Kugy.. Dyrga..

Friday, October 30, 2009

Mendekati harap

Aku melangkah dalam jembatan kegalauan. Ketika aku yakin untuk maju, seketika aku tertegun dan menghentikan langkah, dan kemudian mundur, tapi dalam beberapa saat, aku kembali meneruskan perjalanan yang masih sangat panjang ini. Kadang aku bertanya, “benarkah perjalananku ini masih panjang??? Adakah waktu tersisa untukku meraih asa dan mengatakan ke seluruh dunia kalo aku pun bisa.. dan tidak hanya kata semata???”

Tuhan Maha Tahu apa yang ada dalam kalbu ini, Tuhan Tahu.. setiap detik yang berdetak adalah jawaban untuk setiap Tanya. Aku pun berjuang untuk tahu itu. Sangat mengherankan, kadang aku menjadi sosok “hitam” dalam hidupku, menapaki garis lurus yang berubah terkelok dalam waktu yang sama. Aku seperti dua sisi logam, tapi terkadang aku menjadi kebalikan dari itu.

30 Oktober 2009

Beberapa hari kemarin, ketika aku berada di Kota tetangga (Baca; Bandung), aku menemukan banyak hal, banyak. Hal itu juga yang meyakinkanku, betapa bukan ini yang aku inginkan, bukan ini yang aku bayangkan untukku menjalani hidup, tidak di Kota-ku ini. Tapi semua ada disana, pikirku. Keyakinanku semakin terasa ketika bis yang aku naiki tiba di Terminal satu-satunya di Kota ku ini, hatiku terasa kosong, dan lemah. Sangat berbanding terbalik ketika aku berada disana, terasa penuh dan hangat, bahkan panas oleh semangatku yang mulai terbakar.

Aku mencintai Kota ini, tapi aku pun tahu aku tidak lagi menginginkan untuk berlama-lama stay disini. Seandainya kesempatan itu ada untukku raih, aku tidak akan menunggu satu detikpun untuk melewatkannya. Hidup terlalu singkat untuk dilalui dengan hal yang BIASA saja, aku haus akan sesuatu yang beda, sesuatu yang menjadi “indikator” yang akan menjadi penguat akan ke-AKU-anku.

“Aku belajar ini dari kamu Dyrga, kamu yang telah sekian lama telah meninggalkan Kota ini, dan keluarga yang ketika kamu berada di tengah-tengah mereka, kamu akan merasa bahwa seluruh dunia telah kamu miliki. Tapi kamu lebih memilih pergi dan “mencari” apa yang memang seharusnya kamu cari. Sejenak kita lupakan tentang perbedaan yang ada, tentang perbedaan Gender, dan betapa berbedanya kita secara fisik. Kamu yang bisa terus bertahan sekalipun badan yang terus melemah karena lelah, tapi sekalipun tidak ada kata kalah. Dan aku, yang ringkih akan cuaca. Aku terhempas ketika angin malam mulai “centil” memasuki setiap rongga tubuh ini. Aku pun tidak bisa menerima ada asap-asap “nakal” yang nekad masuk ke hidung dan tenggorokanku, asap yang jelas-jelas sangat dinikmati oleh kebanyakan orang (yang menyukainya), tapi jangan pernah berharap bisa bersahabat dengan organ nafasku ini. Dokterku bilang, “itu namanya Alergen Honey..”. tapi dalam kelemahan dan keterbatasanku itu, aku sebenarnya mempunyai semangat dan “api” yang sama berkobar dengan kamu Dyr, dengan orang lain juga yang punya mimpi sama sepertiku. Mimpi yang hanya aku bilang pada Diary masa kecilku dan sesekali aku selipkan dalam lirik laguku yang sangat-sangat sederhana.”

Aku sangat iri akan kebahagiaan mereka yang ada di sekitarku. Iri dan memotivasiku untuk bisa mendapatkannya juga dengan caraku sendiri tentu saja.

Malam ini, terasa sejuk. Tidak panas tetapi tidak juga dingin. Dyrga-ku baru saja kembali dari Kota kedua-nya. Welcome back homeward baby..!! Pasti cape’, tapi pasti juga lega kan? He……
Waaa….. semoga besok menyenangkan untuk kita. Nice Weekend.

Bersambung…..

You Might Also Like

0 komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe