Kugy.. Dyrga..

Saturday, October 17, 2009


MALAM SELALU HITAM

Malam yang cukup panas. Karena itu… aku membiarkan pintu ini terbuka. Pintu rumah ruang depan. Wuuuuzzz…… angin pun semilir, angin surga.. pikirku. Hari jum’at, hari dimana aku biasanya menghabiskan hampir seluruh waktu ku ditempat yang aku rindukan sekarang, radio. Ku hela panjang nafasku, dan ku katakan pada diriku sendiri, betapa luas dunia ini, betapa megah hamparan langit. Dan sangat sangat cukup ruang untukku mencairkan kebekuan ini. Kebekuan hatiku sendiri yang telah lama meninggalkan separuh jiwanya.

“Dyrga dimana??” sesekali aku bertanya, tanpa sekalipun menyampaikan tanya itu padanya. Yang aku tahu, aku sedang ingin memberikan dia sedikit ruang dan waktu untuknya meraih dunia lain selain aku. Tapi ternyata aku salah, satu SMS dari dia tadi siang telah meng-indikasi-kan bahwa dia sama sekali tidak suka aku begitu meng-acuh-kannya.

Begitu banyak waktu yang kuhabiskan untuk terdiam dua hari ini. Entah apa yang berkecamuk dalam hati ini, semua tertuju pada satu kata, jenuh. Aku merasa semua benar-benar tidak sama lagi. Aku yang dulu pun kini entah ada dimana. Di satu sisi, aku selalu tetap bersyukur, ada Dyrga di hidupku. Dan selalu banyak orang di sekitarku yang akan siap mengulurkan tangannya untukku meraih disaat aku membutuhkannya. Hopefully.
Tak ada alasan untuk tidak bersyukur. Aku hanya sedikit memohon untuk bisa kembali tersenyum dengan senyuman yang sama pada saat itu. Ku dengar “panggilan” itu beberapa jam lalu, dan baru sekarang ku langkahkan kaki ini menuju tempat mengambil air wudhu. “Ya Rabb.. aku melangkah menujuMu, akan selalu kuminta do’a yang sama. Do’a yang sama”.

Malam ini kutemukan damai dirumahku, di keluarga kecil ini. Bercampur rasa duka yang masih menggantung dimata kedua anak itu, keponakan-keponakanku yang malang. Di usia sekecil itu, mereka sudah harus kehilangan mama-nya. “Aku tahu, semua akan kembali padaMu Ya Rabb.. dalam ketiadaan ini, jadikanlah rasa syukur itu selalu ada disini, dimata mungil mereka”.

Aku kembali ke “dunia”ku. Sendiri kukatakan pada semua, bahwa aku akan selalu tetap ada, apapun keadaannya. Ketika aku ‘hilang” pun, aku ingin semua tetap menganggapku ada, walaupun hanya sekedar nama dan sepotong tawa. Aku sangat takut tidak dicintai, karena itu aku akan tetap mencintai. Aku sangat takut kehilangan, karena itu aku tidak ingin menghilangkan siapapun dari siapapun. “Dyrga, aku tahu kamu bukan hanya punyaku, siapapun berhak untuk memilikimu, dan karena aku.. belum tentu bisa memberikanmu senyum itu, senyum ketika kamu berada tidak bersamaku. Aku tidak ingin membiarkan siapapun merasa kehilanganmu karena aku”. Sesungguhnya dia hanyalah milikNya.

Kembali ke dunia nyata, buku-buku itu pun tampak terdiam, berjajar rapi. Kulihat satu persatu, aku terdiam dan kemudian aku sampai pada keputusanku untuk mengambil salah satu diantara mereka. An Affair to forget-nya Armaya Junior. Buku ini lagi. Tak pernah bosan kubaca. Terlalu sayang untuk didiamkan dan tidak diambil makna terdalamnya. (dan lama-lama, aku akan benar-benar menjadi seorang “mafia”). Teringat seseorang yang datang kerumah tadi siang, melonjakan hati yang tengah layu ini. Aku senang dia datang. Seorang gadis cantik yang kuanggap sebagai adikku sendiri. “J”… seperti itulah semua orang memanggilnya. J… “mafia” tercantik (nick name “jahat”ku untuknya). Jhahaha…love U sista’..

Malam mulai larut. Meskipun bintang sedikit pelit untuk mengajak teman-temannya bernyanyi untukku, aku akan tidur dengan senyuman terbaikku malam ini. Dyrga-ku mungkin sudah terlelap. Atau mungkin tengah tergelak bersama teman-temannya. “Ikut merasakan kebahagiaanmu malam ini dear… semoga nyenyak tidurmu”. Haaahh… sedikit kuhela nafas ini, dan dalam helaan nafas yang sama, aku pun berkata “Kangen kamu Dyr.. tapi malam ini.. akan kubiarkan kalian melepas rasa kangen yang mungkin lebih besar dari rasa kangenku”. Tidak ada telpon sebelum tidur. Ritual berdo’a malam pun terlewat sudah. Aku tetap berdoa, di tempat yang sama, di jam yang sama, do’a yang sama, yang tak akan terhenti, insya Allah..

Bersambung…..

You Might Also Like

4 komentar

  1. Walah Kok bersambung???
    bikin penasaran...>_<

    ReplyDelete
  2. aq dah baca sist...menarik..as u say..unie banget!!hehe..aq ga pernah berfikir ternyata cinta tu sungguh sgt complex bwt sebagian orang,yupz...n memang complex!tp kalo ga complex itu bukan hidup,ya ga sist?!baca blog ini jd ngiri...aq punya crita jg yg pernah aq tulis tp belom pernah slesai!aq fikir cukup menarik...all about my life tp belom brani aq aware!takut diincar wartawan!!hahahahaaa....ok good job sist!kalo ada yg baru kasih tau yaa....thx..udah disebut2 sbg "mafia cantik inspirator para wanita baik2" hahahahaa...pkonya kalo urusan strategi mah moal bireuk deui lah..nenk ajeng jagonya..ga sia2 pernah ikut latgab densus 88!haha...udah ah jd ngaco..nyampah d blog orang....wasss(eh td ga asswrwb) lupa...;)

    ReplyDelete
  3. manaaaaaa... ga ada ass.wss nyaaa..... haallllaaahh...
    tengkiu sista'... curhatan kita masi panjang, dan ketika kamu ngga ada de'..disinilah aliran itu bermuara (Ohmaaaaiiii.... naon deui katanya teh?? wkwkwk)..
    buatku, cinta memang kompleks indah permah.. (perum mana tah?) tapi justru hal yang fluktuatif seperti itulah yang aku suka... jhahaha... ngga monoton dan bikin bosan tentu aza..
    Life is too short to wasting with ordinary things..
    nikmati apa yg ada, dan bersyukurlaaahh..
    wassalam.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe