Kugy.. Dyrga..

Thursday, October 08, 2009

KETIDAKSENGAJAAN???? ATAU PETUNJUK???

Suatu yang benar2 tidak kusengaja waktu kulihat Facebook itu belum di Log Out.
God….. tanganku ini langsung lemas tanpa ada niat apapun. Terpaku. Sempat terlintas untuk membiarkan FB itu. Tapi harus ku Log Out karna aku mesti masuk ke Account ku sendiri. Dan “tanduk” pun mulai mekar dikepalaku. Tak kubiarkan kesempatan itu lepas gitu aza. Susah payah aku nyari kepastian kesana kemari untuk “menolong” hatiku ini, dan malam ini…adalah saatnya.

Here we goes…. Aku langsung masuk ke –PESAN MASUK-
Kucari .. dan aku pun menemukan sesuatu.. Got cha’…..!!!!!!!!!!

HANCUR…
Itu yang aku rasakan seketika itu juga (perasaan yang kalo dia tao, tanpa nunggu satu detikpun dia akan langsung bilang “Kamu tu Lebbay… Lama2 kamu bisa jadi Marshanda”). Kubaca satu persatu pesan itu, dari kalimat ke kalimat yang lain. Semakin lama semakin hilang dayaku. Aku menangis????? Tidak. Ini terlalu sakit Tuhan. Aku ingin… dan aku ngga bisa.. ini terlalu sakit.

Dia memang bukan milikku sudah sejak lama. Ternyata pada saat itupun, dia sudah bukan punyaku. Ngga ada sedikitpun terbersit dibenakku betapa dekatnya mereka. Dan ngga ada sedikitpun, terpikir kalo aku akan sesakit ini.

Why?????

“Tuhan ijinkan aku, untuk meminta perasaan ini hilang detik ini juga… aku tahu kalo Kau mau, itu pasti bisa….
Ngga bisa??? Belum waktunya??? Ada hikmah dibalik ini smua????
Fine…..
Stidaknya biarkan aku merasakan sakit ini tanpa aku harus melihat dia ada di sekitarku”.

(Mereka itu Cuma temen. Ade’ Kaka’).
Damn.. yang ada dibenakku, kalimat itu ngga lebih hanyalah sebagai Jargon Picisan. Aku tahu rasanya, aku tidak sebegitu bodoh untuk tahu bedanya. Aku tahu.. mereka justru yg ngga tahu seberapa sakitnya.

“Kamu A… ngga akan pernah tahu..
Malam ini aku SANGAT ingin smuanya jelas, at least untukku. Aku ingin kamu pergi.
Ini ngga akan berhasil, ngga akan..
Coba lihat reaksimu waktu SMS itu datang, dan kamu kebetulan ada disini.. di sebelahku.
Beri aku keyakinan kalo dia memang bukan APA-APA.
Oooopsss…. Aku salah!!!!!!!!!!!
Aku salah…… aku pikir kamu bisa. Aku pikir malam ini akan terulang lagi. Aku pikir KITA itu memang ada. Ternyata engga’. Kamu tetaplah kamu. Begitupun dengan aku. Kita masi berjalan di jalan kita sendiri
Biarkan aku berpikir dengan keterbatasanku. Biarkan aku menenangkan apa yang sekarang begitu membuatku ingin “pergi”. Biarkan aku tanpa kamu, entah sampai kapan.
Apa yg menjadi inginku, biarkanlah. Aku pasti bisa lewatin ini smua.
Kamu slalu bilang kalo aku ngga akan bisa A… dan memang seperti itulah, aku ngga pernah bisa, tapi pasti bisa… AKAN..”

Kututup Account itu, hilang inginku untuk Online… persetan dengan itu smua malam ini. Aku perlu sendiri. Bicara pada diriku sendiri. Sakit..
Laptop inipun semakin memanas. Oopss…. lebih tepatnya, hati ini yang telah terbakar.
What da’ hell… aku perlu sendiri.

You Might Also Like

2 komentar

  1. tak ada seorang bijakpun bisa meredam ketika hati ini terbakar, bahkan Nabi sekalipun.
    hanya dengan kejernihan jiwa dan kebersihan pikiran semua bisa dikendalikan.
    Tuhan adalah tuhan tapi semua keputusan adalah kita yang selalu menentukan. jangan cepat terbakar karena semua akibat tak pernah bisa diulang. benahi dengan kesabaran dan renungkan dengan apa yang telah kita lakukan, karena " Apapun yang terjadi, kita harus tetap jadi yang terbaik "

    ReplyDelete
  2. Syukron yaaa..
    Pernah ada orang bilang, "Sejuta pertama lebih sulit dari sejuta selanjutnya".
    Belakangan nie sadari satu hal dari kalimat ajaib itu, bahwa Langkah pertama sangat jauh lebih sulit dari langkah2 selanjutnya. Pada saat kita telah memenangkan dan menaklukkan langkah pertama, maka langkah selanjutnya akan terasa JAUH LEBIH RINGAN.
    Betapa kita kadang lupa akan kekuatan makna "BISMILLAH".
    Bapa'ku bilang, "teu kenging hilap Bismillah upami bade nanaon teh, Insya Allah berkah". Dan jangan lupa Hamdallah setelahnya.
    Seseorang dengan predikat TERBAIK itu, seyogyanya merupakan seseorang yg tidak lepas dari "Bismillah" itu, setuju ngga A'Wahyu???
    mungkin essensi-nya memang akan berbeda pada setiap orang.
    Tapi marilah kita saling mengingatkan untuk slalu mengucap satu kata nan pendek (tapi sering kita lupakan) itu..
    Bismillah..

    (Lha, knapa jadi ngebahas Bismillah??????
    GAPAPA... Daripada ngga ditanggapi commentnya) wkwkwk....
    once again, Syukron..

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar dengan baik TANPA link hidup di kolom komentar. Dan cukup pakai Url blog saja ya teman-teman di ID namanya.

Part Of Author

Part Of Author
Buku Antologi Pertama & Kedua

My Voice Over Here

Like us on Facebook

Subscribe