya cantik, pinter, ramah, dan menenangkan walaupun sama2 cerewet dan “galak”, haha.. sampai kapanpun saya tidak akan melupakan kebaikan mereka.

Minggu demi minggu berlalu, dan HB saya masih saja rendah padahal sudah banyak cara saya tempuh untuk meningkatkan hemoglobin, akhirnya jalan terakhir dilakukan, transfusi darah. Setelah melakukan serangkaian tes sebelum operasi (ginjal, jantung, darah, scanning kepala, dll) dan semuanya dinyatakan memenuhi standar untuk operasi besar, dr.Jusi akhirnya ACC operasi.

Kembali ke ruang operasi..
Sebelum anestesi disuntikan ke infusan, semua dokter yang ada di ruangan operasi memperkenalkan diri terlebih dahulu dan menjelaskan mereka di bagian apa saja, ada satu dokter yang menanyakan saya ingin diputarkan lagu apa selama operasi?, dan karena saat itu saya mendengar lagu-lagunya Opick, saya meminta lagu itu saja, iya..lagu2 religi  membuat saya lebih siap untuk menjalani operasi.

Saya sudah siap dengan baju operasi, sudah tiduran di meja operasi, sempet lihat ke atas dan silau karena lampu operasi langsung menyorot ke wajah saya, dan tidak lama setelah itu, meja operasi saya mulai dikelilingi dokter, yang paling dekat adalah dokter anestesi yang cantik itu, setelah meminta izin, anestesi disuntikan ke infusan, saya mengucapkan syahadat dalam hati sambil melihat lampu operasi, mejem, kemudian tidak ingat apa2 lagi setelahnya.

Kembali sadar kira2 pukul 01.00 WIB, dengan badan menggigil dan diselimuti beberapa lapis selimut dan bed cover, ruangan itu sangat dingin dan sebelum operasi badan saya hanya dibungkus sehelai baju operasi, brrrrrrrrr.. Sebenarnya kondisi saya masih setengah sadar saat itu, katanya saya sempat meracau gak jelas dan bilang kalau saya mimpi ketemu Penulis idola saya, Dee. What? Waktu operasi bisa mimpi juga? Haha.. jadi memang yang saya ingat pada saat itu, semuanya kabur tapi saya tahu siapa aja yang ada di ruangan operasi menyambut dan bantu saya dibawa ke ruang perawatan. Ibu adalah orang yang berada paling dekat dan selalu menempelkan tangannya di dahi saya.

Di ruang perawatan, masih dalam pengaruh anestesi saya sudah bisa merasakan hidung saya yang gak nyaman karena dipasang tampon gede banget, dimasukin idung, bikin wajah saya terlihat gimanaaa gitu, Ibu sempet khawatir wajah anaknya gak bisa balik kayak sebelumnya :D
Tapi gak semenakutkan itu kok, operasi sinus itu walaupun dibilang operasi besar yang harus bius total, kalau ditangani dokter ahli dengan fasilitas RS yang baik pula, dan tentunya dibarengi do’a, insya Allah tidak ada yang perlu ditakutkan. Hanya saja, setelah operasi kita punya PR yang lumayan susah2 gampang.

Karena sinusitis sendiri bisa disebabkan oleh polusi, saya harus mau sedikit ribet kalau pergi pake masker kemana2, apalagi saat itu untuk bisa sampai ke kantor saya di kawasan Cinere, saya harus naik angkot sebanyak empat kali, gak jauh sih dari tempat kost saya di Jagakarsa, Ciganjur, tapi memang rute angkotnya nanggung, alhasil harus beberapa kali naik turun angkot ditempat yang rame dan macet nan penuh polusi, wiiiih musuh banget deh bagi penderita sinus, tapi apa daya memang harus dilewati setiap hari, jadinya pinter2 saya supaya gak terlalu menghirup polusi.

Selain itu, makanan/minuman dingin juga harus dihindari, harusnya ini pantang banget nih, awal2 saya bisa tahan, kalau ada yang nawarin selalu saya bilang “ngga deh, makasih. Takut kambuh pileknya”, tapiiiiiii makin kesini makin susaaah nahan diri setiap kali jalan ke Mall atau kemanapun dan nemu eksrim disana, haha.. tidak patut ditiru yaaaa..

Yang pasti karena sinusitis saya di awali alergi, semua pencetus alergi (Alergen) harus dihindari juga, walaupun suka dibikin bingung karena tetep aja suka kambuh padahal udah ngejauhin alergen sebisa mungkin.  Pola hidup sehat sangat2 diperlukan, gak hanya untuk penderita sinusitis, tapi bagi semua orang, setuju?

Satu lagi, pinter2 jaga hati dan pikiran, gak boleh stress karena ternyata bisa jadi pencetus ajib juga tuh, setiap kali alergi saya kambuh, ditambah ada yang dipikirin (berat), bisa batuk tak berkesudahan. Dan kalau udah batuk kayak gitu, badan cepet drop, gampang capek dan bawaannya ngantuk, susah konsentrasi juga.

Waduh, gak berasa udah panjang aja nih, cerita sinusitis (part 1) sampai disini dulu kali ya, for next saya akan coba bahas sinusitis menurut para ahlinya. Itu penting diketahui supaya kita bisa tahu langkah preventif apa yang harus dilakukan sebelum terkena penyakit ini.

See you, world..
*Pic for title post taken from /www.organicfacts.net/home-remedies/home-remedies-for-sinusitis.html

You Might Also Like

17 komentar

  1. I feel you mak .. aku malah sudah sejak SMA ngalamin ini. tiap pagi bersin2, perpindahan dari ruangan yg dingin keluar selalu bersin2 dan meler. belum lagi kalau pas kumat pusingnya, ya Allah sakitnya bisa sampe punggung. dokter juga udah nyaranin operasi cuma aku denger cerita temen operasipun percuma karena nanti kalau rongga sinusnya penuh lagi ya sakit lagi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan kambuh setelah operasi memang ada mak, tapi dikembalikan lagi ke bagaimana kita menjaga kesehatan dan menghindari ada yg dipantangkan. Susah2 gampang memang ya.. :')

      Delete
  2. Aku juga baru tau nih han soal penyakit sinusitis ini.
    dilanjut ya, tanda2 penyakitnya seperti apa, gejala2nya..dll.

    pengen tau jg.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yang belum tahu memang, mel. Insha Allah dilanjut yaa.. sekalian berbagi supaya lebih banyak yg aware dari sakit ini..

      thank you Mel udah mampir :)

      Delete
  3. Aku juga dl smpt diblg dokter punya sinus,cr2nd opinion dblg polip, cr 3rd opinion dibilang hanya penebalan bagian saja mba..jd tdk boleh dioperasi wah seram juga kalau smp salah diagnosa nya ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah.. iya, jangan sampai salah diagnosa, karena bisa salah penanganan nantinya, takutnya berdampak fatal kan ya.. *amit-amit*

      Terus berikan afirmasi positif aja sama badan kita, supaya berdampak ke kesehatan mental dan bathin menjadi positif juga.. sehat selalu ya mak :*

      makasi udah mampir.. :)

      Delete
  4. dulu punya teman sinusitis pas di pondok,lumayan sering kambuh. ilmu baru,ditunggu cerita selanjutnya^^
    eh sempat inta ttd juga g sama dee hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. sayangnya gak sempet minta tandatangannya Dee.. keburu siuman, haha..

      Awal2 biasanya sering kambuh apalagi kalau belum nemu "obat mujarab"nya.. hukshuks..

      Delete
  5. Ditunggu part 2 nya maaak, soalnya ade ak ainus juga, jadi pengen tau langaung dr orang yg ngerasain sinus juga :D

    Xoxo
    http://leeviahan.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap.. ditunggu ya say.. sesegera mungkin di selesaikan part 2 nya, sambil ngurusin bocil 1 tahun jadi agak lambat nih nulisnya.. *alasan* haha...

      Delete
  6. Pertama kali denger sakit ini itu waktu lihat angelina sondakh mak, dia harus segera dibawa ke rmh sakit karena nggak bisa nafas, katanya sinusitisnya kambuh.
    Gejala2 nya apa mak ?.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gejala beda2, tapi yang paling umum biasanya memang menyerang saluran pernafasan. Nanti di ceritakanlebih detail di part 2 nya ya mak.. :)

      Delete
  7. Makasih sdh berbagi cerita Mak, semoga lekas sembuh ya...

    ReplyDelete
  8. wah, syafakallah.. sy dl sempet didiagnosis rhinitis.. gejalanya mirip2 gt.. jd jauhkan alergen.. keep our body fit and stay away from polution :D

    ReplyDelete
  9. salam kenal mbak,,
    ikut prihatin juga dgn kondisi mbak,, moga cepat disembuhkan Allah sakitnya, amiin

    ReplyDelete
  10. Ibuku punya sinusitis dan sudah dioperasi juga beberapa tahun lalu. Tapi beberapa kali sempet ngerasa hidungnya mampet2 nggak enak. Biasanya minum rebusan sirih - sereh - jahe - cengkeh, trus jadi plong.

    By the way saya sudah follow blog nya (ngarep di follow balik he he), baru manjat thread follow-follow an di KEB. Terima kasih :)

    ReplyDelete
  11. Terimakasih sudah berbagi informasi seputar sinusitis, artikel yang disampaikan sangat bermanfaat dan menambah wawasan bagi saya.

    obat sinusitis

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik di laman ini.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe