Tokek.. Kamu Hilang

Tuesday, July 05, 2011

Jakarta.. July 05th, 2011

Langitmu mengapa selalu menangis beberapa minggu ini?
Bumi basah, mengeluarkan bau tanah yang khas karena tersiram air-mu.
Tahukah kamu, hatikupun mendung?
Hatiku menangis tanpa henti. Tokek-ku Hilang..

Apa yang harus kulakukan ketika Petir dan Kilat itu terus berkejaran di tengah-tengah waktu yang kian menggelap. Malam pun datang lagi. Sunyi sesunyi jiwa. Tuhan, hampa rasanya.
Menahan airmata yang semakin berdesakan di pelupuk mata. Jangan tumpah, kumohon!!

Tokek itu, kembali merayap di dinding putih yang kini berubah kecoklatan.
Tak ada lagi dua tangan yang menutupi telinga. Kubiarkan suara Tokek merasuki alam bawah sadarku, kembali mengantarkan masa-masa ketika dia ada.
Aku keluar kamar, dan kakiku lemas disaat aku melewati kamar yang telah kembali terang, tapi bukan dia yang ada di dalamnya. Bukan dia.

Sesak..

Melewati lorong dimana dia biasanya menghabiskan waktu dengan dunianya.
Tokek.. kamu hilang..

Perutku selalu menagih dan bertanya "kapan aku akan di isi?"
Mataku lelah dan seolah berteriak "aku perlu istirahat dan sejenak lelap di atas bantal Pink itu!!"

Wahai Jiwa, ma'afkan aku, aku pun sama merasa lelah.. seandainya kamu tahu.. aku pun lelah..
Tokek aku hilang..

Lampu itu, Kipas angin itu, baju hitam itu, cincin itu..
Sakitku.

Semua coba ku enyahkan. Kuhancurkan. Tapi hati ini belum mampu mengerahkan segenap tenaga untuk menghapusnya. Dia masih tetap ada.

Tokek, sehatkah kamu?
Ingin rasanya aku HANYA mengingat semua keburukan-keburukanmu, supaya aku dengan mudah dapat kembali membencimu. Tapi tidak.

Demi malam-malam yang telah terlewati, aku merindukan semua.
Semuanya.....

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe