Kugy.. Dyrga..

Tuesday, October 13, 2009

Kugy…. Betapa hatinya sangat rapuh. Dia berbeda dengan wanita kebanyakan. Kugy selalu membutuhkan “tangan” untuk nya dapat meraih, dan tubuh untuknya merapatkan diri.

11 oktober, 2009
Apa yang terjadi hari ini?????? Pagi hari pun dilewati dengan adu argument yang ngga jelas. Kugy yang slalu bicara dengan intonasi tinggi. Dan Dyrga pun, mencoba untuk tetap menanggapi, bersabar. Dalam hatinya, Kugy kadang bertanya, mengapa Dyrga bisa sesabar itu??? tidak tahukah bahwa itu justru yang membuat Kugy semakin kesal?????
Dyrga selalu mencari jalan supaya pertengkaran bisa di Cancel, or at least Pending. Cari aman. Fuuuuhh…..

“Dyrga, pagi ini, aku melihatmu penuh rasa sejuk. Memang aku marah dan sangat sangat tidak mengharapkan kamu datang, tapi kamu tetaplah kamu, dan bukan kamu kalau ngga bisa bikin aku “kalah” dalam amarahku”.

Aku bertahan dalam kemarahanku, aku pun bilang kalau marahku ini tidak akan hilang. Semua karena aku begitu tidak bisa menerima kehadiran “bintang jatuh”. Satu hal yang tidak kupersiapkan pagi ini adalah, ketika dia flash back kronologis “kasus” tidak jelas ini. Dari awal pertemuan kita, awal ketika rasa itu mulai tumbuh dihatinya, dan pada saat yang sama, terjadilah ketidaksinkronisasi-an perasaan. Ada aku yang tidak peka disana (at least, itulah versi dia). Ada aku yang mulai mendekatkan hatiku pada sosok lain, dan dia pun ternyata terluka. Terluka???? Yup, diapun terluka, dan mungkin.. sangat terluka.
Well, Kugy…… wake up!!!!!

Langit mulai memutih, awan-awan dewasa mulai berdatangan. Panas mulai menyengat. Tapi amarah mulai reda, menuju titik damai. Satu titik yang aku nama kan TITIK NOL. Titik dimana semua kembali dimulai dari awal. Ada hal yang tiba-tiba menggelitik, dan menggiringku ke pertahanan paling akhir, untuk mulai “menyerah” dan tidak memperpanjang debat kali ini, dan hal itu tidak lain dan tidak bukan adalah, aku belum makan apa-apa dari tadi pagi semenjak dia datang. Lapar.

Dyrga-ku, saat ini mungkin dia tengah letih akan banyak hal yang menjadi bahan pemikirannya akhir-akhir ini, tentang kerjaan yang tengah running. Dan beberapa hal diluar itu yang aku tidak tahu. Tapi disaat dia letih pun, dia selalu ada untukku. Tidak salah lagi, Dyrga-ku akhirnya kutemukan lagi.

Bersambung…..

You Might Also Like

4 komentar

  1. Hai kugy,,,ma'af ikut nongol yaa... hehe...
    Kugy lagi Kalut Yaa...???
    Tapi adit percaya, kugy yang adit kenal Dulu mungkin ampe sekarang sosok Cewe yang Strugle,,"the name is Pagi yang selalu bikin sejuk, Damai, and Buat selalu semangat... Go Pagi.. Keep Chayoo.... : )
    Pa Kabar???

    ReplyDelete
  2. Hai juga, kabar ku baik..
    Tapi sepertinya "Pagi" yang dulu telah beranjak menjadi "Siang" yang terik dan penuh rasa marah...
    hehehe.. tidak se"damai" dulu.
    Tapi tetap dengan pencariannya yang masih belum usai.
    Pa Kabar dit?

    ReplyDelete
  3. Baiik..."ih serem mentari kan bawaan_nya panas mulu' sepanas Di jakarte : ), jangan marah_marah mulu kugyyy Tu muke tambah keriput loooh hehehe......." Kangen ih,,, up's keceplosan...hiihi" eh gorengan yg didepan rumahmu masih jualan ga sih.. ;)

    ReplyDelete
  4. Gorengan???
    ahahaha... masiiih... tambah laku aza tu sepertinya.
    Pengobat kangen kalo pulang ke Garut, hehehe...

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe